Likes:
Abjad: A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z
 
Peribahasa Indonesia Abjad N
Kumpulan peribahasa bahasa Indonesia yang indah untuk hidup yang lebih baik. Baca dan dapatkan inspirasinya di bawah ini:
Nafsu tidak bertepi.
Keinginan hati manusia tidak ada batasnya.
Nafsu tidak bertepi.
Keinginan hati manusia tidak ada batasnya.
Nafsu-nafsu, raja di mata sultan di hati.
Menuruti kehendak hati sendiri.
Naga ditelan ular lidi.
Anak orang bangsawan kawin dengan orang kebanyakan.
Naik basuh kaki saja.
Mengerjakan sesuatu pekerjaan dengan mudah.
Naik dari janjang, turun dari tangga. (janjang = jenjang.)
Membuat sesuatu pekerjaan menurut aturannya.
Naik di janjang, turun di tangga.
Membuat sesuatu pekerjaan menurut aturannya.
Naik ke rumah bercuci kaki saja.
kawin dengan tidak kena belanja apa-apa.
Naik melompat, turun terjun.
Hendak memperoleh kejayaan selalunya lambat, tetapi hendak jatuh mudah sekali.
Naik membilang anak tangga turun selangkah jejaklah ke bumi.
Hendak memperoleh kejayaan selalunya lambat, tetapi hendak jatuh mudah sekali.
Naik seperti Kelip-kelip, turun seperti ribut.
Hendak memperoleh kejayaan selalunya lambat, tetapi hendak jatuh mudah sekali.
Naik tak bertangga, turun tak berpintu.
Melakukan sesuatu perbuatan yang salah.
Naik tangga dari bawah.
Menurut derajat (darjat) dan kedudukan masing-masing; menurut aturan yang lazim.
Nak ditelan termengkelan, nak diludah tak keluar.
Dalam keadaan yang serba salah.
Nak kaya berdikit-dikit, nak ramai bertabur urai.
Jimat dan cermat tangga kekayaan, murah hati tangga tuah.
Nak menangguk ikan, tertangguk ke batang.
Hendak laba, langsung jadi rugi.
Nak tahu jahat orang tanyakan kepada seterusnya, nak tahukan baik orang tanyakan kepada sahabatnya.
Kejahatan dapat diketahui daripada musuh, kebaikan dapat diketahui daripada sahabat.
Nampak gabak di hulu.
Ada tanda-tanda yang menunjukkan akan terjadi sesuatu hal.
Nampak kulitnya tahulah isinya.
Pada rupa muka atau gerak gerinya tahulah kita akan sifatnya.
Nan berat tidak terpikul, nan ringan tidak terjinjing.
Sudah terlalu tua tidak terturutkan lagi ke hilir ke mudik.
Nan berseluk urat, nan berjumbai akar, nan berlambai pucuk. (seluk = lilit, belit; lambai = berayun-ayun turun naik.)
Kaum keluarga itu sekalipun sudah berjauhan tetapi perhubungan masih tetap ada.
Nan dekat panggilan tiba, nan jauh kulangsing lepas. (kulangsing = sirih pemanggil.)
Adat panggil memanggil; yang dekat dipanggil dengan mulut, yang jauh-jauh dikirimi surat.
Nan dimaksud sampai, nan diamal pecah.
Sudah tercapai apa-apa yang dicita-citakan. (amal = idaman, cita-cita.)
Nan lurah (= rendah) juga diturut air.
Orang yang kaya juga yang bertambah-tambah kekayaannya.
Nan pekak pelepas bedil, nan buta pengembus lesung, nan bisu penggera ayam, nan lumpur penghuni rumah.
Tiap-tiap orang itu ada dengan gunanya; simbol persatupaduan yang kukuh. (penggera = orang yang menyergah, menggertak.)
Nasi basi penolak nafsu.
Putus kasih oleh sebab telah lama atau karena perselisihan; orang tua yang melarat hidupnya.
Nasi basi penolak nafsu.
Putus kasih oleh sebab telah lama atau karena perselisihan; orang tua yang melarat hidupnya.
Nasi disaji pula digaduhkan, padi di ladang dilanyak gajah tidak disusahkan.
Belanja yang sedikit yang digaduhkan, sedangkan belanja yang besar tidak dihiraukan.
Nasi masak periuk pecah.
Hukuman yang sudah putus tak dapat dibanding (diapel) lagi.
Nasi sama ditanak, kerak dimakan seorang.
Kerja sama-sama dilakukan, keuntungan diambil seorang diri.
Nasi sedap gulai mentah, gulai sedap nasi mentah.
Pekerjaan yang tidak sempurna.
Nasi sudah menjadi bubur.
Sudah terlanjur, tak dapat diubah lagi.
Nasi tak dingin, pinggan tak retak.
Cermat melakukan sesuatu pekerjaan.
Nasi tersaji di lutut.
Keuntungan yang diperoleh dengan mudah.
Nasi tersenduk tidak termakan.
Tidak dapat merasainya, meskipun sudah diperoleh; belum menjadi rezeki.
Nasib penyapu, banyak jasa turun darjat.
Terlalu banyak membuat kebajikan sehingga merusakkan diri sendiri.
Negeri besar, rumah besar, berapa pun panjang perian takkan terantuk.
Orang kaya yang murah hati, biarpun banyak orang yang meminta pertolongan tiadalah ia akan jadi miskin.
Neraca berbatu intan.
Hukuman yang seadil-adilnya.
Neraca palingan Allah, mata palingan setan.
Pendirian orang mudah berubah atau selalu berubah-ubah.
Neraca palingan bungkal, hati palingan Tuhan.
Pendirian orang mudah berubah atau selalu berubah-ubah.
Neraca yang palingan, bungkal yang piawai.
Hakim yang sangat adil. (piawai = pandai, cakap.)
Niat di hati hendak memeluk gunung, sudah terpeluk biawak celaka (= sial).
Berhajat kepada sesuatu yang baik, tiba-tiba yang buruk pula diperoleh.
Niat hati hendak memancing ikan, tak mau membuang umpan.
mau mendapat keuntungan tetapi tidak mau berugi.
Niat hati hendak memancing temenung, sudah terpancing ikan setoka.
Lain yang dihajati, lain yang diperoleh.
Niat hati nak getah bayan, sudah tergetah burung serindit.
Lain yang dihajati, lain yang diperoleh.
Niat hati nak peluk gunung, apakan daya tangan tak sampai.
Ingin akan sesuatu yang besar tetapi tidak berdaya mencapainya, karena kekurangan alat.
Nibung bangsai bertaruk muda. (bangsai = rapuh dan buruk.)
Orang tua yang berlagak muda.
Nikah maharaja bumi (= Boma).
Nikah tanpa belanja.
Nyamuk lepas pijat-pijat kena pirik.
Mendapat celaka karena kesalahan orang lain. (pirik = memipis, menumbuk lumat-lumat.)
Nyamuk mati, gatal tak lepas.
Menaruh dendam kepada orang yang berbuat jahat, meskipun yang jahat itu sudah dihukum.
Nyawa bergantung di hujung kuku (= rambut).
Dalam keadaan yang sangat berbahaya.
Nyiur setandan tetapi berlain-lain jadinya.
Walaupun anak-anak itu daripada seibu sebapa tetapi tabiatnya jauh berbeda.
1


 

Copyright 2014 Peribahasa - All Rights Reserved