Likes:
Abjad: A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z
 
Peribahasa Indonesia Abjad T
Kumpulan peribahasa bahasa Indonesia yang indah untuk hidup yang lebih baik. Baca dan dapatkan inspirasinya di bawah ini:
Tangan kanan jangan percaya akan tangan kiri.
Jangan terlalu percaya kepada sahabat karena suatu waktu dia dapat juga mencelakakan diri kita.
Tangan mencencang bahu memikul.
Siapa bersalah harus berani menerima hukumnya.
Tangan singkat hendak mengulur.
Ingin menolong tapi tak berdaya.
Tangan yang celaka, kerja jatuh.
Mendapatkan kerugian karena sanak keluarga berbuat buruk.
Tangguk rapat, keruntung bubus.
Suami-istri yang tidak sesuai sifatnya.
Tarik puntung padamlah bara.
Perihal seseorang yang berbuat sesuka hatinya karena tidak ada yang membahayakan.
Taruh beras dalam padi.
Menyimpan rahasia dengan baik.
Tebal kulit muka.
Tak berperasaan.
Tebu setuntung masuk geraham gajah.
Pemberian sedikit kepada orang kaya sudah barang tentu tak dirasa olehnya..
Teduhkan di bawah betung.
Mendapatkan pertolongan yang tidak mencukupi.
Tegak berpaling, duduk berkisar.
Berubah dari apa yang telah dikatakan atau dijanjikan.
Tegak meninjau jarak, duduk meraut ranjau.
Perihal orang yang rajin.
Tegak pada yang datar.
Orang yang teguh memegang kebenaran.
Tegak seperti alif.
Orang yang memiliki pendirian kuat sehingga tidak mudah terpengaruh pendapat orang lain.
Tegak tapak bayang-bayang.
Tepat tengah hari.
Tegang dinanti kendur, keras dinanti lunak.
Untuk menyelesaikan pertikaian hendaklah dinanti saat kedua belah pihak reda kemarahannya.
Telaga di bawah gunung.
Istri yang mendatangkan kebahagiaan kepada suaminya.
Telaga mencari timba.
Seorang gadis yang mencari jodoh.
Telah baris berpahat, telah jalan yang tertutur.
Pekerjaan yang dilakukan telah usai dengan adat yang berlaku.
Telah busuk makan peda.
Melakukan sesuatu yang sudah terlambat.
Telah dapat gading bertua, terbuang tanduk kerbau mati.
Karena mendapat sesuatuu yang baru, maka yang lama diabaikan.
Telah karam maka ditimba.
Memberikan pertolongan kepada seseorang yang sudah tidak lagi membutuhkan bantuan.
Telah mati yang bergading.
Orang yang berkuasa dan disegani telah wafat.
Telah mendapat gading bertuah, terbuang tanduk kerbau mati.
Karena mendapat sesuatuu yang baru, maka yang lama diabaikan.
Telah menjadi darah daging.
Sulit mengubah sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan.
Telah meraba-raba tepi kain.
Orang yang menderita sakit parah.
Telah panas hari, lupa kacang akan kulitnya.
Seseorang yang melupakan jati dirinya.
Telah penuh sebagai sukat.
Habis kesabaran.
Telentang sama diminum airnya, telungkup sama termakan tanah.
Selalu bersama-sama dalam menjalani kehidupan.
Telentang sama menadah embun, tertiarap sama memakan pasir.
Sehidup semati nasib sepenanggungan.
Telinga rrabit dipasang gelang, kaki untuk dipakaikan gelang, jari kudung dimasukan gelang.
Memuliakan orang yang tak patut dimuliakan.
Telunjuk lurus, kelingking berkait.
Gambaran orang munafik, secara lahiriah tampak bersikap manis namun hatinya tidak dapat dipercaya.
Telunjuk mencolok mata.
Orang kepercayaan merusak sesuatu yang dipercayakan kepadanya.
Telur dua sebandung pecah satu pecah kedua.
Sehidup semati, seia sekata.
Tempat makan jangan diberaki.
Jangan membuat kejengkelan kepada orang yang telah memberikan kebakan kepada kita.
Tempayan tertiarap di air.
Orang yang tidak mau mendengarkan nasihat.
Tepuk berbalas, alang berjawat.
Perbuatan jahat dibalas dengan kejahatan dan kebaikan dibalas dengan kebaikan.
Tepuk dada tanya selera.
Pertimbangkan sesuatu sebelum melakukan pekerjaan.
Tepuk perut tanya selera.
Hendak bertanya dahulu kepada yang sudah berpengalaman sebelum mengerjakan sesuatu.
Tepuk sebelah tangan tidak akan berbunyi.
Perasaan cinta atau sayang tidak mungkin datang dari satu pihak.
Teracak bagai lembing tergadai.
Tentang seseorang yang merasa tertegun karena melihat sesuatu yang belum pernah dijumpai sama sekali.
Teralang-alang bagaikan sampah di mata.
Cemoohan dan hinaan yang tak dapat dilupakan.
Terang kabut tenanglah hari.
Sudah tenang kembali setelah kesusahannya berlalu.
Terang kabut, teduhlah hujan.
Telah senang kembali sehabis menderita.
Terapung sama hanyut, terendam sama basah.
Sehidup semati, seia sekata, senasib sepenanggungan.
Terapung tak hanyut, tenggelam tak basah.
Perkara yang tidak pernah berakhir.
Teras terhujam gubal melayang, bertingting bertampi beras, gubal melayang teras tinggal.
Keturunan bangsawan yang tetap dihormati sekalipun miskin.
Terbakar kampung kelihatan asap, terbakar hati siapa tahu.
Kita tidak dapat mengetahui isi hati seseorang.
Terbakar kampung kelihatan asap, terbakar hati siapa tahu.
Isi hati sesorang sulit ditebak.
Terbang bertumpu, hinggap mencekam.
Hidup di negeri orang mencari kaum kerabat.
Terbangkit batanng terendam.
Terangkat kembali nama-nama yang terlupakan.
Terbulang ayam betina.
Seseorang yang dikira pemberani ternyata penakut.
Tercacak bagai lembing tergadai.
Sangat terkesima (tertegun).
Tercencang puar, tergerak andilau.
Seseorang yang tidak disukai mengakibatkan salah satu anggota keluarga merasa sakit hati.
Terconteng arang di muka.
Mendapat malu, menyebabkan aib.
Terdorong gajah karena besarnya.
Melakukan perbuatan kurang baik dengan mudah karena memiliki kekuasaan.
Terendam sama basah, terampai sama kering.
Susah dan senang dialami bersama.
Tergali pada bajana emas.
Tertarik pada keuntungan besar.
Tergeser karena miang, terlanggar karena rebas.
Orang yang berkuasa tidak mau disalahkan oleh orang kecil.
Tergolek pada yang indah.
Mendapatkan musibah dari perkara kecil.
Terhengit-hengit bagaikan rumput di tengah jalan, mati segan hidup tak hendak.
Tentang orang yang hidup susah.
Terkalang di mata, terasa di hati.
Tidak mampumelahirkan kata-kata yang dapat dikenang dalam hati.
Terkatung-katung bagai biduk patah kemudi.
Orang yang sedang membutuhkan pertolongan namun tidak ada seorang pun yang mampu menolongnya.
Terkena luluk kandang kering.
Mendapatkan bencana pada peristiwa yang tidak ada sangkut pautnya dengan dirinya.
Terkena pada ikan bersorak, terkena pada batang masam.
Orang yang merasa bahagia karena bertemu ddengan seorang teman yang telah memberikan pekerjaan pada diriinya.
Terkilat ikan dalam air, tahu jantan atau betina.
Orang yang bijaksana sehingga mengetahui tanda-tanda baik dan buruknya.
Terkilat-kilat bagai katak disemburi.
Karena merasa heran dan tertegun sehingga tak bsa berbuat apa-apa.
Terlalu panggan jadi hangus.
Terlalu menyanjungi diri jatuh juga akhirnya.
Terlalu panggang hangus.
Setiap manusia memiliki kekeurangan maka janganlah menunjunjung diri.
Terlalu tinggi jatuh, terlalu panjang patah.
Seseorang yang meninggikan dirinya sesekali akan jatuh juga.
Terlampau cepat jadi lambat.
Pekerjaan yang dikerjakan dengan tergesa-gesa akhirnya jadi lambat.
Terlampau dikandang, mentah.
Sesuatu yang dilebih-lebihkan malah akan manjadi tidak bernilai.
Terlampau lurus kurus, terlampau cerdik terkedik.
Orang yang jujur sering dikelabuhi orang, begitu juga dengan orang yang cerdik, karena kecerdikannya maka ia sering diperdaya orang.
Terlangsung perahu boleh balik, terlangsung cakap tak dapat balik.
Sebelum mengucapkan suatu perkataan harus berhati-hati kalau sudah terlanjur tak dapat ditarik kembali.
Terlayang-layang bagai bulu berisi tanah.
Orang yang sangat tidak berdaya.
Terlentang sama makan abu, tengkurap sama makan tanah.
Kesetiaan dalam persahabatan atau percintaan sehingga ikhlas dalam menjalani hidup, baik suka maupun duka.
Terlihat ikan dalam air, tahu jantan atau betinanya.
Orang yang bijaksana sehingga mengetahui tanda-tanda baik dan buruknya.
Terlindung oleh sanggul.
Istri yang lebih berkuasa dibandingkan dengan suaminya.
Terloncat-loncat bagai ulat pinang.
Sangat gelisah.
Termakan cirit berendang.
Kepala keluarga yang takut pada istrinya.
Termakan hati pukang.
Perihal seseorang yang sangat pemalu sehingga tidak mau bertemu muka dengan orang lain.
Ternak gembala, parak berpagar.
Hendaknya menjaga dan memelihara harta dengan baik agar selamat.
Terpanggang bagai kodok dalam lubang.
Perihal seorang miskin yang mendapatkan kesusahan.
Terpanjat di hutan dadap.
Terperangkap dalam bahaya besar.
Terpaut bertali, teerlambang berlantak.
Adat istiadat yanng sudah mendarah daging dalam masyarakat.
Terpecak peluh di muka.
Malu sekali.
Terpelannting memilihi, tersesak malampungkan.
Orang tua harus menjaga keselamatan anak, istri dan harta.
Terpijak bayang-bayang.
Waktu siang hari kira-kira pukul 12.00
Terpijak benang arang, hitam tapak.
Berbuat jahat, jahatlah balasnya.
Terpijak di tanah kapur putih tapak, terpijak di tanah hitam arang hitam tapak.
Perbuatan yang baik baik pula akibatnya, perbuatan yang jahat jahat pula akibatnya.
Tersaukkan ikan suka, tersakkan batang masam.
Jika mendapatkan keuntungan akan bersenang-senang, jika mendapatkan kerugian sedihnya bukan kepalang.
Tersendeng-sendeng bagai sepat di bawah mengkuang.
Orang kecil ingin mendekati orang besar, tetapi malu.
Tersesak bagai undang kepada yang runcing, tak dapat bertenggang lagi.
Orang yang tidak berdaya lagi.
Tersesak padang ke tebing.
Orang yang telah kehabisan akal dalam menghadapi suatu perkara.
Tersesat padang ke rimba.
Ikhtiar habis, tak ada upaya lagi.
Tersinggung lebih bagai kena.
Orang yang cepat marah.
Tersingit-singit bagai katung di bawah raba.
Orang kecil yang merasa segan dan selalu merendahkan diri bila berhadapan dengan orang yang mulia.
Tersuruh kepada orang yang akan pergi terimbau pada orang yang aka datang.
Seseorang yang memerintahkan orang lain untuk melakukan sesuatu yang sangat diharapkannya.
Tertanam di biji hampa.
Jika salah langkah dalam usaha takkan dapat mencapai tujuan.
Tertangguk pada ikan dikeruntungkan, terangguk pada ular dikeruntungkan juga.
Keputusan yang telah pasti harus diterima.
PREV 1 2 3 4 NEXT


 

Copyright 2014 Peribahasa - All Rights Reserved