Likes:
Abjad: A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z
 
Peribahasa Indonesia Abjad A
Kumpulan peribahasa bahasa Indonesia yang indah untuk hidup yang lebih baik. Baca dan dapatkan inspirasinya di bawah ini:
Antan patah, lesung hilang.
Kemalangan yang bertimpa-timpa.
Antara dua tengah tiga.
Sakit hampir mati.
Apa boleh buat, nasi sedap menjadi tawar.
Susah hati dapat mengubah perangai seseorang.
Apa boleh buat, sakit menimpa sesal terlambat.
Sudah terlanjur, tak dapat diubah lagi.
Apa digaduhkan: pengayuh sama di tangan, perahu sama di air.
Tidak takut menghadapi lawan apabila sama-sama mempunyai kebolehan.
Apa guna bunga ditanam, jika tidak diberi kumbang menyerinya.
Apa guna anak perempuan, jika tidak diberi bersuami.
Apa gunanya bulan terang di dalam hutan, jikalau di dalam negeri betapa baiknya.
Tidak berfaedah menunjukkan kepandaian kepada orang-orang yang tidak dapat menghargainya.
Apa kepada kukur, nyiur juga yang binasa.
Memang mudah menyuruh berbuat begini begitu, tetapi yang sukar ialah yang mengerjakannya.
Apa kurang pada belida, sisik ada tulang pun ada.
Cukup mempunyai segala yang diperlukan.
Apa payahnya menawakkan (= menaupkan) bibir atas bawah.
Mudah menyebut, tetapi susah mengerjakannya.
Apa payahnya menggoyangkan lidah saja.
Banyak janji tetapi tidak ditepati.
Apa peduli kata kukuran, kerambi juga akan habis.
Lebih mudah berkata daripada melakukannya sendiri.
Apa sakit berbini janda, anak tiri boleh disuruh.
Alasan yang berlawanan dengan maksud yang sebenarnya.
Apa tampangnya, itulah tumbuhnya.
Hasil sesuatu pekerjaan itu menurut ukuran usaha yang kita kerjakan.
Apa yang di tanam, itulah yang tumbuh.
Jika orang berbuat baik kepada orang lain maka ia juga akan mendapat balasan yang baik pula dari orang lain.
Apabila orang miskin menghendaki uang, dia mendapat anak; apabila orang kaya menghendaki anak, dia mendapat uang.
Hasil yang berlawanan dengan keinginan; lain yang dihajati lain yang diperoleh.
Apabila tumbuh-nyiur itu patah, tumbuh-nyiur juga akan gantinya.
Ganti yang hilang mestilah yang sama pula.
Apakah gunanya kemenyan disimpan sebesar tungku , kalau tidak dibakar.
Kepandaian hendaklah diajarkan kepada orang lain, karena kalau disimpan ia akan hilang begitu saja.
Apakah gunanya memasang dian di tengah hari, jika malam alangkah baiknya.
Perkara yang sudah diketahui orang tak perlu diterangkan lagi.
Apalagi sawa , ia berkehendakkan ayamlah|
Orang yang suka mencari barang-barang yang digemarinya; orang yang bertemu dengan barang kesukaannya.
Apalah daya ajal telah menjemput.
Hal yang tak bisa dipungkiri karena takdir.
Api dengan air, alangkah bezanya.
Jahat dengan baik amat jauh bedanya.
Api itu, tatkala kecil menjadi kawan, apabila besar menjadi lawan.
Kejahatan yang sedikit itu hendaklah lekas diperbaiki supaya jangan sampai melarat.
Api kecil baik dipadam.
Basmilah kejahatan itu semasa ia kecil lagi.
Api makan sekam (= dedak ).
Perbuatan jahat atau rindu dendam yang tersembunyi.
Api nan tak kunjung padam.
Semangat yang hidup selama-lamanya. kunjung = segera, lekas.
Api padam puntung berasap. (puntung = sisaa kayu api yag dibakar).
Perkara yang telah putus, tetapi ditimbulkan kembali.
Api padam puntung hanyut, kami tidak di situ lagi.
Cerita yang sudah tamat; benar-benar sudah selesai.
Apung di tengah lautan; dipukul ombak, sekejap ke tengah sekejap ke tepi.
Orang dagang yang melarat hidupnya.
Ara tak bergetah.
Suatu perkara yang mustahil.
Arah bertukar jalan.
Banyak cara untuk mewujudkan mimpi.
Arang di dahi (= di kening, di muka).
Mendapat malu.
Arang habis besi binasa.
Pekerjaan yang sia-sia.
Arang habis panggang tak masak.
Orang yang merintis usaha tapi gagal, karena pengeluaran lebih banyak daripada keuntungannya.
Arang itu, jika dibasuh dengan air mawar sekalipun, tiada akan putih.
Orang jahat, biarpun diberi kesenangan, namun kalau mendapat kesempatan akan diulangnya juga perbuatan jahatnya itu.
Asak kata kita, angsur kata dia.
Perbedaan antara orang satu dengan orang yang lain.
Asal ada kecil pun pada.
Kalau tak ada banyak, sedikit pun cukup juga.
Asal ayam hendak ke lesung , asal itik hendak ke pelimbahan.
Tabiat orang tak mungkin berubah.
Asal berinsang ikanlah.
Tidak memilih (pekerjaan, makanan, perempuan dan sebagainya).
Asal berisi tembolok senang hati.
Sudah cukup makan dan pakai maka senanglah hati.
Asal bersubang emas biarlah telinga rompong.
Orang yang melakukan hal yang merugikan dirinya sendiri dengan tujuan mendapat pujian dari orang lain.
Asal besi pengapak kayu, asal emas menjadi penduk.
Derajat seseorang dapat ditentukan pada sifat perangainya. penduk = salut sarung keris.
Asal ditugal, adalah benih. (tugal = melubagi tanah kebun dengan kayu akan tempat menanam benih).
Sesuatu usaha tentu ada hasilnya.
Asal kuda dari kuda, asal keledai dari keledai.
Semua sifat anak berasal dari kedua oragtuanya, baik ataupun buruk sifat tersebut.
Asal sabut terapung, asal besi tenggelam.
Untung-untungan; kalau bernasib baik tentu selamat, kalau bernasib malang tentu jatuh.
Asal selamat ke seberang, biar bergantung di ekor buaya .
Sangat perlu akan pertolongan, betapa pun jua pertolongan itu akan diterimanya.
Asal-usul, asal jangan ditinggallkan.
Melihat suatu bencan alam dan menelusuri penyebab terjadinya bencana tersebut.
Asam di darat ikan di laut, bertemu dalam belanga juga.
Perempuan dan lelaki, kalau sudah jodoh, bertemu juga akhirnya.
Asam digunung, garam di laut, dalam belanga bertemu jua.
Orang yang merantau sejauh apapun akan kembali juga ke tempat asalnya.
Asing lubuk asing ikannya.
Tempat satu dengan yang lain berbeda hukumnya.
Asing lubuk asing ikanya, asing pandang asing belakangnya.
Perataturan di masing-masing daerah berbeda tetapi tetap satu tujuan demi keamanan daerah tersebut.
Asing maksud, asing sampai.
Orang yang berlabuh di tempat yang bukan tujuannya.
Asing padang asing belalang, asing lubuk asing ikanya.
Perbedaan adat di masing-masing daerah.
Asing uang, asing nikmat.
Menerima rezeki yang tidak dikendakinya.
Asing udang, lain nikmat.
Ada banyak cara untuk menyelesaikan suatu masalah yang setiap orang berbeda cara penyelesaiannya.
Asyik memangku tangan, mati dalam angan-angan.
Tak akan tercapai maksudnya, kalau tak mahu berusaha.
Atap ijuk berabung upuh (timah).
Perbedaan dua hal yang sangat mencolok.
Atap ijuk kerabung upih.
Sesuatu yang baik apabila dicampur dengan sesuatu yang buruk akan tercemar kebaikan tersebut.
Atap rumbia perabung upih, rumah besar berdinding papan.
Barang yang baik dicampurkan dengan barang yang buruk.
Aur ditanam betung tumbuh.
Mendapat laba banyak dengan modal yang sedikit.
Aus telunjuk mencolek garam .
Hidup dalam kemiskinan.
Awak alah gelanggang usai. (usai = lengang.)
Ditimpa kemalangan yang tak dapat diatasi lagi.
Awak hendak hilir, ia telah hanyut.
Cita-cita yang telah didahului oleh orang lain.
Awak kecil makan hendak banyak, sayap singkat terbang hendak tinggi.
Mengangan-angankan sesuatu yang tidak sepadan dengan kesanggupan diri sendiri.
Awak kurus daging menimbun.
Orang kaya yang berpura-pura miskin.
Awak menangis diberi pisang.
Bujukan (pujukan) yang tepat.
Awak rendah sangkutan tinggi.
Besar belanja daripada pendapatan.
Awak tikus, hendak menampar kepala kucing .
Melakukan sesuatu yang mustahil.
Awak yang celaka, orang yang diumpat.
Dirinya sendiri yang bersalah (karena kemalangan, kecelakaan, kekalahan dan sebagainya), orang lain pula yang disesalkan.
Awak yang payah membelah ruyung, orang lain yang beroleh sagunya. (ruyung = batang pohon enau).
Orang lain yang bersusah payah, orang lain pula yang mendapat faedahnya.
Awal dibuat, akhir diingat.
Sebelum membuat sesuatu pekerjaan hendaklah difikirkan masak-masak supaya selamat pekerjaan itu.
Awal diingat di akhir tidak.
Orang yang tidak memperhitungkan resiko di kemudian hari.
Awal dikenal akhir tidak, alamat badan akan rosak.
Orang yang tak berhati-hati lakukan pekerjaannya (yang baiknya saja yang diingat) tentulah akhirnya akan menyesal dan kecewa.
Awan berarak ditangisi.
Merenungi kejadian yang telah lama berlalu.
Awan mengandung hujan.
Memprediksi hal yang belum pasti akan terjadi.
Ayam baru belajar berkokok.
Baru cukup umur.
Ayam berinduk, sirih berjunjung.
Tiap-tiap yang lemah harus mendapat bantuan dan perlindungan.
Ayam berkoko hari siang.
Mendapatkan sesuatu yang telah lama diidam-idamkan.
Ayam berlaga sekandang.
Berkelahi dengan orang serumah.
Ayam beroga itu, kalau diberi makan di pinggan emas sekalipun ke hutan juga perginya. (ayam beroga = ayam hutan.)
Bagaimana senangnya di negeri asing, ingat juga kita akan negeri sendiri.
Ayam bertelur di atas padi, mati kelaparan.
Sangat menderita kesusahan meskipun bergaji besar (beristerikan atau bersuamikan orang kaya) atau hidup miskin di negara yang kaya dan makmur.
Ayam bertelur di atas padi.
Hidup senang dan mewah.
Ayam dapat, musang dapat.
Pencuri tertangkap, barang-barangnya pun tidak hilang.
Ayam ditambat disambar elang, padi di tangan tumbuh lalang.
Malang sekali; nasib yang buruk.
Ayam hitam terbang malam bertali ijuk, bertambang tanduk, hinggap di kebun rimbun.
Kejahatan (perkara dan sebagainya) yang dilakukan di dalam sulit, sukar diketahui.
Ayam hitam terbang malam, siapa tahu berdebus buntinya.
Menebak hal yang sulit untuk di peroleh.
Ayam itik, raja pada tempatnya.
Tiap-tiap orang ahli dalam urusannya masing-masing.
Ayam menang, kampuh (= kampung) tergadai.
Keberuntungan yang tidak ada faedahnya.
Ayam pulang ke pautan.
Sudah pada tempatnya.
Ayam putih terbang siang, hinggap di halaman, terang kepada mata orang banyak.
Perkara yang nyata mudah ketahuan.
Ayam seekor bertambang dua.
Gadis seorang, dua bujang yang ingin.
Ayam sudah patah, kalau-kalau dapat menikam.
Orang yang telah jatuh melarat itu mungkin akan berubah nasibnya.
Ayam tak patuk, itik tak sudu.
Keadaan orang yang hina dalam masyarakat.
Ayam tambat disambar elang, padi ditanam tumbuh ilalang.
Orang yang tertimpa masalah di mana pun ia berada.
Ayam terlepas, tangan bau tahi.
Kejahatan yang tidak mendatangkan hasil, melainkan malu semata-mata.
Ayam tidur senang di dalam reban, musang yang susah beredar sekeliling.
Tidak senang melihat kebahagiaan orang.
PREV 1 2 3


 

Copyright 2013 Peribahasa - All Rights Reserved