Likes:
Abjad: A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z
 
Peribahasa Indonesia Abjad I
Kumpulan peribahasa bahasa Indonesia yang indah untuk hidup yang lebih baik. Baca dan dapatkan inspirasinya di bawah ini:
Iba akan kacang sebuah, tak jadi memengat.
karena sayang akan perkara yang sedikit, tak tercapai apa yang dimaksudkan.
Ibarat ayam: tiada mengais tiada makan.
Sangat miskin.
Ibarat beban sudah ke tepi.
Suatu pekerjaan yang sudah hampir selesai, atau rundingan yang hampir mencapai kata sepakat. (ke tepi = maksudnya: sudah di pintu, akan dibawa turun.)
Ibarat beban, belum lepas daripada bahu
Belum lepas daripada tanggungan (anak lelaki atau anak perempuan).
Ibarat bunga: sedap dipakai layu dibuang.
Perempuan yang dikasihi sementara muda, tetapi setelah tua lalu diceraikan. (sedap = maksudnya: segar.)
Ibarat burung: mata lepas badan terkurung.
Tidak ada kemerdekaan.
Ibarat burung: mulut manis jangan dipakai.
Perkataan manis selalu berisi semu di dalamnya. (semu = tipu, khianat.)
Ibarat dawat (dakwat) dengan kertas: bila boleh renggang terlepas.
Suami isteri yang berkasih-kasihan.
Ibarat gasing: berpaku tetap berpusing, tak berpaku merayau.
Lelaki yang sudah beristeri, biar bagaimanapun ia berjalan namun ia tetap akan kembali ke rumahnya juga.
Ibarat kutu, boleh diselisik. (selisik = diraba-raba dengan jari di dalam rambut.)
Kesalahan atau keburukan tidak dapat disembunyikan.
Ibarat negeri berubah rasam; ibarat tahun berubah musim.
Orang yang tidak tetap kedudukannya. (rasam = adat, kebiasaan.)
Ibarat pasir: sekali air dalam sekali berubah.
Rakyat jelata terpaksa menurut perubahan pada tiap-tiap kali pemerintahan bertukar.
Ibarat perahu takkan karam sebelah.
Kaum keluarga ikut bersimpati atas kecelakaan yang menimpa kerabatnya.
Ibarat rumput yang sudah kering, ditimpa hujan segar kembali.
Orang melarat mendapat pertolongan.
Ijuk sebelembang, tali di situ keluan di situ.(sebelembang = seberkas.)
Pencarian yang tiada memadai.
Ijuk tak bersagar, lurah tak berbatu
Tidak mempunyai saudara yang disegani orang
Ikan biar dapat, serampang jangan pukah.
Maksud biar tercapai, kerugian jangan ada. (serampang = tempuling; pukah = bengkok, patah.)
Ikan dalam keroncong.(keroncong = bilik-bilik bubu sebelah dalam.)
Tiada tertolong lagi (Tentang: Orang yang telah tertangkap).
Ikan di hulu tuba di hilir.
Perbuatan yang sia-sia.
Ikan di kuali, habis melompat.
Nasib yang malang.
Ikan digulai sudah melompat.
Nasib yang malang.
Ikan lagi di laut, lada garam sudah di sengkalan.
Sudah bersiap sedia untuk mengecap hasil yang belum lagi diperoleh. (sengkalan = pengisar rempah-rempah.)
Ikan pulang ke lubuk.
Telah kembali ke tempat asalnya.
Ikan seekor rusakkan ikan setajau.(tajau = tempayan besar dibuat daripada tanah berlapis sejenis porcelain.)
karena yang sedikit rusak yang banyak.
Ikan sekambu rusak oleh ikan seekor.
karena yang sedikit rusak yang banyak.
Ikan tergantung, kucing tunggu.
Mengharapkan untuk memperoleh barang yang diingini.
Ikan terkilat (= terkilap) jala tiba.
Sangat cepat menangkap maksud perkataan orang: tindakan yang cepat.
Ikan yang di dalam lautan yang besar-besar sekalipun, termasuk juga ke dalam pukat.
Sepandai-pandai orang, ada kalanya salah juga.
Ikannya belum dapat, airnya sudah keruh.
Perbuatan (= tindakan) yang tidak bijaksana.
Ikat boleh diubah, takuk bagaimana mengubahnya? (takuk = luka pada pohon, misalnya pada pohon kelapa tempat berpijak naik ke atas.)
Perangai yang sudah jadi tabiat sukar sekali mengubahnya.
Ikhtiar menjalani, untung menyudahi.
Untuk mencapai sesuatu maksud mestilah berusaha, berhasil atau tidaknya, terserah kepada nasib.
Ikut hakim memiat daging: sakit di awak sakitlah orang.(memiat (piat) = memiuh ke kiri ke kanan.)
Sesuatu perintah hendaklah dilakukan dengan adil.
Ikut hati mati, ikut rasa binasa, ikut mata leta.
Orang yang mengikutkan hawa nafsunya, tentu akan celaka akhirnya.
Ilmu padi, makin berisi makin runduk.
Makin banyak ilmu atau makin tinggi pangkat makin merendah diri.
Inai tertepung, kuku tanggal.
Usaha yang tak dapat diambil hasilnya karena terjadi kemalangan. (tertepung = sudah digiling.)
Indah kabar daripada rupa.
Perkabaran selalu dilebih-lebihkan daripada keadaan yang sebenarnya.
Ingat ranting yang akan melenting, dahan yang akan mencocok, duri yang akan mengait.
Hendaklah selalu beringat tentang segala bahaya dan rintangan ketika melakukan sesuatu pekerjaan.
Ingat sebelum kena, jimat (= hemat) sebelum habis.
Selalu waspada dan hati-hati; harus berusaha, jangan sampai terlambat.
Ingat-ingat yang di atas, yang di bawah akan menimpa.
Orang yang sedang berkuasa hendaklah berhati-hati menjalankan kewajipannya, jangan sampai menyusahkan orang-orang kecil, yang sewaktu-waktu mungkin akan menentang karena kelakuannya yang tidak baik itu.
Ingin di buah manggis hutan, masak ranum tergantung tinggi.
Inginkan sesuatu yang sudah diperoleh.
Ingin hati memandang (= melihat) pulau, sampan ada pengayuh tidak.
Ingin hendak berbuat sesuatu pekerjaan, tetapi alatnya tidak cukup.
Ini hari orang, besok hari kita.
Malang dan malapetaka itu tak dapat ditentukan (nasihat supaya beringat-ingat)
Intan berlian jangan dipijakkan.
Untung bahagia jangan dielakkan.
Intan dikalungkan di leher anjing.
Memberikan sesuatu (barang, nasihat) kepada orang yang tidak mau atau bukan pada tempatnya.
Intan disangkakan batu kelikir.
Tidak mengetahui harga (keadaan) yang sebenarnya.
Intan itu jika terbenam di pelimbahan sekalipun, tiada akan hilang cahayanya.
Kebenaran akan ternyata juga, walaupun disembunyikan; orang yang baik akan ketahuan juga walaupun hidupnya melarat.
Intan salah serudinya. (serudi = canai.)
Biarpun berketurunan baik, kalau tidak berpelajaran atau membuat kelakuan yang buruk, niscaya jahat dan hina juga jadinya.
Isi dada bekal berjalan.
Kalau ada ilmu ke mana pergi mudah rezeki.
Isi lemak dapat ke orang, tulang bulu pulang ke kita.
Kita yang berusaha, orang lain yang senang.
Itik berenang dalam air (= di laut) mati kehausan.
Menderita kesusahan meskipun banyak uang atau berpangkat tinggi.
Itik bertaji.
Sangat penakut, tetapi sombong.
Itik diajar berenang.
Membuat pekerjaan yang sia-sia.
Itik dimandikan takkan basah.
Orang yang degil tidak akan mendengar nasihat atau ajaran.
Itik mendapat air.
Memperoleh sesuatu yang sangat digemarinya.
Itik tak sudu, ayam tak patuk.
Tersisih daripada pergaulan karena kemiskinan.
1


 

Copyright 2013 Peribahasa - All Rights Reserved