|
|
|
|
Peribahasa Indonesia Abjad
I |
|
|
|
Kumpulan peribahasa bahasa Indonesia yang indah untuk hidup yang lebih baik.
Baca dan dapatkan inspirasinya di bawah ini:
Iba akan kacang sebuah, tak jadi memengat.
karena sayang akan perkara yang sedikit, tak tercapai apa yang dimaksudkan. |
Ibarat ayam: tiada mengais tiada makan.
Sangat miskin. |
Ibarat beban sudah ke tepi.
Suatu pekerjaan yang sudah hampir selesai, atau rundingan yang hampir mencapai kata sepakat. (ke tepi = maksudnya: sudah di pintu, akan dibawa turun.) |
Ibarat beban, belum lepas daripada bahu
Belum lepas daripada tanggungan (anak lelaki atau anak perempuan). |
Ibarat bunga: sedap dipakai layu dibuang.
Perempuan yang dikasihi sementara muda, tetapi setelah tua lalu diceraikan. (sedap = maksudnya: segar.) |
Ibarat burung: mata lepas badan terkurung.
Tidak ada kemerdekaan. |
Ibarat burung: mulut manis jangan dipakai.
Perkataan manis selalu berisi semu di dalamnya. (semu = tipu, khianat.) |
Ibarat dawat (dakwat) dengan kertas: bila boleh renggang terlepas.
Suami isteri yang berkasih-kasihan. |
Ibarat gasing: berpaku tetap berpusing, tak berpaku merayau.
Lelaki yang sudah beristeri, biar bagaimanapun ia berjalan namun ia tetap akan kembali ke rumahnya juga. |
Ibarat kutu, boleh diselisik. (selisik = diraba-raba dengan jari di dalam rambut.)
Kesalahan atau keburukan tidak dapat disembunyikan. |
Ibarat negeri berubah rasam; ibarat tahun berubah musim.
Orang yang tidak tetap kedudukannya. (rasam = adat, kebiasaan.) |
Ibarat pasir: sekali air dalam sekali berubah.
Rakyat jelata terpaksa menurut perubahan pada tiap-tiap kali pemerintahan bertukar. |
Ibarat perahu takkan karam sebelah.
Kaum keluarga ikut bersimpati atas kecelakaan yang menimpa kerabatnya. |
Ibarat rumput yang sudah kering, ditimpa hujan segar kembali.
Orang melarat mendapat pertolongan. |
Ijuk sebelembang, tali di situ keluan di situ.(sebelembang = seberkas.)
Pencarian yang tiada memadai. |
Ijuk tak bersagar, lurah tak berbatu
Tidak mempunyai saudara yang disegani orang |
Ikan biar dapat, serampang jangan pukah.
Maksud biar tercapai, kerugian jangan ada. (serampang = tempuling; pukah = bengkok, patah.) |
Ikan dalam keroncong.(keroncong = bilik-bilik bubu sebelah dalam.)
Tiada tertolong lagi (Tentang: Orang yang telah tertangkap). |
Ikan di hulu tuba di hilir.
Perbuatan yang sia-sia. |
Ikan di kuali, habis melompat.
Nasib yang malang. |
Ikan digulai sudah melompat.
Nasib yang malang. |
Ikan lagi di laut, lada garam sudah di sengkalan.
Sudah bersiap sedia untuk mengecap hasil yang belum lagi diperoleh. (sengkalan = pengisar rempah-rempah.) |
Ikan pulang ke lubuk.
Telah kembali ke tempat asalnya. |
Ikan seekor rusakkan ikan setajau.(tajau = tempayan besar dibuat daripada tanah berlapis sejenis porcelain.)
karena yang sedikit rusak yang banyak. |
Ikan sekambu rusak oleh ikan seekor.
karena yang sedikit rusak yang banyak. |
Ikan tergantung, kucing tunggu.
Mengharapkan untuk memperoleh barang yang diingini. |
Ikan terkilat (= terkilap) jala tiba.
Sangat cepat menangkap maksud perkataan orang: tindakan yang cepat. |
Ikan yang di dalam lautan yang besar-besar sekalipun, termasuk juga ke dalam pukat.
Sepandai-pandai orang, ada kalanya salah juga. |
Ikannya belum dapat, airnya sudah keruh.
Perbuatan (= tindakan) yang tidak bijaksana. |
Ikat boleh diubah, takuk bagaimana mengubahnya? (takuk = luka pada pohon, misalnya pada pohon kelapa tempat berpijak naik ke atas.)
Perangai yang sudah jadi tabiat sukar sekali mengubahnya. |
Ikhtiar menjalani, untung menyudahi.
Untuk mencapai sesuatu maksud mestilah berusaha, berhasil atau tidaknya, terserah kepada nasib. |
Ikut hakim memiat daging: sakit di awak sakitlah orang.(memiat (piat) = memiuh ke kiri ke kanan.)
Sesuatu perintah hendaklah dilakukan dengan adil. |
Ikut hati mati, ikut rasa binasa, ikut mata leta.
Orang yang mengikutkan hawa nafsunya, tentu akan celaka akhirnya. |
Ilmu padi, makin berisi makin runduk.
Makin banyak ilmu atau makin tinggi pangkat makin merendah diri. |
Inai tertepung, kuku tanggal.
Usaha yang tak dapat diambil hasilnya karena terjadi kemalangan. (tertepung = sudah digiling.) |
Indah kabar daripada rupa.
Perkabaran selalu dilebih-lebihkan daripada keadaan yang sebenarnya. |
Ingat ranting yang akan melenting, dahan yang akan mencocok, duri yang akan mengait.
Hendaklah selalu beringat tentang segala bahaya dan rintangan ketika melakukan sesuatu pekerjaan. |
Ingat sebelum kena, jimat (= hemat) sebelum habis.
Selalu waspada dan hati-hati; harus berusaha, jangan sampai terlambat. |
Ingat-ingat yang di atas, yang di bawah akan menimpa.
Orang yang sedang berkuasa hendaklah berhati-hati menjalankan kewajipannya, jangan sampai menyusahkan orang-orang kecil, yang sewaktu-waktu mungkin akan menentang karena kelakuannya yang tidak baik itu. |
Ingin di buah manggis hutan, masak ranum tergantung tinggi.
Inginkan sesuatu yang sudah diperoleh. |
Ingin hati memandang (= melihat) pulau, sampan ada pengayuh tidak.
Ingin hendak berbuat sesuatu pekerjaan, tetapi alatnya tidak cukup. |
Ini hari orang, besok hari kita.
Malang dan malapetaka itu tak dapat ditentukan (nasihat supaya beringat-ingat) |
Intan berlian jangan dipijakkan.
Untung bahagia jangan dielakkan. |
Intan dikalungkan di leher anjing.
Memberikan sesuatu (barang, nasihat) kepada orang yang tidak mau atau bukan pada tempatnya. |
Intan disangkakan batu kelikir.
Tidak mengetahui harga (keadaan) yang sebenarnya. |
Intan itu jika terbenam di pelimbahan sekalipun, tiada akan hilang cahayanya.
Kebenaran akan ternyata juga, walaupun disembunyikan; orang yang baik akan ketahuan juga walaupun hidupnya melarat. |
Intan salah serudinya. (serudi = canai.)
Biarpun berketurunan baik, kalau tidak berpelajaran atau membuat kelakuan yang buruk, niscaya jahat dan hina juga jadinya. |
Isi dada bekal berjalan.
Kalau ada ilmu ke mana pergi mudah rezeki. |
Isi lemak dapat ke orang, tulang bulu pulang ke kita.
Kita yang berusaha, orang lain yang senang. |
Itik berenang dalam air (= di laut) mati kehausan.
Menderita kesusahan meskipun banyak uang atau berpangkat tinggi. |
Itik bertaji.
Sangat penakut, tetapi sombong. |
Itik diajar berenang.
Membuat pekerjaan yang sia-sia. |
Itik dimandikan takkan basah.
Orang yang degil tidak akan mendengar nasihat atau ajaran. |
Itik mendapat air.
Memperoleh sesuatu yang sangat digemarinya. |
Itik tak sudu, ayam tak patuk.
Tersisih daripada pergaulan karena kemiskinan. |
1
|
|
|