Likes:
Abjad: A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z
 
Peribahasa Indonesia Abjad K
Kumpulan peribahasa bahasa Indonesia yang indah untuk hidup yang lebih baik. Baca dan dapatkan inspirasinya di bawah ini:
Kelik-kelik dalam baju. (kelik-kelik = semut yang berbisa).
Musuh dalam selimut.
Kelimpanan mata dek pengelan. (kelimpanan = kelilipan; mata kemasukan debu atau sebagainya; pengelan = galah buat menjolok buah-buahan.)
Dikecewakan oleh orang yang diharapkan.
Kelip-kelip terbang malam.
Hendak menyembunyikan Rahasia yang tidak dapat ditutup.
Keluar tak mengganjilkan, masuk tak menggenapkan.
Orang yang tidak berharga dalam masyarakat.
Keluh (kesah) tidur di kasur, berkeruh di lapik penjemuran.
Kemewahan ataupun kekayaan tidak selamanya membawa kebahagiaan; sebaliknya, hidup miskin ada kalanya memberi kesenangan. (berkeruh = mendengkur.)
Keluk paku asam (= kacang) belimbing; anak dipangku kemanakan dibimbing.
Anak dan kemanakan haruslah sama-sama dididik dan dipimpin.
Kemahiran itu sebaik-baik guru.
Sesuatu pekerjaan akan menjadi sempurna apabila dikerjakan oleh orang yang ahli.
Kemarau setahun rusak oleh hujan sepagi.
Kebaikan yang banyak hilang karena kesalahan yang sedikit.
Kemenyan sebesar lutut jika tiada dibakar manakan berbau.
Kepandaian hendaklah diajarkan kepada orang lain, karena kalau disimpan ia akan hilang begitu saja.
Kemiri jatuh ke pangkalnya.
Beroleh tempat yang sepatutnya; kembali ke tempat asalnya.
Kemudi di haluan, bergilir ke rusuk.
Orang yang menurut nasihat atau perintah anaknya (isterinya, orang sebawahannya dan sebagainya).
Kemudi patah perahu tembuk.
Kemalangan yang silih berganti.
Kena kecipak orang berbelut. (kecipak = gerak tangan ketika merenggutkan belut yang tertangkap dilubangnya.)
Terlibat dalam urusan orang lain; mendapat kecelakaan karena kesalahan orang lain.
Kena luluk kandang kering.
Mendapat kesusahan tidak pada tempatnya.
Kena parang bermata dua.
Sangat menyakitkan perasaan hati.
Kena pukul di punggung (= di pantat), gigi habis tanggal.
Sindiran (jawapan) yang tepat.
Kena-kena seperti santan bergula, tak kena-kena bagai antan pukul kepala.
Suatu perbuatan (perkataan) itu kalau bersalahan tafsirannya, jadi melarat; jika benar, jadi kebajikan.
Kenal dadanya, tak kenal mukanya (= rupanya).
Orang alim atau orang pandai dikenal orang hanya dengan membaca buku-buku karangannya saja.
Kendur mengusut, tegang memutus.
Pentadbiran yang kurang baik, kalau lemah menyebabkan kekacauan dan kalau keras menimbulkan kerusuhan.
Kepala ke bawah, kaki ke atas.
Bekerja tak berhenti-henti siang dan malam, selalu sibuk.
Kepala rebah mata melayang, bantal bangkit main wayang.
Perempuan yang membuat kejahatan ketika suaminya lengah.
Kepala sama berbulu (= hitam), pendapat (= hati) berlain-lain.
Lain orang, lain pikirannya.
Kepala tersangkut dengan kulit babi.
Mendapat malu besar.
Kepala yu, ekor babi.
Suka berpura-pura atau bermuka dua.
Kera (= monyet) kena belacan .
Sangat gelisah.
Kera dapat bunga.
Mendapat sesuatu yang tak dapat dipergunakan.
Kera memanjat pohon, kura-kura pun hendak memanjat pula.
Hendak meniru-niru membuat pekerjaan yang mustahil dapat dilakukan olehnya.
Kera menegurkan tahinya.
Barang siapa yang berbuat salah, ialah yang mula-mula memperkatakan kesalahan itu.
Kera menjadi monyet.
Tiada bedanya.
Kerambil tumbuh di matanya.
Kepala negeri yang cerdik lagi hartawan,
Kerap sang berudu hendak berenang di laut lebar, awak masih juga di kubangan.
Menghendaki sesuatu yang mustahil diperoleh atau terjadi.
Keras bagai batu, tinggi bagai langit.
Tiada mau menurut perintah; keras kepala.
Keras ditakik, lunak disudu.
Perintah haruslah dilakukan dengan segala kebijaksanaan.
Kerat rotan, patah arang.
Telah putus sama sekali; perselisihan yang tak dapat didamaikan lagi.
Kerbau (= lembu) diberi berpelana, kuda diberi berpasangan.
Melakukan sesuatu dengan tidak menurut keadaan yang sebenarnya.
Kerbau (= lembu) tanduk panjang, tiada menanduk pun dikata orang menanduk juga.
Orang yang sudah terkenal kejahatannya.
Kerbau bertanduk, rotan beronak.
Orang besar-besar kuat karena kekuasaannya dan rakyat kuat karena persatuannya.
Kerbau dipegang tali hidungnya, manusia dipegang pada katanya.
Janji yang sudah diucapkan mestilah ditepati, karena harga manusia terletak pada janjinya itu.
Kerbau jangan dimaling orang, ayam jangan dimusangi. (dimusangi = dimakan musang)
Anak dan isteri hendaklah dijaga dengan baik-baik.
Kerbau kandang, emas berpura.
Harta-benda harus disimpan baik-baik di tempatnya masing-masing supaya selamat.
Kerbau menanduk, kerbau pergi.
Siapa yang bersalah mesti dihukum setimpal dengan kesalahannya.
Kerbau pembulang tali. (membulang = mengikat tali ke kepala).
Orang yang berbolak-balik pikirannya atau yang tiada tetap hatinya.
Kerbau punya susu, sapi punya nama.
Orang lain yang berbuat kebaikan (berlelah payah), orang lain pula yang mendapat pujian.
Kerbau sakit, sapi beroleh nama.
Orang lain yang berbuat kebaikan (berlelah payah), orang lain pula yang mendapat pujian.
Kerbau sekandang dapat digembalakan, manusia seorang tiada terjaga.
Kerbau sekawan boleh dikandang, manusia seorang tiada terkawal.
Kering pengayuh di tangan, kering uang di pinggang.
Orang miskin yang harus bekerja setiap masa.
Kering tempayan, cebok pun jauhlah.
Setelah harta ibu bapanya habis, anak-anak pun menjauhkan diri.
Keris panjang berkeluk, ke mana bawa ke mana olok.
Orang yang dapat digunakan untuk sebarang maksud; anak muda yang 'dimakan' pakaian.
Keris pedang (= lembing) tiada tajam, lebih tajam mulut manusia.
Kata-kata lebih tajam daripada senjata.
Keris tersisip di dinding, pedang tajam dalam sarungnya.
Perbuatan yang pandir.
Kerja baik berimbauan, datang buruk (= malang) berhamburan.
Kerja baik dirundingkan, waktu kemalangan dibantu beramai-ramai.
Kerja raja dijunjung, kerja kita (= sendiri) dikelek.
Menyambilkan pekerjaan sendiri ketika mengerjakan pekerjaan orang lain. dikelek = dibawa di bawah ketiak.
Kerja sebarang hebat, kasih sebarang tempat.
Bekerja dengan tidak menurut peraturan.
Kerja sebarang hubah, kasih sebarang tempat.
Kerja apa pun suka, kepada siapa pun kasih. (hubah = suka.)
Kerosok ular di rumpun bambu.
Ancaman daripada orang yang pengecut.
Kesat daun pimping.
Lemah tetapi dapat mendatangkan bahaya.
Kesat-kesat daun pimping, kalau kesat daun labu boleh dicelur.
Orang miskin serta tidak berilmu tiada berguna di antara orang banyak, tetapi kalau ada perangai yang baik, ada juga faedahnya.
Ketam (= kepiting) menyuruhkan anaknya berjalan betul.
Orang yang memberi nasihat, tetapi dia sendiri tidak melakukan sebagai yang dinasihatkannya itu.
Ketika ada jangan dimakan, telah habis (= tiada) maka dimakan.
Berhemat cermat dalam penghidupan.
Ketika gagak putih, bangau hitam.
Kiasan pada zaman yang sudah silam.
Kicang-kecoh ciak. (kicang-kecoh = tipu daya; ciak = dakwa).
Sesuatu perkara yang akan diperiksa hendaklah ada buktinya.
Kijang jika ditambat dengan rantai emas sekalipun, bila terlepas ke hutan juga larinya.
Orang dagang, biar bagaimana senangnya di negeri asing, ingat juga ia akan negeri asalnya.
Kikir pari belulang kering, direndam tujuh hari tak basah.
Terlalu degil atau terlalu kikir; orang yang kuat atau berkuasa.
Kilangan patah awak itulah menghimpitnya. (kilangan = apitan tebu).
Mendapat celaka karena kesalahan sendiri.
Kilat beliung sudah di kaki, kilat pisau sudah ke tangan, kilat cermin sudah ke muka.
Orang yang bijaksana dengan mudah menangkap hujung kata atau kias seseorang.
Kilat di dalam kilau, kabus di dalam hujan.
Dalam tutur kata atau tingkah laku tercantum maksud yang lain.
Kini gatal besok digaruk.
Pertolongan yang terlambat datang.
Kita baru mencapai pengayuh, orang sudah tiba ke seberang.
Orang yang bijaksana selalu lebih dulu mencapai maksudnya.
Kita membawa jarum, dia menyambut dengan gunting.
Kita menunjuk jalan supaya bersatu padu, dia berikhtiar supaya berpecah belah.
Kita semua (= sekalian) mati, tetapi kubur masing-masing.
Masing-masing orang dengan pembawaan dan cara hidupnya yang tersendiri, meskipun berkaum keluarga.
Kodok dapat bunga sekuntum.
Beroleh sesuatu yang sia-sia karena tidak dapat mempergunakannya.
Kokok berderai-derai, ekor bergelumang tahi. (bergelumang = kotor berlumur.)
Seseorang yang cakapnya tinggi tetapi keluarganya dalam kemelaratan.
Korek lubang ulat.
Sengaja mencari perselisihan.
Kotor dicuci, berabu dijentik.
Apa yang tiada baik dan yang buruk hendaklah dibuang atau dilupakan saja.
Koyak baju mau ukur badan.
Merusakkan sesuatu yang hendak disempurnakan.
Koyak tak berbunyi.
Melakukan sesuatu yang kurang baik, tidak diketahui orang.
Kuah sama dihirup, sambal sama dicolek.
Bersama-sama dalam senang dan susah.
Kuah tertunggang ke nasi, nasi akan dimakan juga.
Perkawinan antara kaum keluarga sendiri.
Kuah tumpah (= tertuang) ke nasi.
Anak yang dikawinkan dengan kemanakan; sesuatu yang sudah sewajarnya.
Kuali mengatakan belanga hitam.
Orang yang memburukkan orang lain, sedangkan ia sendiri pun buruk juga.
Kuat akar karena tunjang, kuat tunjang karena akar.
Kelebihan seseorang itu karena suka muafakat satu sama lain.
Kuat berdiri pohon karena akarnya, kuat akar karena tanah.
Kekuatan sebuah kerajaan karena orang besar-besarnya, kekuatan orang besar-besar karena rakyatnya yang bersatu padu.
Kuat burung karena sayap; kuat ikan karena radai.
Merasa kuat (berkuasa) karena ada kelebihannya; tiap-tiap orang sedikit banyak ada kuasanya.
Kuat gajah terdorong, kuat harimau terlompat-lompat.
Orang besar-besar yang membuat kesalahan karena kekuasaannya.
Kuat ikan karena radai, kuat burung karena sayap, kuat ketam karena sepit.
Merasa kuat (berkuasa) karena ada kelebihannya; tiap-tiap orang sedikit banyak ada kuasanya.
Kuat lilit karena simpulnya.
Kekuatan persatuan terletak pada anggota-anggotanya yang bersatu padu.
Kuat sepit karena kempa. (kempa = apitan.)
Orang kuat dalam sesuatu perkara, karena ada yang menolong atau menyokongnya di belakang.
Kuat tertawa koyak bibir.
Bersuka-sukaan yang akhirnya mendatangkan kesusahan.
Kubur kata mari, rumah kata nanti.
Orang yang sudah lanjut usianya.
Kucing lalu, tikus tiada berdecit lagi.
Apabila ada orang yang ditakuti, maka diamlah orang yang sedang berbuat bising.
Kucing melompat, orang terkejut daripada tidurnya, ayam berkokok hari pun siang.
Kesusahan atau kesukaan orang lain, yang berkesan sampai kepada kita.
Kuda itu kuda juga, keldai itu keldai juga.
Tiap-tiap suatu itu akan kembali kepada asalnya.
Kuda pelejang bukit.
Orang yang menjadi kakitangan orang lain.
Kuda tua: diperkerjakan tak boleh, nak dibunuh sayang.
Menghadapi sesuatu masalah yang sangat sulit; dalam keadaan yang serba salah.
Kuda yang baik tak bercerai daripada pelananya.
Orang yang rajin senantiasa disuruh orang.
Kuda yang pantas tiada berkehendakkan cemeti.
Orang yang rajin dan pandai berbuat pekerjaan tak perlu diawasi.
Kudis menjadi tokak.
Perkara kecil menjadi besar.
Kukur apa kepada kukur, nyiur juga yang binasa.
Memang mudah menyuruh berbuat begini begitu, tetapi yang sukar ialah yang mengerjakannya.
Kulai-balai bagai cangkul sisa pengait (= dikait). (kulai-balai = tergantung lemah, terayun-ayun.)
Orang yang lemah-lembut gerak gerinya.
Kulit hitam orang tengok, tulang putih siapa jenguk.
Orang yang pada lahirnya kelihatan jahat, tetapi niat di hatinya baik tidak seorang pun yang tahu.
PREV 1 2 3 4 NEXT


 

Copyright 2014 Peribahasa - All Rights Reserved