Likes:
Abjad: A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z
 
Peribahasa Indonesia Abjad K
Kumpulan peribahasa bahasa Indonesia yang indah untuk hidup yang lebih baik. Baca dan dapatkan inspirasinya di bawah ini:
kabar jauh dengar-dengarkan, kabar dekat fikir-fikirkan.
Tiap-tiap kabar yang diterima hendaklah diselidik dengan saksama supaya jangan tertipu.
Kaduk kena baja.
Orang yang tidak berguna, tetapi amat lama hidupnya.
Kaduk naik junjung.
Orang hina merasa dirinya mulia.
Kain basah kering di pinggang.
Sangat miskin.
Kain dalam acar dikutip dicuci, hendak masuk ke longkang juga.
Orang yang bertabiat jahat walaupun diperbaiki, sekali-sekala akan berbuat jahat juga.
Kain dalam lipatan.
Perempuan yang melakukan kejahatan di dalam diam-diam.
Kain dibakar tiada berbau.
Kemiskinan yang amat sangat.
Kain ditangkap maka duduk.
Kemiskinan yang amat sangat.
Kain jadi basahan.
Jatuh melarat.
Kain kasah di atas duri. (kasah (kasa) = kain putih yang halus).
Dalam sikratulmaut.
Kain lama dicampak buang, kain baru pula dicari.
Menceraikan isteri karena sudah jemu, kemudian beristeri lain pula; buang kawan lama cari kawan baru.
Kain panjang empat, ditarik ke atas ke bawah tak sampai.
Serba tak cukup (miskin).
Kain pendinding miang, uang pendinding malu.
Segala sesuatu hendaklah digunakan pada tempatnya, supaya dapat mengambil faedah daripada benda-benda itu.
Kain rabak tegal dek lenggang awak, baju rabik tegal dek lenggok awak, kopiah pesuk tegal dek lonjak awak.
Orang yang suka bermegah-megah akhirnya mencelakakan dan merugikan diri sendiri.
Kain sehelai berganti-ganti.
Suami isteri yang miskin.
Kain sehelai peminggang habis. (peminggang = lambung perahu).
Mengalami kerugian atau kecurian.
Kain sehelai sepinggang habis.
Mengalami kerugian atau kecurian.
Kain tak bertepi.
Kemiskinan yang amat sangat.
Kain tersangkut kain tinggal.
Tergesa-gesa melarikan diri.
Kais pagi makan pagi, kais petang makan petang.
Orang miskin yang harus bekerja setiap masa.
Kaki naik, kepala turun.
Bekerja tak berhenti-henti siang dan malam, selalu sibuk.
Kaki pekuk lenggang ke perut. (pekuk = bengkok).
Orang yang buruk dan bodoh.
Kaki sudah terlangkahkan, tangan sudah terjembakan.
Telah terlanjur.
Kaki terdorong badan merasa; lidah terdorong emas padahnya.
Segala janji harus ditepati, bila berbuat sesuatu, harus berani menanggung akibatnya.
Kaki tertarung inai padahannya, mulut terdorong emas padahannya.
Segala janji harus ditepati, bila berbuat sesuatu, harus berani menanggung akibatnya.
Kaki untut dipakaikan gelang.
Maksudnya hendak memperelok, tetapi semakin buruk jadinya.
Kalah jadi abu, menang jadi arang.
Kalah atau menang dalam sesuatu pertengkaran tak akan menguntungkan kepada pihak mana pun juga.
Kalau ada asap, tentu ada api.
Tiap-tiap sesuatu ada asal mulanya.
Kalau ada beremas, hidup; tiada beremas, mati.
Akan senanglah hidup seseorang kalau ada pencariannya yang tetap.
Kalau alang-kepalang biarlah jangan.
Melakukan sesuatu pekerjaan biarlah sampai selesai.
Kalau anjing biasa makan tahi, tak makan hidu ada juga.
Orang yang biasa berbuat jahat, sekali-sekala teringat juga akan mengulangnya lagi.
Kalau asal benih yang baik, jatuh ke laut menjadi pulau.
Yang baik itu biar di mana pun tempatnya akan tetap baik juga.
Kalau baik buat tauladan (teladan), kalau tak baik buat sempadan.
Ambillah yang baik dan buangkan yang jahat.
Kalau baik disebut orang; kalau jahat, jahatlah.
Perbuatan yang baik akan disebut baik, perbuatan yang jahat akan disebut jahat.
Kalau bangkai galikan kuburnya, kalau hidup sediakan buaiannya.
Pertimbangan tentang buruk baiknya sesuatu itu hendaklah diperbuat sesudah kejadiannya berlaku.
Kalau bersahabat cari sama babat. (babat = pasang, suku, golongan).
Pilihlah kawan daripada golongan sendiri.
Kalau bertangkai boleh dijinjingkan.
Bukti yang dapat dipakai sebagai punca sesuatu penyelidikan.
Kalau bertunas diganggut kambing. (ganggut = ragut, renggut).
Nasib yang malang.
Kalau boros lekas kerugian.
Pendapatan yang sedikit kalau diboroskan tentulah menyusahkan akhirnya.
Kalau bukan rezeki, di mulut lari ke luar.
Rezeki (harta) yang belum dapat ditentukan.
Kalau bunga bukan (= tidak) sekuntum.
Lelaki ataupun perempuan bukan seorang di atas dunia ini.
Kalau di bawah melompat, kalau di atas menyusup.
Pandai menyesuaikan diri dengan keadaan setempat.
Kalau dibalun sebalun kuku, kalau digumpal segumpal tanah.
Alam rohani yang tak terbatas.
Kalau dicampak bunga takkan dibalas tahi.
Biasanya sesuatu pertolongan kepada seseorang itu jarang akan dibalas dengan kejahatan.
Kalau digali tanah berbingkah, tanah berderai yang akan bertemu.
Sesuatu perselisihan dalam kalangan keluarga, usahlah dicari siapa yang benar dan siapa yang salah, tetapi carilah jalan untuk menyelesaikannya dengan baik.
Kalau dipanggil dia menyahut, bila dilihat dia bersuara.
Jawab yang benar dan tepat.
Kalau dipujuk makin menyebal, kalau dimarah baru tertawa.
Kelakuan yang tidak ada tempatnya; sifat yang sangat bertentangan.
Kalau gajah hendaklah dipandang gadingnya, kalau harimau hendaklah dipandang belangnya.
Hendaklah diusul periksa dengan saksama tentang sesuatu perkara itu sebelum dibuat kesimpulan.
Kalau getah meleleh, kalau daun melayang.
Dalam keadaan sulit sanak saudara akan tetap berdekatan dengan kita, tetapi orang lain akan meninggalkan kita.
Kalau guru makan berdiri, maka muridnya makan berlari.
Murid yang mencontohi kelakuan gurunya terutama dalam hal yang tidak baik.
Kalau ibu kaya anak jadi puteri, kalau anak kaya ibu jadi budak.
Perbedaan antara kesayangan ibu dengan kesayangan anak.
Kalau kail panjang sejengkal, jangan lautan hendak diduga.
Jika pengetahuan hanya sedikit saja, janganlah hendak melawan orang-orang yang lebih banyak pengetahuannya.
Kalau kawin ke Batubara, kalau mati ke Melaka.
Perihal orang yang mencari yang enak dan senang saja.
Kalau kena tampar biarlah dengan tangan yang pakai cincin, kalau kena tendang biarlah dengan kaki yang pakai kasut.
Kalau berbuat salah biarlah dihukum oleh orang yang berkuasa atau ditegur oleh orang yang berilmu, jangan dianiaya oleh orang-orang kecil dan tak tahu apa-apa.
Kalau kerbau sekawan dapat dikawali, manusia seorang tiada dapat dimaklumi.
Sangatlah sukar untuk menghadapi manusia karena tiap-tiap orang berlainan pendapatnya.
Kalau kubuka tempayan budu, barulah tahu.
Kalau dibuka rahasianya, tentu mendapat malu.
Kalau kucing keluar tanduk barulah ayam boleh bersusu.
Perkara yang mustahil.
Kalau kucing tiada bermisai, takkan ditakuti tikus lagi.
Orang besar yang sudah dipecat dari jabatannya tiada disegani orang lagi.
Kalau kumbang bukan seekor, kalau bunga bukan sekaki.
Lelaki ataupun perempuan bukan seorang di atas dunia ini.
Kalau laba bercikun-cikun, buruk diberitahu orang.
Bila beroleh kesenangan, diam saja; tetapi bila menderita susah berkeluh kesah atau minta tolong pada orang lain. bercikun-cikun = bersembunyi-sembunyi.
Kalau langit hendak menimpa bumi, bolehkah ditahan dengan telunjuk.
Orang kecil tidak dapat mengelakkan diri daripada perintah orang besar-besar.
Kalau menyeberang sungai biarlah ditelan oleh ibunya, tetapi janganlah dipagut oleh ikan kecil.
Kalau berbuat salah biarlah dihukum oleh orang yang berkuasa atau ditegur oleh orang yang berilmu, jangan dianiaya oleh orang-orang kecil dan tak tahu apa-apa.
Kalau pandai makan, pandai simpan.
Pandai menyimpan Rahasia.
Kalau pandai mencencang akar, mati lalu ke pucuknya.
Orang yang pandai dapat mengalahkan musuhnya hanya dengan sekali pukul saja.
Kalau pandai menggulai, badar pun menjadi tenggiri.
Sekalipun kurang alat perkakasnya, tetapi kalau orang pandai maka dapat juga ia mengerjakan sesuatu itu dengan sebaik-baiknya.
Kalau pandai meniti buih, selamat badan sampai ke seberang.
Orang yang pandai membawa diri, tentulah selamat hidupnya.
Kalau panjang beri beruas, kalau pendek beri berbuku.
Sesuatu pekerjaan itu hendaklah dikerjakan menurut aturannya yang semestinya.
Kalau sama tinggi kayu di rimba, di mana angin akan lalu.
Kalau sekalian manusia sama tinggi pangkatnya, niscaya sukarlah hidup ini jadinya.
Kalau seperti kundur labu, boleh dibelah. (kundur = labu besar).
Untuk menyatakan kebenaran sesuatu perkara.
Kalau sesangkar sekalipun, yang bayan itu bayan juga; serindit, serindit juga.
Manusia itu tetap berbeda, sekalipun berasal daripada satu keluarga.
Kalau Si Tua (harimau) menunjukkan belangnya, 'lah tentu kambing bertanggungan.
Orang yang lemah berhadapan dengan orang yang kuat, tentu akan kalah akhirnya.
Kalau sumpit tak berisi, mana boleh ditegakkan.
Kalau perut tidak diisi tentu tidak dapat melakukan pekerjaan.
Kalau tak ada angin, masakan pokok bergoyang.
Kalau terjadi sesuatu hal tentu ada sebab-sebabnya.
Kalau tak ada api, masakan ada asap.
Jika tidak bersalah masakan dituduh orang.
Kalau tak ada berlela, baiklah mereka.
Jika tak ada daya upaya maka terimalah nasib.
Kalau tak ada kulit bercerailah (= rerak) tulang.
Orang yang sangat kurus.
Kalau tak berduit (= beruang), ke mana pergi tercuit-cuit (= terbuang).
Orang yang tidak beruang selalu melarat hidupnya.
Kalau tak bermeriam, baiklah diam.
Orang yang miskin dan lemah tidak usahlah banyak berangan-angan.
Kalau tak pandai menggelamai, bercirit kambinglah kelak, dikunyah patah gigi, ditelan sembelit. .
Sesuatu pekerjaan kalau dikerjakan oleh orang yang tidak tahu, niscaya akan rusaklah pekerjaan itu
Kalau tak sir berdegak, sir melayang.
Jika barang yang diinginkan tidak diperolehi maka hilanglah daya upaya.
Kalau tak takut akan mati, tak sedunia perang; kalau tak takut akan alah, tak sedunia sabung.
Berperang dan menyabung merupakan pekerjaan yang amat berbahaya tetapi digemari orang.
Kalau takut dilimbur pasang, jangan berumah di tepi pantai (= laut).
Kalau takut susah lebih baiklah jangan membuat sesuatu pekerjaan yang sukar-sukar.
Kalau tiada emas sepiak, kerja di mana boleh jadi. (sepiak = seketip, sedikit).
Orang yang miskin dan lemah tentulah tidak berdaya untuk memenuhi maksud hatinya.
Kalau tiada padi sebarang kerja tak jadi.
Kalau tidak ada pencarian yang tetap, maka kehidupan menjadi susah.
Kalau tidak ada senapang, baik berjalan lapang.
Jika tiada bersenjata atau bertenaga baiklah mengalah.
Kali sebentuk, umpannya seekor, sekali putus sehari berhanyut.
Berbuat sesuatu tidak dengan memikirkan bekalan, modal dan sebagainya sehingga akhirnya mendapat kesusahan dan kecewa.
Kalis bagai air di daun keladi. (kalis = tidak berbekas).
Memberi nasihat dan ajaran yang sia-sia.
Kambing di parak panjang janggutnya, hati enggan banyak jawabnya.
Orang yang enggan bila disuruh, banyaklah helah dan dalih untuk melepaskan dirinya.
Kambing menyusui anak harimau, besar dia dipatahkan tengkuknya.
Akibat yang akan diterima kalau menolong orang jahat dalam kesusahan.
Kapak menelan beliung.
Yang baik ditukar dengan yang buruk.
Kapak tak boleh membelah kayu, kalau bukan kayu pula yang menjadi hulunya.
Penganiayaan itu berlaku karena ada orang yang menjadi biang keladinya.
Kapal besar ditunda jongkong.
Orang yang berkuasa menurut perintah orang bawahan.
Kapal satu nakhoda dua.
Suatu pekerjaan yang dikepalai dua orang, alamatlah akan rusak pekerjaan itu.
Kapuk segaul dengan kapas, bedanya takkan lepas.
Orang mulia dengan orang hina walaupun serupa keadaannya namun bedanya ketara juga.
Kapur di hujung telunjuk.
Tidak dapat menolong sanak saudara.
Karam berdua basah seorang.
Dua orang berbuat salah, seorang saja yang kena hukum.
Karam di darat ada juga tinggal tungku lekar, karam di laut habis sekali.
Kalau susah dalam negeri sendiri, dapat juga diminta bantuan pada sanak saudara, tetapi kalau susah di rantau orang hilanglah akal bicara.
Karam di laut boleh ditimba, karam di hati bilakan sudah.
Kesedihan karena kematian kekasih.
Karam Kampar oleh Kuantan.
Mendapat kerugian karena perbuatan orang kepercayaannya atau orang yang dikasihinya.
Karam sambal oleh belacan.
Mendapat kerugian karena perbuatan orang kepercayaannya atau orang yang dikasihinya.
1 2 3 4 NEXT


 

Copyright 2013 Peribahasa - All Rights Reserved