Home > Abjad > Peribahasa Indonesia Abjad G

Peribahasa Indonesia Abjad G

Berikut kumpulan peribahasa bahasa Indonesia yang dimulai abjad G. Silakan baca dan dapatkan inspirasinya di bawah ini.

Peribahasa-peribahasa biasanya menggunakan untaian kata perumpaan yang indah dan memiliki arti-arti yang baik dan bijaksana. Peribahasa biasanya dipakai untuk menyampaikan nasihat, anjuran, sampai teguran, bahkan sindiran. Tujuannya tidak lain agar kita mendapat pandangan hidup yang baik sehingga hidup kita menjadi baik juga. Kebijakan arif ini sudah ada dari jaman nenek moyang dan diturun kepada kita sampai sekarang ini. Semoga bermanfaat.

Peribahasa Indonesia Abjad G

Gabak di hulu tanda akan hujan, ceuang di langit tanda akan panas.
Ada tanda-tanda yang menunjukkan akan terjadi sesuatu hal. (gabak = redup.)
Gadai terdorong ke (pada) Cina.
Telah terlanjur, tidak dapat dicabut atau ditarik kembali.
Gadai terdorong ke pajak, sehari sebulan juga.
Perbuatan yang terlanjur, sekalipun sedikit akibatnya sama juga dengan yang besar.
Gading pada gajah yang sudah keluar itu bolehkah dimasukkan pula?
Raja-raja (orang besar-besar) yang telah turun derajatnya (darjatnya), tak mungkin mencapai kembali martabatnya itu; sesuatu yang sudah ditetapkan (undang-undang, keputusan dan sebagainya) tiadalah dapat diubah lagi.
Gagak bersuara murai.
Rupanya bodoh tetapi suaranya merdu dan baik budi bahasanya.
Gagak dimandikan tujuh kali sehari pun, takkan putih bulunya.
Orang jahat, biarpun diberi kesenangan, namun kalau mendapat kesempatan akan diulangnya juga perbuatan jahatnya itu.
Gagak lalu punggur rebah.
Orang besar yang berlaku kurang adil kepada orang kecil, karena mau memperlihatkan kekuasaannya.
Gaharu dibakar kemenyan berbau.
Memperlihatkan kelebihannya supaya dipercayai orang.
Gajah berak besar, kancil (= pelanduk) pun hendak berak besar, akhirnya mati kebebangan.
Hendak meniru-niru perbuatan orang besar (kaya), akhirnya diri sendiri binasa. (kebebangan = tertahan; tidak dapat terus keluar; juga terbebang.)
Gajah bergajah-gajah, pelanduk mati tersepit.
Kalau raja-raja berselisih, rakyat mendapat susah.
Gajah berhati, kuman pun berhati juga.
Kaya dan miskin sama-sama berfikiran dan bernafsu.
Gajah berjuang sama gajah, pelanduk (= kancil) mati di tengah-tengah.
Kalau raja-raja berselisih, rakyat mendapat susah.
Gajah dialahkan oleh pelanduk.
Orang berkuasa dapat dialahkan oleh orang lemah; perempuan bangsawan yang diperisteri oleh orang kebanyakan.
Gajah dipandang seperti kuman.
Terlalu marah.
Gajah ditelan ular lidi.
Orang berkuasa dapat dialahkan oleh orang lemah; perempuan bangsawan yang diperisteri oleh orang kebanyakan.
Gajah empat kaki lagi tersaruk.
Orang besar-besar itu ada waktunya akan kehilangan kebesarannya; nasib tidak dapat ditentukan.
Gajah harimau di hutan hendak diburu, pijat-pijat di bantal tak dapat dihapuskan. (tersaruk = tersandung.)
Kejahatan orang besar dan orang yang lebih kuat daripada kita hendak dibasmi, kejahatan anak buah sendiri di rumah tiada dapat di atasi.
Gajah hendak berak besar, kita pun hendak berak besar juga.
Hendak meniru-niru perbuatan orang besar (kaya), akhirnya diri sendiri binasa.
Gajah lalu dibeli, kusa tidak terbeli. (kusa = besi penghalau gajah.)
Mengerjakan sesuatu yang besar, tetapi melupakan hal-hal yang kecil-kecil yang perlu untuk menyelesaikan yang besar itu.
Gajah lalu kumpai layu. (kumpai = sejenis rumput layu.)
Hendak meniru-niru perbuatan orang besar (kaya), akhirnya diri sendiri binasa.
Gajah masuk kampung, kalau kayu (= pohon) tak tumbang, rumput layu juga.
Orang yang berkuasa dapat berbuat sekehendak hatinya dalam lingkungan orang lemah (orang kecil).
Gajah mati dicatuk katak.
Orang berkuasa dapat dialahkan oleh orang lemah; perempuan bangsawan yang diperisteri oleh orang kebanyakan.
Gajah mati karena gadingnya.
Mendapat kecelakaan karena kelebihannya.
Gajah mati meninggalkan tulang, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama.
Orang baik meninggalkan nama baik, orang jahat meninggalkan nama jahat.
Gajah mati, tulang setimbun.
Orang kaya yang mati banyak meninggalkan hartanya.
Gajah memamah aris, baik diikat kera kecil yang memakan buah kayu. (aris = getah kayu yang sudah beku.)
Daripada mengharapkan sesuatu yang besar yang tak mungkin didapati, lebih baik terima saja yang sedikit yang sudah ada di dalam tangan.
Gajah pengangkut lada, kuda pelejang bukit. (lejang = melompat serta lari.)
Anak muda yang menjadi pesuruh orang, karena pujian-pujian.
Gajah rompong belalai.
Raja yang tiada berkuasa.
Gajah sama gajah berjuang, pelanduk mati di tengah-tengah.
Kalau raja-raja berselisih, rakyat mendapat susah.
Gajah seekor gembala dua.
Sesuatu pekerjaan dikepalai oleh dua orang; dua orang lelaki mencintai seorang perempuan.
Gajah terdorong karena gadingnya, harimau terlompat karena belangnya.
Berbuat sesuatu yang kurang baik untuk kelebihannya.
Gajah terum di tengah rumah.
Orang besar-besar bertamu ke rumah orang miskin, sehingga menyusahkan orang yang menerimanya itu. (terum = duduk, dikatakan hanya tentang gajah.)
Galas habis senggulung tandas, lamun dihitung rugi juga.
Perniagaan yang tidak menguntungkan; pekerjaan yang sia-sia.
Galas terdorong kepada Cina.
Telah terlanjur, tidak dapat dicabut atau ditarik kembali.
Gali lubang menutup lubang.
Meminjam uang untuk membayar hutang.
Gamak-gamak seperti menyambal.
Hanya dengan coba-coba atau kira-kira saja.
Ganti hidup berkeredaan, ganti mati berkebulatan.
Mencari ganti seseorang ketua harus dengan muafakat. (reda = rela, senang hati.)
Gantung tak bertali, salai tak berapi.
Isteri yang ditinggalkan suaminya tanpa diceraikan dan tanpa nafkah hidupnya.
Gar-gar, kata gelegar, rasuk juga yang menahannya.
Memang mudah menyuruh berbuat begini begitu, tetapi yang sukar ialah yang mengerjakannya.
Garam di laut, asam di gunung, bertemu dalam belanga juga.
Perempuan dan lelaki, kalau sudah jodoh, bertemu juga akhirnya.
Garam dikulum tak hancur.
Orang yang pandai menyimpan Rahasia.
Garam jatuh di air.
Nasihat yang diterima dengan baik.
Garam tumpah apakah (= pada) tempatnya?
Orang yang hina yang meninggal tidak dihiraukan orang sangat.
Garuda diburu layang-layang yang dapat.
Barang yang diperoleh tidak seimbang dengan yang diinginkan.
Gaya saja, rasanya wallah.
Rupanya saja yang elok, tetapi budi pekertinya buruk.
Gayung bersambut, kata berjawab.
Serangan ditangkis, kata dijawab; baik dibalas dengan baik, jahat dibalas dengan jahat. (gayung = pukulan.)
Gayung tua, gayung memutus.
Perkataan orang tua biasanya tepat.
Gedang gerundang di kubangan, gedang ikan raya di lautan.
Tiap-tiap orang besar (mulia) di tempatnya masing-masing. (gerundang = berudu.)
Gedang kayu, gedang dahannya.
Banyak penghasilan, banyak pula belanjanya.
Gedang sebagai dilambuk-lambuk, tinggi sebagai dijunjung.
Memegahkan diri sendiri dengan kelebihan yang sebenarnya tidak ada.
1 2 Next >>

Semoga Peribahasa Indonesia Abjad G ini bermanfaat dan memberi inspirasi. Baca juga peribahasa abjad: A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z

Suka halaman ini? Beritahu teman:

Peribahasa Popular
Bijak | Cinta | Kehidupan | Rohani | Persahabatan | Lucu / Plesetan | Jawa | Sunda | Lampung

Peribahasa Abjad
A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z