|
|
|
|
Peribahasa Indonesia Abjad
J |
|
|
|
Kumpulan peribahasa bahasa Indonesia yang indah untuk hidup yang lebih baik.
Baca dan dapatkan inspirasinya di bawah ini:
Jika kepalanya ular, takkan ekornya belut.
Yang jahat itu tetap jahat. |
Jika kerbau dipegang orang talinya, jika manusia dipegang mulutnya.
Janji mesti ditepati. |
Jika memelihara ayam, musang jangan dijinakkan; setidak-tidaknya bertempiaran kelak.
Jika ada anak isteri terutama sekali anak gadis, janganlah dibiarkan orang lelaki yang jahat datang bertamu ke rumah. |
Jika menebang menuju pangkal, jika melanting menuju tangkai.
Berbuat sesuatu pekerjaan hendaklah dengan maksud dan tujuannya. |
Jika pandai menggunting, hendaklah pandai menjahitnya.
Sesuatu pekerjaan yang sudah dimulai janganlah dibiarkan terbengkalai. |
Jika salah sebatang dicabut, salah serumpun dibongkar, salah separuh dirambah. . (rambah = membabat, menebangi.)
Hukuman haruslah dijatuhkan menurut besar kecil kesalahan yang dilakukan |
Jika sengaja hendak bercekak pinggang, tinggallah rebana beralih ke gelanggang; tak tahu pipit tak tahu enggang, yang rapat kelak menjadi renggang.
Kalau sengaja mencari perselisihan maka hancurlah kerukunan hidup yang aman dan damai. |
Jika tak kena-kena membangkit balak terendam di lumpur, makin dalam ia terbenam.
Jika tak pandai menyuruh orang malas bekerja, maka makin rusaklah pekerjaan itu. |
Jika tak lalu dandang di air, di gurun dirangkakkan (= ditanjakkan). (dandang = sejenis perahu; tanjakan = pendakian.)
Untuk menyampaikan maksudnya, maka segala daya upaya akan dilakukan. |
Jika terjamah benda bertuan, alamat nyawa akan melayang.
Orang yang mengganggu rumah tangga orang lain tak dapat tiada akan menerima akibatnya. |
Jika tiada tersapu arang di muka, baiklah mati daripada hidup.
Lebih baik mati daripada hidup menanggung malu. |
Jika tidak dipecah ruyung, di mana boleh mendapat sagu.
Tak akan tercapai maksudnya kalau tak mau berusaha dan bersusah payah. |
Jika yang baik diperbuat bersilang cerana datang, jika yang buruk diperbuat bersilang telunjuk bibir.
Perbuatan baik apabila dikerjakan dapat pujian di mana-mana, perbuatan buruk apabila dikerjakan dapat celaan kanan dan kiri. |
Jikalau beranak ikut kata bidan.
Turutlah nasihat orang yang lebih ahli daripada kita. |
Jikalau di hulu airnya keruh, tak dapat tidak di hilirnya keruh juga.
Jikalau dari mula sudah kusut maka sukarlah untuk menyelesaikan; kalau sudah biasa jahat maka jahat juga kesudahannya. |
Jikalau intan itu biar keluar dari mulut anjing sekalipun, bernama intan juga.
Perkataan yang baik biarpun keluar dari mulut siapa juga, tetap baik. |
Jikalau karena sebuah dusun maka binasa negeri, haruslah dusun itu dibuangkan.
Jikalau karena seorang maka kerukunan hidup terganggu maka singkirkanlah orang itu. |
Jikalau kasihkan padi, buanglah rumput.
Jika kasih akan anak isteri, berhentilah daripada mengasihi orang lain. |
Jikalau kita duduk di atas ciau emas sekalipun, namun hati tiada senang juga.
Jika hati tiada suka, walau bagaimanapun senangnya, masih berdukacita juga. (ciau atau ciu = tilam tempat duduk.) |
Jikalau menampi jangan tumpah padinya.
Memilih sesuatu benda hendaklah berhati-hati jangan sampai terbuang benda yang berguna. |
Jikalau tiada dapat dibaiki, jangan pula dipecahkan.
Jangan rusakkan (mencela) perkara yang tidak kita ketahui. |
Jikalau tiada rial di pinggang, saudara yang rapat menjadi renggang.
Orang yang tidak berharta (beruang) kurang dihargai orang. |
Jikalau tidak berada-ada (= ada berada-ada, ada mengada), masakan tempua bersarang rendah.
Tentu ada sebab-sebabnya (sesuatu yang tersembunyi), maka sesuatu itu terjadi demikian. |
Jikalau ular menyusur akar, tiada hilang bisanya.
Orang besar yang merendahkan diri tidak akan jatuh martabatnya. |
Jirus bagai bulan akan habis.
Modal yang makin lama makin susut. (jirus = tirus.) |
Jiwa bergantung di hujung rambut.
Senantiasa dalam kecemasan karena nasibnya yang tidak tentu. |
Juadah sudah dijilat cicak.
Perempuan yang sudah melakukan kejahatan dalam diam-diam. |
Jual sutera beli mastuli.
Dapat ganti yang lebih berharga lagi. (mastuli = kain tebal yang amat mahal harganya.) |
Jung pecah, yu yang kenyang.
Jika ada kerusuhan tentu ada orang yang mendapat keuntungan daripada kerusuhan itu; kerugian bagi seseorang, keuntungan bagi yang lain. |
|
|
|