|
|
|
|
Peribahasa Indonesia Abjad
S |
|
|
|
Kumpulan peribahasa bahasa Indonesia yang indah untuk hidup yang lebih baik.
Baca dan dapatkan inspirasinya di bawah ini:
Sabuung selepas hari petang.
Tetap harus berusaha walaupun berkali-kali jatuh bangun di dalam usahanya. |
Sahaja basahan jadi air mandi.
Orang yang berusaha menutupi kesalahannya, padahal semua orang sudah mengetahuinya. |
Sakit hati berulam jantung.
Perasaan seseorang yang sangat sedih. |
Sakit kepala panjang rambut, patah selera banyak makan.
Orang yang sedang berpura-pura di depan orang lain. |
Sakit sama mengaduh, luka sama menyiuk.
Sikap yang saling setia, sehidup semati, senasib sepenanggungan, seia sekata. |
Salah bunuh memmberi balas, salah cencang memberi pampas.
Suatu hukuman yang diberikan harus sesuai dengan perbuatannya. |
Salah cencang memberi pampas, salah bunuh memberi bangun.
Salah mengerti orrang lain yang berakibat fatal. Hukuman seharusnnya diberikan seasuai dengan perbuatannya. |
Salah cetok melantingkan.
Melakukan pekerjaan hendaknya sewajarnya, bila tidak akan susah. |
Salah cotok berkerudung paruh, salah telan belah perut.
Berat dan ringannya suatu hukuman disesuaikan dengan perbuatannya. |
Salah cotok melantingkan.
Jika telah melakukan kesalahan maka harus memperbaiki diri. |
Salah gelok hulu malang, pandai berrtenggang hulu baik.
Akan celaka diri sendiri jika kurang berhati-hati dalam menjalankan kewajiban. |
Salah lebur sama binasa.
Selalu seia sekata senasib dan sepenanggungan; sehidup-semati. |
Salah makan memuntahkan, salah tarik mengembalikan, salah langkah surut kembali.
Apabila sudah mengetahui kesalahan yang telah diperbuat, hendaknya segera diperbaiki. |
Salah wesel.
Orang yang salah mengerti dalam membicarakan orang lain. |
Salai tidak berapi.
Perempuan hamil yang ditinggalkan suaminya. |
Salangkan bah kapar yak hanyut, ini kemarau panjang.
Pada saat memiliki penghasilan saja tidak dapat memenuhi kebutuhannya, apalagi bila tidak berpenghasilan sama sekali. |
Sama naik bagai gelombang, sama turrun bakk kapencong.
Dua hal atau kejadian yang sama keadaannya. |
Sama rasa sama rata.
Segala suka dan duka ditanggung bersama. |
Sama turun dengan malim.
Bercerai dengan suaminya setelah menikahi hanya satu bulan. |
Sambang jala terletak, laut kering ikan terhempas,
Usaha yang telah membawa hasil. |
Sambang jala terletak, laut kering terhempas.
Suatu usaha yang sudah berhasil. |
Sambang penuh jala terletak, laurt kering ikan terhempas.
Melakukan suatu pekerjaan yang hasinya sangat memuaskan. |
Sambil berdendang biduk hilir.
Melakukan dua pekerjaan sekaligus. |
Sambil berdendang nasi masak.
Mengerjakan suatu pekerjaan, sesuai pula pekerjaan yang lain. |
Sambil berdiang nasi masak, sambil beredendang biduk hilir.
Orang yang bijaksana itu dalam sekali waktu dapat menyelesaikan dua, tiga perkerjaan. |
Sambil diang nasi masak.
Sekali menggarap suatu tugas, dua tiga maksud sekaligus tercapai. |
Sambil menyelam minum air, sambil menyeruduk galas lalu.
Sekali bekerja, dapat menyelesaikan beberapa pekerjaan. |
Sambil menyelam minum air.
Mengerjakan dua tiga pekerjaan sekaligus dalam satu waktu. |
Samir tak habis, kajang pula.
Belum membayar utang lama sudah hendak berutang lagi. |
Sampah jangan ditendang sepak.
Jangan menganggap rendah orang yang miskin. |
Sampai titik darah yang penghabisan.
Sampai meninggal. |
Sampan ada pengayuh tidak.
Keinginan yang tidak sesuai dengan keadaan dirinya. |
Sampan upih berdayung bilah.
Mengerjakan sesuatu dengan peralatan yang tidak memadai. |
Samun berdarah dingin.
Sebuah masalah harus diputuskan setelah ada bukti. |
Samun sakal berdarah tangan.
Kejahatan yang harus dihentikan. |
Santan masak pasu, ampasnya tumpah ke tanah.
Orangtua yang membeda-bedakan anaknya. |
Saputangan menali ayam.
Keadaan orang yang hidupnya sangat miskin. |
Sarak itu adik mati.
Seseorang yang sedang merindukan sesuatu hingga jatuh sakit. |
Sarang tabuhan jangan dijolok.
Jangan cari bahaya. |
Sarang unam dimasuki ketam jadi umang-umang.
Menyamar untuk mempedayai orang lain. |
Sarap sehelai dituilkan, batu sebungkah digulingkan.
Sangat teliti dalam pemeriksaan |
Satu bertelur, ayam sekandang ikut ribut.
Satu orang yang mendapat kesusahan atau keberuntungan, semua orang membicarakannya. |
Satu biduk nahkoda dua.
Bila dalam satu perusahaan terdapat dua pemimpin, pasti tidak beres. |
Satu jentik sepuluh rebah.
Keuntungan yang telah diperoleh, jangan disia-siakan. |
Satu juga gendang berbunyi.
Tidak berubah, selalu sama saja. |
Satu nyawa dua badan.
Suami setia terhadap istrinya. |
Satuu pintu bila tertutup, sepuluh pintu lagi kan terbuka.
Perkara yang telah tersebar luas. |
Sauk air mandikan diri.
Orang yang hidup di atas usaha sendiri. |
Sawah berpematang, ladang berbintralak.
Orang miskin yang berpenampilan seperti orang kaya. |
Sawah luas tahan tua, rumah gedang tahan tonggak.
Dalam hal meminjam uang harus ada jaminannya. |
Sayang aak badak tampung, cucu konon badak raya.
Orang yang mengaku keturunan bangsawan. |
Sayang akan baju, badan binasa.
Karena sayang terhadap keluarganya, ia celaka. |
Sayang akan garam secacah, dibusukkan kerbau seekor.
Karena tak mau mengeluarkan biaya sedikit, menjadi rugi besar. |
Sayang anak, tangan-tangani, syang bini tinggal-tinggalkan.
Anak dan istri yang selalu dituruti kemauannya akan menjadi sombong. |
Sayang buah kepayang dimakan mabuk dibuang sayang.
Sesuatu keadaan yang dalam serba salah. |
Sayang di anak dilecut, sayang negeri ditinggalkan.
Memberikan kasih sayang kepada seorang anak bukan berarti memanjakannya. |
Sayang garamsecacah, busuk kerbau seekor.
Mengalami kerugian besar karena takut melakukan sesuatu. |
Sayap patah bertongkat paruh.
Pantang berputus asa. |
Sebab berkelahi jangan perigi akhirnya mati dahaga.
Sia-sia saja melawan orang yang berkuasa. |
Sebab budi boleh kedapatan.
Nama baik tercemar akibat perbuatan jelek. |
Sebab karena cendrawasih, merak emas dilepaskan.
Mengharapkan suatu keberuntungan besar yang belum tentu terjadi, harta yang sudah didapatkan disia-siakan. |
Sebab kasih akan bunga setangkai, dibuang bunga seceper.
Karena sangat sayang kepada seseorang, disia-siakanlah kawan yang bayak. |
Sebab mutiara sebiji, lautan dalam diselam orang.
Orang yang berilmu itu biar di mana pun ia tinggal tetap dicari orang. |
Sebab nila setitik rusak susu sebelanga.
karena kejahatan yang sedikit semua kebaikan menjadi rusak. |
Sebab pijat-pijat tuma mati.
Mendapatkan kesusahan karena bersahabat dengan orang yang jahat. |
Sebab pulut santan binasa, sebab mulut badan binasa.
Kecelakaan yang timbul akibat terlepas cakap. |
Sebab tiada tahu menari dikatakan tanah lembab.
Mengatakan alatnya rusak padahal tidak mampu mengerjakannya. |
Sebagai ayam diasak malam.
Perihal seseorang yang tak berdaya. |
Sebagai cendawan dibasuh.
Seseorang yang memilki penyakit keras. |
Sebagai duri landak.
Jari yang kecil dan runcing. |
Sebagai kunyit dengan dapur.
Mudah dan lekas bersatu. |
Sebagai si bisa mimpi terasa ada terkatakan tidak.
Seseoran yang tidak dapat menyampaikan maksud dan isi hatinya kepada orang lain. |
Sebaik-baik tinggal di rantau, baikmjuga di negeri sendiri.
Samakmur-makmurnya tinggal dinegeri orang, lebih baik tinggal di negeri sendiri. |
Sebelum ajal berpantang maut.
Tidak akan mati sebelum tiba ajalnya. |
Sebelum ajal berpantang-pantang mati.
Hidup dan mati seseorang hanya Tuhan yang dapat menentukan. |
Sebelum ajalnya pantang mati.
Tidak mau berhenti sebelum berhasil. |
Seberapa panjang sarungnya begitulah panjang matanya.
Perangai yang baik atau jahat menunjukkan sedikit atau banyak ilmu seseorang. |
Seberapa tajam parang, masih tajam mulut manusia.
Suatu perkataan akan lebih menyakitkan dari pada terkena senjata tajam. |
Seberat-berat beban, laba jangan ditinggalkan.
Betapun beratnya suatu pekerjaan, janganlah ditinggalkan karena akan memberikan keuntungan yang besar. |
Seberat-berat kayu, terapung juga di air.
Sebesar-besarnnya suatu permaslahan pasti ada jalan keluarnya. |
Sebesar-besar bumi dilempar tak kena.
Perkara yang tampak mudah, namun dulit dipecahkan. |
Sebuah lesung, seekor ayam gedangnya.
Setiap rapat pasti mempunyai seorang pemimpin, sebagai pelindung dari bencana kerabat lain. |
Sebusuk-busuk daging dikincah dimakan juga, seharum-harum tulang dibuang.
Jika keluarga yang berbuat salah akan dimarahi, tetapi setelah itu diampuni. Jika orang lain tidak dimaafkan. |
Sebusuk-busuk telunjuk, telunjuk juga mencolek tahi mata.
Sejahat-jahatnya kaum keluarga, kalau sesorang dihina seluruh keluarga akan menutut balas. |
Sebut aku pasti datang, sebut dia penantian.
Hendaknya menggunakan barang yang sudah ada. |
Secicip bagai ayam, sedncing bagai besi.
Suka dan duka dialami bersama, senasib sepenanggungan. |
Sedangkan bah kapur tak hanyut, ini pula kemarau panjang.
Selagi masih ada mata pencaharian tidaklah kaya, apalagi tidak memilikki mata pencaharian. |
Sedangkan cacing diinjak bergerak apalagi manusia.
Selemah-lemahnya orang bila terus dihina akan melawan. |
Sedangkan gajah yang besar dan berkaki empat lagi terkadang tersrondong dan jatuh tersungkur ke bumi.
Orang yang ada kalanya kehilangan kebesarannya, karena itu jangan mengagung-agungkan kebesaran yang dimiliki. |
Sedangkan pucuk lagi tak merah, konon pula selerranya.
Dalam keadaan berkecukupan saja kikir apalagi bila dalam keadaan miskin. |
Sedangkan tupai lagi gawal.
Orang yang sangat ahli sekalipun dapat berbuat kesalahan. |
Sedap dahulu pahit kemudian.
Bersenang-senang dahulu, akhirnya mendapatkan kesusahan. |
Sedap manis jangan ditelan, pahit jangan segera dimuntahkan.
Berpikir sebelum melakukan sesuatu agar tidak mendapat kesusahan. |
Sedatar saja lurah dengan bukit.
Tidak membeda-bedakan antara kaya dan miskin. |
Sedekat-dekat tepi kain, dekat juga dengan bebat.
Sedekat-dekatnya orang lain, masih lebih dekat keluarga sendiri. |
Sedencing bagai besi, seciap bagai ayam.
Mengerjakan sesuatu bersama-sama. |
Sedepa jalan ke muka, selangkah jalan kedepan.
Berusaha sesuai dengan kemampuan demi mencapai harapan. |
Sedepa tanduk yang datang, sejengkal tanduk yang menanti, payah juga yang datang
Lebih sukar mengadu nasib di negeri orang dari di negeri sendiri |
Sedia payung sebelum hujan
Berjaga-jagalah sebelum terjadi sesuatu yang membahayakan |
Sedikit bicara banyak bekerja
Tidak perlu banyak bicara, buktikan dalam perbuatan |
|
|
|