Likes:
Abjad: A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z
 
Peribahasa Indonesia Abjad L
Kumpulan peribahasa bahasa Indonesia yang indah untuk hidup yang lebih baik. Baca dan dapatkan inspirasinya di bawah ini:
Lapuk oleh kain sehelai.
Beristeri atau bersuami hanya seorang saja, tidak bercerai-cerai dan tidak diduakan.
Lapuk-lapuk diganti, usang-usang dibarui.
Adat atau peraturan yang tak baik diganti atau diperbaiki.
Laut budi tepian akal (= ilmu).
Orang cerdik pandai atau cendekiawan.
Laut datang memunggah mutiara.
Orang pandai datang mengajarkan ilmu yang berguna kepada kita.
Laut ditembak, darat kena.
Beroleh sesuatu yang tidak dihajatkan.
Laut ditimba akan kering.
Harta yang banyak sekalipun akan habis, jika selalu dibelanjakan.
Laut madu berpantaikan sakar (= gula).
Perkataan yang manis yang keluar dari mulut orang yang baik rupa.
Laut mana yang tak berombak, bumi mana yang tak ditimpa hujan.
Segala usaha tetap ada kesukaran atau bahayanya.
Laut tidak membuang sungai, rimba tidak membuang latah.
Orang besar yang baik dan murah hati tiada menolak permintaan atau pertolongan yang diminta daripadanya. (latah = sampah (daun-daun dan sebagainya) di bawah pohon.)
Lautan dapat diduga, hati manusia siapakah cakap (= dapat) menduganya.
Hati manusia tiada siapa yang mengetahuinya.
Lautan yang dalam sudah diselam rata, buyung di dapur tak tahu apa isinya.
Negeri yang jauh sudah dilawati dan diambil tahu, tetapi hal rumah tangga sendiri tiada diperiksa bagaimana keadaannya.
Lautan yang dalam sudah diselami, ini pula air dalam terenang.
Orang yang pernah membuat sesuatu pekerjaan besar tiada khuatir menghadapi pekerjaan yang kecil.
Lawak-lawak main, bunga tahi.
Bergurau senda yang akhirnya membawa kepada pergaduhan.
Layang-layang putus talinya.
Tinggal berserah kepada nasib saja, daya upaya sudah tiada lagi.
Layar menimpa tiang.
Kawan menjadi lawan.
Layu bunga digenggam, layu rumput di halaman.
Akan menyatakan kematian seorang pembesar negeri.
Lebai berjanggut kambing pun berjanggut juga.
Pakaian dan rupanya boleh jadi sama tetapi kedudukannya lain-lain.
Lebih baik berputih tulang daripada berputih mata.
Lebih baik mati daripada menanggung malu.
Lebih baik seekor singa di padang yang luas, daripada seekor ular di dalam rumput.
Lebih baik musuh besar di dalam terang daripada musuh kecil di dalam sulit.
Lebih berharga mutiara sebutir daripada pasir sepantai.
Lebih baik bersahabat dengan orang baik seorang daripada dengan orang jahat sekawan.
Lebih pucuk, lebih pelepah?
Mana baik kawan lama dengan kawan baru? (Satu kiasan).
Lebuh sempit kuda penyepak, jalan licin tebing berkelok.
Kesulitan (kesusahan) dalam melakukan sesuatu pekerjaan jika tidak berilmu.
Lecah di kaki.
Seorang lelaki yang kawin tanpa ada tanggungjawab, melainkan sebagai orang menumpang saja.
Leka di kerak jarang, kuku habis perut tak kenyang, burung terbang dipipiskan lada. (leka = asyik, lalai.)
Membuat pekerjaan yang merugikan.
Leka senantiasa di lipatan sanggul; fikiran singkat akal pun tumpul.
Gilakan seorang perempuan sehingga lupa akan makan dan minum.
Lekuk batu dititik air selalu.
Biar bodoh sekalipun kalau belajar dengan bersungguh-sungguh, niscaya akan menjadi pandai juga.
Lelar makan di upih, lagi putih lagi dikeruk.
Perbuatan yang dilakukan karena nafsu akhirnya akan mendatangkan bencana dan penyesalan.
Lemah (= lunak) tersudu, keras tak tertakik.
Orang yang teguh pendiriannya. (takik = toreh pada kayu.)
Lemah liat kayu akar, dilentur boleh dipatah tak dapat.
Pada lahirnya kelihatan lemah tetapi sebenarnya tidak dapat dipengaruhi atau dipermain-mainkan.
Lemah melapis condong menopang.
Tolong-menolong satu sama lain.
Lemah-lembut lintah, melekat payah lucut.
Orang yang lemah-lembut lakunya tetapi susah hendak melepaskan sesuatu yang telah diperolehnya.
Lemah-lembut santan berlada.
Perkataan yang lemak manis tetapi berisi sindiran yang pedas.
Lemak manis jangan ditelan, pahit jangan dimuntahkan.
Sesuatu nasihat itu hendaklah difikirkan masak-masak buruk baiknya, sedangkan kecaman janganlah pula ditolak mentah-mentah.
Lemak manis pada dialah, pahit maung pada orang.
Orang yang hanya suka dipuji, tetapi tak suka dikritik.
Lemak penyelar daging. . (penyelar = penggoreng.)
Memboroskan harta benda tuannya
Lembah diraih, pantai dititi.
Sikap yang bijaksana, dalam mengeluarkan sesuatu perintah. (raih = tarik.)
Lembu dogol jangan dibalun.
Orang yang tiada melawan jangan diusik, nanti dia melawan bersungguh-sungguh.
Lempar bunga dibalas lempar tahi.
Kebaikan dibalas dengan kejahatan.
Lempar(kan) batu sembunyi(kan) tangan.
Berbuat jahat kepada orang, lalu pura-pura tidak tahu.
Lemukut di tepi gantang.
Sesuatu yang tidak dihargakan sangat.
Lengan bagai lilin dituang.
Lengan yang cantik.
Lenggang bagai sirih jatuh, tak tahu di tampuk layu.
Orang yang tidak sedarkan kekurangan dirinya.
Lenggang lenggok bagai cupak hanyut.
Gaya langkah yang lemah-lembut.
Lenggang patah sembilan.
Gaya langkah yang lemah-lembut.
Lengkuas di tepi kandang, tekak (= tegak) puas badan menyandang.
Tiap-tiap yang salah haruslah menerima hukuman yang setimpal.
Lepas bantal berganti tikar.
kawin dengan saudara atau keluarga isteri yang sudah meninggal.
Lepas kaki leher terjerat.
Orang jahat yang sudah tidak dapat menyembunyikan kejahatannya lagi.
Lepas putih hitam tak dapat.
Yang diharapkan tak dapat, sedang apa yang telah ada, hilang.
Lepas topan (taufan) paksa baik. (paksa = kesempatan waktu).
Habis kesusahan timbullah kesenangan.
Lesung mencari antan (= alu).
Perempuan mencari lelaki.
Lewat di manis, masam; lewat di harum, busuk.
Hilang yang baik, timbul yang jahat.
Licin bagai basuh perahu.
Menderita kerugian.
Licin bagai belut.
Tidak mudah ditipu atau ditangkap.
Licin karena minyak berminta, elok karena kain berselang.
Gagah atau angkuh karena harta orang lain. (selang = pinjam.)
Lidah bercabang.
Selalu berubah-ubah, tidak dapat dipercayai.
Lidah biawak.
Selalu berubah-ubah, tidak dapat dipercayai.
Lidah terganjal.
Tidak dapat membantah sesuatu permintaan orang karena telah berhutang budi dan sebagainya.
Lidah terkalang.
Tidak dapat membantah sesuatu permintaan orang karena telah berhutang budi dan sebagainya.
Lidah tidak bertulang, salah petik jiwa hilang. (petik = gerak lidah).
Orang yang mendapat kemalangan karena tiada tahu menjaga tutur katanya.
Lidah tidak bertulang.
Mudah berjanji tetapi mudah pula mengubah janjinya itu.
Lidahnya masin.
Perkataannya diturut, permintaannya diterima.
Lihat anak pandang menantu.
Menganggap orang lain sama saja dengan dirinya sendiri.
Limau masak sebelah, perahu karam sekerat.
Hukuman yang berat sebelah karena memandang orang, kedudukan dan sebagainya.
Linggi diserang, Riau yang alah.
Menyerah tanpa berjuang.
Longgar sendat, lapang bertukul.
Berpura-pura menerima kebenaran, padahal sedikit pun tidak dimasukkan ke dalam ingatannya.
Lonjak sebagai labu dibenam.
Sombong, angkuh.
Lubuk (men)jadi pantai, pantai (men)jadi lubuk.
Nasib manusia tiada tetap, ada masanya orang kaya menjadi miskin dan orang miskin menjadi kaya.
Lubuk akal lautan (= tepian) ilmu (= budi).
Sangat luas dan banyak pengetahuan.
Lubuk dalam si kitang-kitang yang empunya.
Masing-masing orang itu dengan daerahnya sendiri-sendiri.
Luka di tangan dapat diubat (= tampak berdarah), luka di hati siapa tahu?
Kesedihan atau kesusahan hanya seorang sajalah yang dapat merasainya.
Luka sudah hilang, parutnya tinggal juga.
Orang yang berselisih itu meskipun sudah berdamai tetapi kenangan-kenangannya masih teringat juga.
Luka tangan karena berebutkan tembikar pecah.
Mendapat bahaya karena berebutkan perempuan jahat.
Lulus (= lalu) jarum, lulus (= lalu) kelindan.
Apabila usaha yang pertama telah berhasil, maka usaha yang berikutnya pun akan tercapai juga. (lulus = masuk)
Lulus tabuh perhatian.
Hati lapang dan lega; sangat suka. (tabuh perhatian = tabuh untuk maklumat.)
Lulus tidak berselam, hilang tidak bercari.
Orang yang menderita sengsara, tetapi tidak ada yang mau menolong. (lulus = maksudnya terbenam dalam air.)
Lunak disudu, keras ditakik.
Yang menurut dilakukan dengan lemah lembut, sedang yang melawan harus dikerasi.
Lunak gigi daripada lidah.
Merendahkan diri; bersikap lemah-lembut.
Lupa ketinggalan, terlelap kemalingan.
Kurang hati-hati mengakibatkan kerugian.
Lupa mengingatkan, terlelap menjagakan.
Ingat mengingatkan antara orang yang bersahabat.
Lupak (men)jadi perigi (= telaga).
Orang miskin menjadi orang kaya.
Lurah dituruni, bukit didaki.
Gigih; tak mengenal lelah; azam yang kuat.
Lurah juga diturut air, bukit juga dilejang panas.
Orang yang berpengaruh juga yang mendapat penghormatan dan orang yang biasa jahat pula yang selalu dituduh.
Lurah tidak terturuni, bukit tidak terdaki.
Teramat tua dan daif.
Luruh upih pergam datang; suruh putih hitam datang.
Lain yang dihajatkan lain yang diperoleh.
Lurus bagai piarit. (piarit = serampangan, seruit).
Kelihatannya baik, tetapi di dalam hatinya jahat
Lurus lubang lurus penjolok. (penjolok = galah untuk menjolok).
Pemerintahan dalam sesuatu negara itu haruslah adil, walaupun keras hukumannya.
Lurus sebagai sumpitan.
Lurus hati benar.
Lurus sumpitan hendak mengena.
Tipu muslihat untuk mencari keuntungan diri sendiri.
Lurus-lurus ekor anjing, walau bagaimanapun ada juga bengkoknya.
Orang yang sudah biasa berbuat jahat itu sekali-sekali akan berbalik juga hatinya hendak berbuat jahat.
Lurus-lurus sumpitan.
Tipu muslihat untuk mencari keuntungan diri sendiri.
Lutung (lotong) kekah kumput jarinya; kembung sengal kentut jadinya.
Kesudahan bagi orang yang mencari kehidupan itu ialah kesenangan
PREV 1 2


 

Copyright 2013 Peribahasa - All Rights Reserved