Likes:
Abjad: A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z
 
Peribahasa Indonesia Abjad S
Kumpulan peribahasa bahasa Indonesia yang indah untuk hidup yang lebih baik. Baca dan dapatkan inspirasinya di bawah ini:
Seperti melukut di tepi gantang.
Hatinya bersedih karena tidak dapat menolong keluarganya.
Seperti melukut di tepi gunung, keluar tidak mengurangi, masuk tidak memenuhi.
Tak berdaya ketika keluarganya membutuhkan pertolongan.
Seperti memalu ular dengan benih, ular jangan mati, benih jangan rusak.
Hukum yang sangat adil.
Seperti membangkitkan bangkai ular.
Mengungkit-ungkit perkara yang sudah dilupakan sehingga menimbulkan perselisihan.
Seperti memegang tali layang-layang.
Orang berkuasa yang dapat berbuat sekehendak hatinya terhadap orang lemah.
Seperti menarik rambut dalam tepung, rambut jangan putus, tepung jangan bergoyang.
Di dalam memutuskan sesuatu sangat sulit dan membuatuhkan kesabaran dan keuletan.
Seperti menegakkan benang basah.
Suatu pekerjaan yang sia-sia.
Seperti menepung tiada betas.
Pekerjaan yang dilaksanakan tanpa kepandaian yang cukup jarang sempurna.
Seperti menggantang anak ayam, masuk dua keluar tiga.
Perbuatan yang merugikan.
Seperti mentimun dengan durian, menggolek rusak, kena golek binasa.
Perlawanan yang tidak sebanding, antara orang yang lemah dan orang yang kuat, antara orang yang bodoh dan orang yang pandai.
Seperti menuangkan minyak tanah dalam api.
Menambah keruh suasana.
Seperti minyak dengan air.
Orang yang tidak bisa bersatu.
Seperti monyet dipakaikan sutra.
Tidak dapat menghargai sesuatu yang diberikan kepadanya.
Seperti negeri dikalahkan garuda.
Daerah yang sepi karena ada gangguan.
Seperti ombak darat jolong menurun.
Tercengan-cengang, seperti orang desa masuk kota.
Seperti orang mabuk gadung.
Orang yang lemah karena kehabisan tenaga.
Seperti orang mati bila tiada orang yang mengankat bilakah bergerak.
Orang yang lemah tidak berdaya, jika tidak ada orang yang menolong akan bertambah susah.
Seperti orang mati jika tidak diangjat tidak bergerak.
Orang miskin yang membutuhkan pertolongan.
Seperti orang penghisap candu, dengan candu sampai mati.
Kebiasaan yang jelek sukar untuk ditinggalkan atau dihilangkan.
Seperti pacat kenyang.
Orang yang tidak tahu diri, setelah makan tidak berterima kasih, langsung pergi begitu saja.
Seperti pacat melompat.
Orang yang suka membungakan uang. Lintah darat makan riba.
Seperti padi hampa, makin lama makin mencongak.
Orang yang bodoh, makin lama makin sombong dan makin besar omongannya.
Seperti paru dengan kepak.
Perhal dua orang atau kelompok yang semufakat saling bantu-membantu.
Seperti pelandak lepas dari jerat.
Terlepas dari sengsara.
Seperti peluru dua setuangan.
Sesuatu yang memiliki berbagai kesamaan.
Seperti perahu tidak berjuragan.
Suatu organisasi atau perkumpulan yang tidak berpemimpin.
Seperti pikat kehilangan mata.
Bingung tak karuan. Kehilangan akal.
Seperti pinang pulang ketampyk.
Sesuai benar.
Seperti pinggan dengan mangkuk, salah sedikit hendak berantuk.
Pertengkaran suami-istri adalah hal biasa dalam rumah tangga.
Seperti pinggan putih retak sedikit kelihatan.
Berhati-hati dalam menjaga kehormatan diri karena bila mendapat cela sedikit saja akan terlihat.
Seperti polong kena sembur.
Lari ketakutan.
Seperti pucuk dengan pelepah.
Sama juga.
Seperti pucuk eru, ke mana angin yanng keras ke sana condongnya.
Seseorang yang tak berpendirian dan selalu mencari hal-hal yang menguntungkan baginya.
Seperti puyuh mau yang betina dari yang jantan.
Istri yang membanting tulang sedangkan suaminnya hanya bersenang-senang saja.
Seperti rusa masuk kampung.
Orang yanng yang sangat kagum melihat sesuatu.
Seperti santan dengan tenggulli.
Cocok benar; kena benar.
Seperti sebuah biji tersesat dalam rrumput.
Sesuatu yang sangat kecil.
Seperti sembunyi puyuh, kepada tersorok, ekor kelihatan.
Orang yang memiliki suatu rahasia dan menyangka rahasia tersebut tidak diketahui orang lain, padahal semua orag sudah mengetahui.
Seperti sendok dengan periuk sentuh-menyentuh.
Adakalanya terjadi perselisihan dengan sahabat.
Seperti si buta baru melihat.
Orang yang baru mendapat kekayaan menjadi sombong.
Seperti si cebot hendak mencapai bulan.
Suatu keinginan yang tak mungkin tercapai.
Seperti sir in pulang ke gagangnya.
Kembali pada keadaan aslinya.
Seperti sumpit ditegakkan.
Olok-olok bagi gemuk yang berjalan sangat lamban.
Seperti sutra dalam lukisan.
Benda atau sesuatu yang sangat indah dan menarik.
Seperti tabuhan dalam tukil.
Orang berbicara kurang jelas seperti bunyi lebah dalam tabung bambu.
Seperti talam dua muka.
Bermuka dua, mendua hati.
Seperti tebu, airnya dimakan, ampasnya dibuang.
Perkataan orang harus dipilah, mana yang baik dan mana yang buruk.
Seperti tempayan tertiarap.
Orang bebal yang mau mengikuti nasihat.
Seperti tikus jatuh di beras.
Memperoleh kedudukan yang mewah.
Seperti tikus jatuh ke beras.
Orang yang terlalu gembira.
Seperti tikus masuk perangkap.
Sangat gelisah.
Seperti tikus masuk roman.
Orang yang kecewa karena tidak terpenuhi keinginannya.
Seperti tudung dengan delamak.
Tidak dapat bercerai lagi.
Seperti tulis di atas air.
Sia-sia menasihati orang jahat karena tidak mengubah tabitatnya.
Seperti tuma, di kain putih, dia putih, di kain hitam, dia hitam.
Orang yang pandai menempatkan diri dalam pergaulan.
Seperti ular dicubit ekor.
Orang yang mudah sekali marah.
Sepuluh batang bertindih, yang bawah juga yang luluh.
Sesuatu perkataan yang tidak sesuai dengan kenyataan yang membuat orang lain terkucilkan.
Sepuluh kapal datang, anjing pun bercawat ekor.
Gambaran orang yang mempertahankan tradisi dan tidak mau diajak maju.
Serak tak sudah.
Wanita yang sangat gemuk sehingga tak berpinggang.
Serasa di liang lahat.
Seseorang yang sedang ditimpa kemalangan yang sangat dalam.
Serba guruh serba putus.
Karena mengingat sesuatu, pekerjaan yang ada dilakukan dengan tergesa-gesa tanpa menggunakan alat sama sekali.
Serigala berbulu domba.
Orang jahat yang berpura-pura baik.
Sering bertukar jalan, sering bertukar sebut.
Beberapa orang yang memiliki tujuan sama namun caranya yang berbeda.
Serta lalu kucing, tikus tiada berdecit lagi.
Seseorang yang merasa ketakutan.
Seruas tebu yang berulat, sebatang yang dibuang.
Seluruh keluarga menanggung malu akibat perbuatan seseorang.
Serumpun bagai serai, tentu maung.
Seia sekata.
Serumpun bagai serasi, seliang bagai tebu.
Suka dan duka dihadapi bersama-sama.
Serupa paham perempuan.
Orang yang suka mencampuri urusan orang lain.
Sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tiada gunanya.
Hendaklah berfikir semasak-masaknya sebelum membuat sesuatu keputusan.
Sesal dahulu yang bertuah, sesal kemudian yang celaka.
Dalam menjalankan sesuatu hendaknya dipikirkan akibatnya agar tidak mendapat celaka.
Sesat di ujung jalan, balik ke pangkanlnya.
Agar tidak mengulangi apa yang telah dikerjakan seharusnya direncanakan terlebih dahulu.
Sesat di ujung jalan, lebih baik ke pangkal jalan.
Jika tahu perbuatan yang kita lakuka salah, sebaiknya cepat kembali ke jalan yang benar.
Sesipai bagai lidi.
Sehidup semati, seia sekata, senasib sepenanggungan.
Sesiuk kuaran terbang, selayang kuda berlari.
Rumah adat yang panjang dan besar.
Setajam-tajamnya parang, tajam juga mulut orang.
Perkataan yang tajam melebihi tajamnya senjata.
Setali tiga uang.
Sama saja, tidak ada bedanya.
Setampar seemas, dua tampar seemas, baik ditampar benar.
Janganlah berbangga hati atas kelakuan jahat yang sudah dilakukan.
Setapak jangan lalu, setapak jangan surut.
Pendirian yang kuat.
Setelah hujan akan panas jua.
Setiap penderitaan akan berakhir dengan kebahagiaan.
Setempuh lalu, sebondong surut.
Tetap bersatu, kompak.
Setiap tunas akan tumbuh ke atas dan akar akan tumbuh ke bawah.
Sudah menjadi hukum alam, sesuatu yang sudah wajar.
Setinggi-tingginya melanting, jatuh juga ke tanah.
Sejauh-jauhnya orang merantau kembalinya ke kampung halamannya juga.
Setinggi-tingginya terbang bangau hinggap di bubungan juga.
Sejauh-jauhnya orang merantau, akan pulang ke negeri asalnya.
Setolok bagai gelang setempa bagai cincin.
Perihal suami istri yang sangat sepadan.
Seukur berbaur, bertopang bercerai.
Seorang suami yang sedang bertengkar dengan istrinya.
Seumpama telur sesarang dierami induknya.
Anak yang maju dan sukses karena mendapatkan bimbingan dan didikan dari orang tuanya.
Seumur-umur belum pernah megalami.
Belum pernah sekalipun merasakan atau mengalami.
Si bungsu pengindang antah.
Anak yang tiada dapat dimanjakan, karena hidup miskin.
Sia-sia menjaring angin.
Mengerjakan sesuatu yang mustahil diraih.
Sia-sia utang tumbuh.
Pekerjaan yang dilakukan tidak hati-hati akan mendatangkan bahaya.
Sial bercampur malang.
Bernasib sangat naas.
Siang bagai hari, terang bagai bulan.
Perihal kasus atau perkara yang sudah jelas.
Siang bernapas, malam berembun.
Seseorang yang sangat miskin dan tidak mempunyai rumah.
Siapa berkotek siapa bertelur.
Orang yang berbuat kesalahan biasanya menjadi orang pertama yang bicara tentang suatu kesalahan.
Siapa bermakan lada, ialah berasa pedas.
Barang siapa merasa bersalah akan tersinggung.
Siapa cepat boleh dulu, siapa kemudian putih mata.
Yang dahulu datang dahulu ditolong, yang kemudian datang kemudian pula ditolong.
Siapa cepat dialah yang dapat.
Berusaha dengan cepat untuk mendapatkan sesuatu.
Siapa cerdik naik tinggi, siapa calak menang terhitung.
Orang yang pandai berbicara untuk menutupi kesalahannya, sehingga orang lain akan percaya bahwa ia benar.
Siapa gatal, dia yang menggaruk.
Orang yang berbuat harus bertanggung jawab. Bila mempunyai suatu keinginan harus mau berusaha.
Siapa lama tahan, menang.
Apabila bekerja dengan tekun dan rajin tidak tergesa-gesa lama-kelamaan kerja yang sulit sekalipun akan selesai juga dengan baik.
PREV 1 2 3 4 5 NEXT


 

Copyright 2013 Peribahasa - All Rights Reserved