Likes:
Abjad: A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z
 
Peribahasa Indonesia Abjad U
Kumpulan peribahasa bahasa Indonesia yang indah untuk hidup yang lebih baik. Baca dan dapatkan inspirasinya di bawah ini:
Uang mudah dicari, sahabat sulit didapat.
Harta dan kekayaan itu bisa dicari lagi, tetapi jika sahabat sejati yang pergi ia tidak akan pernah kembali lagi.
Ubun-ubun masih bergerak sudah angkuh.
Orang yang belum berpengalaman, tapi sudah sombong.
Ubur-ubur airnya hitam
Orang yang jahat nyata pada kelakuan dan perkataannya.
Ucap habis niat sampai.
Hasil yang diperoleh dengan segera.
Udang hendak mengatai ikan.
Tak insaf akan kekurangan diri sendiri.
Udang merentak dalam tangguk.
Tidak tenteram (gelisah, susah dan sebagainya).
Udang tak tahu di bongkoknya.
Tak insaf akan kekurangan diri sendiri.
Udang tak tahu di bungkuknya, orang tak tahu buruknya.
Orang yang tidak menyadari kesalahan sendiri.
Ugut-ugut beruk saja.
Menunjukkan berani pada orang yang takut padanya.
Uir-uir minta getah. (uir-uir - sebangsa belalang atau jengkerik yang biasa berbunyi di dalam rimba)
Berbuat sesuatu yang membahayakan diri sendiri; perempuan yang memikat hati lelaki.
Ujung (hujung) lurus, pangkal berkait.
Kelihatannya baik, tetapi di dalam hatinya jahat.
Ujung jarum halus kelindan sutera.
Tipu muslihat yang sangat halus.
Ukur baju di badan sendiri.
Kejahatan diri sendiri janganlah diukur dengan kejahatan orang lain.
Ukur berbaur, bertopang bercerai.
Bersatu dalam segala hal akan mempermudah tercapainya tujuan.
Ukur mata dengan telinga.
Menurut penglihatan dan pendengaran.
Ulam mencari sambal.
Perempuan yang mencari lelaki.
Ular bercampur dengan belut, tak akan hilang bisanya.
Orang yang jahat, jika bergaul dengan orang yang baik-baik tiada akan berubah tabiatnya.
Ular berkepala dua.
Tidak tentu pihak mana yang diikuti; orang yang munafik.
Ular berlingkar di gulungan tikar.
Orang jahat yang menyamarkan diri dalam kumpulan orang baik-baik.
Ular biar mati, tanah jangan lekuk, buluh jangan pukah.
Menyelesaikan sesuatu perkara (menghukum, memperdamaikan) hendaklah dengan adil, sehingga kedua-dua belah pihak merasa puas hati.
Ular bukan, ikan pun bukan.
Tidak dapat ditentukan baik atau buruknya.
Ular dipalu biar mati.
Memberantas kejahatan dengan tuntas.
Ular dipukul jangan mati, kayu pemukul jangan patah.
Menyelesaikan dua pekerjaan sekaligus dengan hasil yang memuaskan.
Ular menyusur akar.
Orang besar yang merendahkan diri tidak akan jatuh martabatnya.
Ular telan babi, cacing yang bengkak perut.
Iri hati melihat keberuntungan orang lain.
Ulat dalam batu pun hidup juga.
Orang yang rajin berusaha tidak akan mati kelaparan.
Ulat di dalam batu, apa dimakannya?
Manusia hanya berusaha, namun Tuhan jua yang menentukan.
Ulat lupakan daun.
Lupa akan budi baik orang.
Umpama air digenggam tiada tiris.
Orang yanng sangat kikir dan tak mau menolong sesama.
Umpama anjing makan muntahnya.
Orang yang tamak dan gelojoh tidak memilih (keji atau terlarang) apa yang akan diperbuatnya.
Umpama ayam menetaskan telur itik, anaknya itu ke air juga.
Perangai atau kelakuan baka tiada siapa yang dapat mengubahnya.
Umpama batik lasum, makin dibasuh makin berbau.
Orang yang baik, jika diajar dengan baik maka akan semakin lebih baik.
Umpama Belanda kesiangan.
Orang yang bertingkah laku seperti orang putih.
Umpama bilah atau lidi yang terselat pada dinding, dapat juga diambil akan pencungkil gigi atau pencungkil telinga.
Seseorang itu betapa pun bodoh atau bebalnya, pada suatu waktu ada juga gunanya.
Umpama buah kepayang, dimakan mabuk di buang sayang.
Sesuatu yang amat disayangi tetapi merusakkan.
Umpama gula dalam mulut.
Pekerjaan yang sangat mudah.
Umpama kayu buruk, buruk di panas, reput di hujan.
Gambaran nasib seorang yanng tiada dapat diperbaiki lagi.
Umpama memerah nyiur, santan diambil ampas dibuang.
Kaita harus dapat membedakan antara nasihat yang baik dan yang buruk.
Umpamanyakan dawai.
Pekerjaan yang dilakukan kurang teliti.
Umpan habis ikan tak kena.
Bersusah payah tapi hasinya tak ada.
Umpan habis pancing putus, puca terlepas dari tangan.
Usaha yang sia-sia.
Umpan menyembunyikan pancing.
Bersikap baik karena mengaharap timbal balik.
Umpan seumpan, kail sebentuk.
Melakukan usaha dengan tidak cukup alat dan syaratnya.
Umpat dan puji tiada bercerai.
Kita harus waspada ketika menerima umpatan maupun pujian.
Umpat tak membunuh, puji tak menyerang.
Baik puji maupun celaan tak perlu didengarkan.
Umur setahun jagung, darah setampuk pinang.
Masih muda belum banyak pengalaman.
Umur setahun jagung.
Sesuatu yang tidak lama bertahan.
Undang-undang berbatu hitam.
Hukum yang baik dan adil.
Unjuk yang tak diberrikan.
Tak menepati janjinya
Untuk baja kait, untuk cangkul ujur,
Serba tanggung.
Untuk tak dapat diraih, malang tak dapt ditolak.
Seseorang yang tak dapat menghindarkan malapetaka.
Untung bagai roda pedati, sekali ke bawah sekali ke atas.
Nasib manusia selalu bertubah.
Untung bagai untung kapas.
Orang yang banyak penanggungannya.
Untung batu tenggelam.
Tiada seorang pun yang dapat menghindar dari takdir.
Untung melambung, malang menimpa.
Mendapat kemalangan silih berganti.
Untung sabut timbul, untung batu tenggelam.
Untung-untungan dalam melakukan sesuatu pekerjaan yang berbahaya dan sebagainya; tidak ada orang yang dapat menghindari nasibnya.
Untung sebagai roda pedati.
Nasib manusia berputar-putar turun dan naik.
Untung sepanjang jalan, malang sepanjang mata.
Sukar memdapat keberuntungan, tetapi sering mendapat kecelakaan yang datang dengan tiba-tiba.
Untut bertambah kulitnya.
Orang kaya bertambah kaya (karena keuntungan baru).
Upah bidan pun tak terbayar.
Anak-anak nakal yang menyusahkan ibu bapanya.
Upah lalu, bandar tak masuk.
Tidak mendatangkan hasil sedikit juga, melainkan kerugian semata-mata.
Upas berulam racun.
Perbuatan jahat yang tindih bertindih.
Ural malang pangkal celaka.
Sebagai sumber kesusahan.
Usahlah teman dimandikan pagi.
Usahlah dipermain-mainkan dengan sanjungan yang berlebih-lebihan.
Usang dibarui, lapuk dikajangi.
Kebiasaan lama yang baik sudah dilupai orang dihidupkan kembali, mana-mana yang kurang baik diperbaiki.
Usul menunjukkan asal.
Sifat kelakuan seseorang itu menunjukkan asal keturunannya.
Usul-usul; asal-asal; asal jangan ditinggalkan.
Mengerjakan sesuatu hendaklah dengan hati-hati.
Utang (hutang) (pinjam) kayu ara.
Hutang yang tak mungkin terbayar.
Utang (hutang) biduk belum langsai, utang (hutang) pengayuh datang pula.
Hutang yang dulu belum dibayar, sudah berhutang lagi.
Utang (hutang) emas dapat (boleh) dibayar, utang (hutang) budi dibawa mati.
Budi baik orang haruslah diingat selama-lamanya, karena budi bahasa tak dapat dibayar dengan uang.
Utang (hutang) samir belum selesai, hutang kajang tumbuh pula.
Hutang yang dulu belum dibayar, sudah berhutang lagi.
Utang (hutang) sebelit (selilit) pinggang.
Sangat banyak hutangnya.
Utang (hutang) tembilang belum langsai, utang (hutang) tajak bila pula.
Hutang yang dulu belum dibayar, sudah berhutang lagi.
Utang (hutang) tiap helai bulu.
Sangat banyak hutangnya.
Utang darah dibayar dengan darah, utang nyawa dibayar dengan nyawa.
Kebajikan akan dibalas dengan kebajikan, sedangkan kejahatan akan di balas pula oleh kejahatan.
Utang jiwa di bayar dengan jiwa.
Semua perbuatan pasti akan mendapat balasan yang setimpal sesuai perbuatannya tersebut.
1


 

Copyright © 2013 Peribahasa - All Rights Reserved