Likes:
Abjad: A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z
 
Peribahasa Indonesia Abjad Y
Kumpulan peribahasa bahasa Indonesia yang indah untuk hidup yang lebih baik. Baca dan dapatkan inspirasinya di bawah ini:
Ya sepanjang hari, janji sepanjang jalan.
Mudah berjanji, tetapi sukar menepatinya.
Yag bulat datang berguling, yang picak datang melayang.
Jika nasib baik bermacam-macam keuntungan datang sendiri.
Yang benar bawa lalu, yang salah bawa surut.
Petiklah pesan berharga di dalam setiap peristiwa hidup dan buanglah hal-hal yang kurang baik.
Yang berbaris yang berpahat, yang bertakuk yang bertebang.
Pekerjaan yang dilakukan menurut aturannya.
Yang berhutang terjerat di kaki, yang menjamin terjerat di leher.
Orang yang menjamin orang yang berhutang acap kali terpaksa membayar hutang tersebut karena yang dijamin tidak dapat membayarnya ataupun melarikan diri.
Yang berpayung yang ditembak. (ditembak - dituju)
Orang yang berkuasalah tempat orang mengharapkan pertolongan.
Yang bertakuk yang ditebang, yang bergaris yang dipahat.
Pekerjaan yang dilakukan menurut aturannya.
Yang bingung makanan yang cerdik, yang tidur makanan yang jaga.
Orang yang bodoh itu menjadi mangsa penipuan orang yang cerdik.
Yang bisu pengejut ayam.
Orang yang berperangai buruk bukan tak berguna, pada kesempatan lain dibutuhkan juga.
Yang bulat datang bergolek, yang pipih datang melayang.
Orang yang bertuah mendapat keuntungan dari mana-mana saja.
Yang bungkuk (bongkok) juga dimakan sarung.
Yang bersalah juga yang akan menanggung dosanya (menerima hukumannya).
Yang buntal kutil mengutil, yang jerung luluh meluluh.
Yang miskin hidup berpekin, yang kaya boros berbelanja.
Yang dijolok tiada jatuh, penjolok tinggal di atas.
Yang dikehendaki tiada tercapai sedang alat (syarat) yang digunakan untuk mencapai maksudnya itu pun hilang juga.
Yang dikejar tiada datang yang dikandung berceceran.
Kekayaan yang sudah ada habis untuk mencari tambah rezeki, sedang untung yang diharapkan tiada juga tiba.
Yang dikejar tidak dapat, yang dikendong berciciran.
Keuntungan yang diharapkan tak didapati, sedangkan yang telah ada hilang pula.
Yang dimakan rasa, yang dilihat rupa, yang didengar bunyi.
Tiap-tiap suatu pekerjaan itu hendaklah dengan sempurna baik pada rupa, pendengaran dan perasaan.
Yang disangka tidak menjadi, yang diam boleh ke dia.
Orang lain yang berikhtiar, orang lain pula yang memungut hasilnya.
Yang disuruh tenggelam, yang menyuruh pun tenggelam.
Orang malas disuruh mengawasi orang yang lebih malas, akhirnya sia-sia belaka.
Yang dulu mendapat, yang kemudian ketinggalan.
Orang yang rajinlah yang selalu beruntung daripada orang yang malas.
Yang elok budi yang indah bahasa.
Keramahan dan budi baik dapat membuat orang merasa segan.
Yang elok rupa, yang elok bahasa.
Orang yang cantik wajahnya baik hatinya.
Yang enggang sama enggang juga, yang pipit sama pipit juga.
Setiap orang selalu mencari orang yang sama derajat (darjat, pangkat ataupun kedudukan) dengannya.
Yang hampa biar terbang, yang bernas biar tinggal.
Yang tak berguna biarlah hilang, dan yang baik-baik biarlah tinggal.
Yang hidup sesarkan mati.
Tiap-tiap suatu itu ada batasnya dan ada pula penggantinya.
Yang jauh berpanggilan, yang dekat berimbauan.
Bila hendak mengadakan pesta, tetangga dekat diundang dengan panggilan saja, tetapi kerabat jauh dikirimkan surat undangan.
Yang lahir memperlihatkan yang batin.
Perbuatan atau kelakuan menunjukkan sifat atau perasaan yang tersembunyi.
Yang lumpuh pengejut ayam.
Orang hodoh suatu saat akan dimaafkan oleh masyarakat.
Yang memberi tangan di atas, yang menerima ( meminta) tangan di bawah.
Biasanya orang yang memberilah yang tinggi cakapnya daripada orang yang menerima.
Yang menanti padang tak berumput, yang mendatang kurus kedut-kedut.
Orang yang lapar meminta pertolongan kepada orang yang melarat.
Yang mencencang memampas.
Yang berbuat salah harus menerima hukuman.
Yang merah saga, yang kurik kundi.
Seseorang yang tidak pernah dihormati orang lain karena memiliki tabiat jelek; meskipun mempunyai wajah yang cantik atau tampan.
Yang merah saga, yang kurik kundi; yang indah bahasa, yang baik budi.
Biarpun rupa elok dan kacak, tetapi kalau budi bahasa buruk, maka akan hina juga pada pandangan masyarakat.
Yang ombak itu ombak juga, yang air itu air juga.
Orang kaya itu kaya juga dengan kikir dan tamaknya; orang miskin itu miskin juga dengan melarat dan sebagainya.
Yang pberpuru salalu hendak menggarruk.
Orang yang melakukan kesalahan pasti suatu saat akan terbongkar juga kesalahan tersebut.
Yang pipit sama pipit, yang enggang, sama enggang.
Setiap orang selalu mencari orang yang sama derajat.
Yang rebah ditindih.
Yang sudah miskin bertambah miskin
Yang rendah terpendek sangat, yang tinggi terunjur sangat.
Tidak pernah merasa puas dengan sesuatu perolehan.
Yang secupak tak akan menjadi segantang.
Sesuatu yang sudah pasti; sesuatu yang sudah pasti dan tidak akan diubah.
Yang secupak takkan jadi sesukat, yang sejengkal takkan jadi sehasta.
Sesuatu yang sudah pasti.
Yang sehasta takkan jadi sedepa.
Sesuatu yang tidak dapat diubah lagi.
Yang sejengkal tidak dapat jadi sedepa.
Sesuatu yang tidak dapat diubah lagi.
Yang seorang memeram batu, yang seorang memeram pisang.
Perbedaan pendirian; seorang boleh menanti seorang lagi tidak
Yang sesukat takkan jadi segantang.
Tidak ada yang dapat mengubah takdir.
Yang tajam tumpul, yang bisa tawar.
Dengan perkataan yang lemah lembut dapat diselesaikan segala sengketa.
Yang tak diarah dapat, yang diarah tak kena.
Keberuntungan manusia itu takdir, meski bagaimanapun orang memburu rezeki, jika belum diberikan oleh Tuhan maka tak akan tercapai.
Yang tegak disokong, yang lemah ditopang.
Orang kaya dimuliakan dihormati, sedangkan orang miskin dibantu dan ditolong.
Yang teguh disokong, yang rebah ( rendah) ditindih.
Orang yang sudah kuat (kaya, baik dan sebagainya) dibantu, sedangkan orang yang lemah (miskin dan sebagainya) diperas.
Yang terbujur lalu, yang terlintang patah.
Sesuatu yang tak dapat dihalang-halangi.
Yang terkalang-kalang di mata, yang terasa-rasa di hati.
Keinginan hendaknya dapat diwujudkan, agar tercapai semua harapan dan hidup bahagia.
Yang tinggi tampak jauh, yang dekat jolong bersua.
Dalam sesuatu usaha pemimpinlah yang bertanggungjawab dan dialah pula yang akan dipuji atau dicela.
Yang tua dimuliakan, yang kecil dikasihi.
Orang yang pandai menempatkan diri di segala tempat dan situasi.
Yang untut lain, yang mengensot lain.
Yang salah lain, yang kena hukum lain.
Yanng terpelanting akan dipilih, yang terserat tidak di kampungkan lagi.
Hendaknya hidup itu dijalani dengan sederhana dan tidak dengan berfoya-foya.
1


 

Copyright 2014 Peribahasa - All Rights Reserved