Likes:
Abjad: A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z
 
Peribahasa Indonesia Abjad T
Kumpulan peribahasa bahasa Indonesia yang indah untuk hidup yang lebih baik. Baca dan dapatkan inspirasinya di bawah ini:
Tertangkap di air kalang.
Berhadapan dengan orang yang terhormat.
Tertangkap kain.
Seseorang yang berbuat zina dan tertangkap basah.
Tertangkap sama termakan tanah, terlentang sama terminum air.
Bersama dalam suka ataupun duka.
Tertarung kaki boleh diinai, tertarung hati susah diobati.
Hati terluka yang sukar diobati.
Tertimbuk-biduk dikelolakkan, tertumbuk kata dipikiri.
Bila mendapatkan kesulitan sebaiknya mencari jalan keluar hingga terlepas dari kesulitan tersebut.
Tertimbun dikais, terbenam di selam.
Sesuatu yang tersembunyi, diteliti dengan seksama.
Tertumbuk biduk dibelokkan, tertumbuk kala dipikiri.
Pantang menyerah, tidak perlu berputus asa.
Tertumbuk biduk dikelokkan, tertumbuk hati dikelokkan.
Orang yang sedang berusaha mencari pekerjaan dengan melakukan berbagai macam cara untuk mendapatkan hasil yang memuaskan.
Tertumpang di biduk tiris.
Menyerahkan dirinya pada orang yang miskin.
Tiada air sungai mengalir ke hulu.
Anak tidak akan membalas pengorbanan orangtuanya.
Tiada akan licin katak puru walaupun berhujan sekalipun.
Orang yang buruk rupa meskiun berpakaian mahal tetap tidak ada perubahan.
Tiada angin bertiup masakan daun kan bergoyang.
Yang berguna tetap tinggal, yang tidak berguna dibuang.
Tiada beban batu digalas.
Mencari kesukaran.
Tiada berpucuk di atas enau.
Seorang yang mengira dirinya adalah yang paling hebat.
Tiada berudang di balik batu.
Orang yang sangat sombong.
Tiada biduk karam sebelah.
Apabila salah seorang anggota kelurga menderita, maka seluruh anggota keluarga akan merasakan penderitaan tersebut.
Tiada buruk yang tak elok.
Jangan menyebarkan rahasia teman sendiri karena kebaikan suatu saat akan menjadi keburukan.
Tiada dibawa orang sehilir semuara.
Orang yang sudah tidak berguna lagi dalam masyarakat.
Tiada dibawa orang sehilir semudik.
Seseorang yang disishkan dalam pergaulan.
Tiada disangka akan karam, ombak yang kecil diabaikan.
Orang yang meremehkan masalah yang kecil.
Tiada ilmu suluh padam.
Tanpa ilmu jalan gelap dan orang mudah sesat atau terperosok.
Tiada kayu janjang dikeping.
Suatu hal yang tak dapat ditangguhkan.
Tiada kekal bunga di karrang.
Tidak ada kemewahan dan kemuliaan yang abadi.
Tiada kubang yang tiada berkodok.
Tiada negeri yang tiada keburukannya.
Tiada lepas dari bibir.
Suatu pekerjaan yang masih dalam perencanaan dan belum dikerjakan sama sekali.
Tiada mengetahui hulu hilirnya.
Tidak mengetahui ujung pangkalnya.
Tiada patah yang tak timpang.
Segala sesuatu menimbulkan bekas meskipun hanya sedikit.
Tiada ragam kunyit, resan serai.
Dua orang yang memiliki kesamaan.
Tiada rotan akar pun jadi.
Barang yang kurang pantas bisa saja dignakan jika barang yang bagus tidak tersedia.
Tiada teerbawa sekam segatang.
Sudah tidak mempunyai kekuatan lagi; sudah rapuh.
Tiada terbungkam tahi mata dengan empu jari.
Aib sanak saudara kita tentu kita pikul sendiri juga.
Tiada terempang peluru oleh ilalang.
Kehendak orang yang berkuasa tidak tertahan oleh orang yang lemah.
Tiada umpat yang membunuh, tiada sanjung yang mengenyang.
Jangan marah bila dicaci, jangan senang bila dipuji.
Tiang pandak hendak menyamai tiang panjang.
Ingin meniru gaya orang kaya, akhirnya menderita
Tiap gila tiap berkongkong, tiap mandi tiap bergosok.
Bila bekerja, pasti akan mendapatkan imbalannya.
Tiap-tiap celaka pasti ada gunanya.
Setiap musibah pasti ada hikmahnya.
Tiba di mata dipejamkan, tiba di perut dikempiskan.
Orang yang berat sebelah, tidak adil.
Tiba di perut dikempiskan, tiba di mata dipincingkan, tiba di dada dibusungkan.
Perbuatan yang tidak adil, pilih kasih.
Tidak ada kusut yang sehelai, tak ada keruh yang tak jernih.
Jika terjadi masalah dapat diselesaikan dengan seadil-adilnya.
Tidak ada kusut yang tak selesai.
Tidak ada persoalan yang tak dapat diselesaikan.
Tidak ada lalat langau.
Tak ada orang sama sekali di suatu tempat.
Tidak ada orang yang menggaruk keluar badan.
Orang yang berpihak pada keluarganya jika ada perselisihan.
Tidak ada pendekar yang tak bulus, tak ada juara yang tak kalah.
Orang yang pandai pun pasti akan berbuat kesalahan.
Tidak ada ribut masakan daun ta bergoyang.
Setiap perkara pasti ada yang menyebabkannya.
Tidak alang kepalang tanggung.
Tidak tanggung-tanggung.
Tidak berasak tuunas dari tunggal.
Kedudukan yang turun temurun dalam keluarga.
Tidak berdaging lagi.
Seseorang yang sudah tidak memiliki harta.
Tidak beringsut dari bibir.
Sesuatu yang selalu disebut-sebut karena terus-menerus diingat.
Tidak berisi lagi, tinggal koyakan.
Sudah tidak berdaya yang hanya menunggu kehancuran.
Tidak bernasi di balik kerak.
Orang yang suka memamerkan harta kekayaan orangtuanya.
Tidak bisa dipegang ekornya.
Orang yang tidak dapat dipercaya.
Tidak dapart menaruh muka.
Tidak berani bertemu muka dengan orang lain.
Tidak dibawa orang makan sejambar.
Orang yang dikucilkan karena keadaan atau perbuatannya.
Tidak dihambat akar dihambat dahan.
Melakukan pekerjaan yang tidak mengandung rintangan sama sekali sehinga berjalan lancar hingga selesai.
Tidak hujan lagi becek, ini kan pula hujan.
Tidak melakukan sesuatu saja sudah diperbincangkan orang apalagi bila benar-benar melakukan.
Tidak laku diikat.
Sesuatu yang tidak ada nilai atau harganya sama sekali.
Tidak mudah membuat kanji, kurang haru cirit-kambingan.
Berhati-hati dalam mengurus sesuatu karena bila tidak cermat urusan tersebut menjadi berantakan.
Tidak tahu alif.
Orang yang tidak bisa membaca da menulis.
Tidak tahu dikeluani orang.
Tidak sadar jika diperalat orang lain.
Tidak tanahnya akan menjadi padi.
Bukan karena fisiknya sesorang itu dianggap baik.
Tidak terindang dedak basah.
Suatu permasalahan yang teramat sukar dicari jalan pemecahannya.
Tidak terindang dedak berbiak lagi.
Seseorang yang tidak memiliki kemampuan dan tidak berdaya lagi.
Tidak terkayuhkan lagi biduk hilir.
Tidak mempunyai daya upaya lagi.
Tidak termakan peluru.
Orang yang sakti sehingga kebal senjata api.
Tidak usak kerbau oleh penyembelihnya.
Bila memiliki kelebihan harta hendaknya salalu berderma.
Tidakk tampak batang hidungnya.
Tidak muncul; tidak kelihatan.
Tidaklah gajah dapat ke tangan manusia.
Tak ada sesuatu pun yang mustahil atau langka, jika manusia mau dan berani usaha.
Tidaklah gajah yang besar da diam di hhutan itu ke tangan manusia.
Janganlah membesar-besarkan kekayaan orang lain, karena suatu saat kekayaan itu akan lenyap juga.
Tidur bertilam air mata.
Sangat sedih karena merindukan kekasih.
Tidur bertilam pasir.
Tidur di mana saja karena tidak memiliki tempat tinggal.
Tidur diatas miang.
Tidak tenang selalu gelisah.
Tidur orang alim lebih baik daripada puasa orang jahat.
Nasihat orang yang bijaksana lebih baik dari pada pemberian harta dari orang yang berperangai buruk.
Tidur tak nyenyak, makan tak kenyang.
Sangat gelisah, banyak pikiran.
Tikar emas bantal suasa sama dengan berbantalkan lengan.
Rumah yang mewah tetapi bukan milik sendiri, lebih jelek tetapi milik sendiri.
Tikus jatuh ke dalam gudang beras.
Orang yang sudah mendapatkan keuntungan tidak memberikan kabar.
Timbangan berat sebelah.
Keputusan yang tidak adil.
Tinggal di tabung diuntungkan, tinggal di aweh dikiraikan.
Segala sesuatu yang telah diberikan seluruhnya.
Tinggal jangat pembalut tulang.
Sangat kurus.
Tinggal keolpak salak.
Seseoranng yang menghabiskan kekayaannya, sehingga jayuh miskin.
Tinggal kulit pembalut tulang.
Orang yang memiliki fostur tubuh sangat kurus sekali.
Tinggal nadi.
Seseorang yang sakit parah dan hampir mendekati ajalnya.
Tinggal sehelai pinggang.
Tentang sesorang yang keadaannya sangat menderita dan melarat.
Tinggal tulang dengan kulit.
Badan yang kurus kering.
Tinggi banir tempat berlindung.
Orang yang berkedudukan tinggi merupakan tempat mengayom.
Tinggi di laga, rendah geleparnya.
Orang yang terlalu soombong, tetapi tidak ada buktinya.
Tinggi dianjang besar dilambuk.
Kebesaran sesorang karena dimuliakan anak buahnya.
Tinggi dianjung, besar dipupuk.
Seseorang yang menganggap dirinya sangat mulia.
Tinggi gelapur, rendah laga.
Banyak cakapnya tetapi tidak ada isinya.
Tinggi kayu ara dilangkahi, rendah bilang-bilang diseluduki.
Melakukan sesuatu hendaknya sesuai aturan dan kebiasaan yang berlaku meskipun hal itu tampak aneh.
Tinggi kayu ara dilompati, rendah bilang-bilang disyukuri.
Cara panggilan dalam sekaum disebabkan oleh perkawinan.
Tinggi tampak jauh, yang dekat julung bersua.
Pemimpin yang bertanggung jawab.
Tinggi terbawa oleh ruasnya.
Seorang pemalas yang masih bodoh meskipun sudah besar.
Titah dijunjung, perintah dijalankan.
Menuruti perintah pemimpin.
Titian biasa lapuk, janji bisa mungkir.
Janji tidak selamanya ditepati.
Tohok lembing ke semak.
Perbuatan yang sia-sia.
Tohok raja tidak dapat diledakakan.
Sukar menolak perintah orang yang berkuasa.
Tohok tunggang ke baruh.
Mudah mencelakakan orang yang di bawah perintahnya.
Tolak tangga berayun kaki, peluk tubuh mengajar diri.
Menyia-nyiakan kehidupan yang menyenangkan.
Tong kosong nyaring bunyinya.
Orang yang banyak bicara tetapi malas bekerja.
Tong penuh trak berguncang, tong setengah berguncang.
Orang yang pandai berdiam diri sedangkan orang bodoh banyak bicara.
PREV 1 2 3 4 NEXT


 

Copyright 2013 Peribahasa - All Rights Reserved