|
|
|
| Koleksi
Peribahasa Bahasa Sunda |
|
|
|
Koleksi peribahasa bahasa sunda yang indah untuk hidup yang lebih baik.
Baca dan dapatkan inspirasinya di bawah ini:
Kajejek ku hakan
Hasil usaha habis dipergunakan untuk memakan saja. |
Kajeun kendor ngagembol, tibatan gancang pincang
Lebih baik lama mengerjakan suatu hal dan berhasil baik daripada cepat mengerjakannya tetapi hasilnya mengecewakan. |
Kajeun pait heula amis tungtung, manan amis heula pait tungtung
Lebih baik menceritakan kesulitannya dahulu daripada diiming-imingi dulu oleh keuntungannya, khawatir nanti menyesal. |
Kajeun panas tonggong, asal tiis beuteung
Bekerja sehingga akhirnya bisa mendapatkan penghidupan. |
Kakeueum ku cai toge
Kalah sama istri sampai-sampai istri menyelewengkan pun dibiarkan saja. |
Kalah ka engkeg
Hanya capek melakukan perjalanan saja, sedangkan hasilnya tidak ada. |
Kalapa bijil ti cungap
Membuka rahasia sendiri tanpa disengaja. |
Kaliung kasiput
Dikelilingi oleh saudara yang kaya. |
Kandel kulit beungeut
Tidak punya malu. |
Kapiheulaan ngaluluh taneuh
Bangun kesiangan |
Kapipit galih kadudut kalbu
Jatuh cinta; tertarik hati. |
Kapiring leutik
Mendapat malu. |
Karawu kapangku
Susah payah dan duka lara kehidupan sudah dialami, mudah-mudahan anak keturunan kita akan mengalami kebahagiaan nantinya. |
Kasep ngalenggereng koneng
Berwajah tampan, berbadan tegap atletis, dan berpakaian perlente. |
Kasuhun kalingga murda
Sangat berterima kasih lahir batin. |
Katempuhan buntut maung
Menanggung kesulitan atau urusan orang lain. |
Katerka ku kira-kira
Menjadi tersangka karena kebetulan ada kaitannya dengan kejadian yang menjadi perkara atau disangka berdosa. |
Katindih ku kari-kari
Menjadi tersangka karena kebetulan ada kaitannya dengan kejadian yang menjadi perkara atau disangka berdosa. |
Katumbukan catur kadatangan carita
Banyak yang tidak mau karena lebih mementingkan dan menomorsatukan hal-hal yang menyenangkan. |
Katurug katatuh
Baru; sudah jatuh tertimpa tangga pula. |
Kawas aeud
Perilakunya tidak baik. |
Kawas aki-aki tujuh mulud
Tampak sudah sangat tua; padahal umrunya masih muda. |
Kawas anjing kadempet lincar
Berteriak-teriak tanpa alasan. |
Kawas anjing tutung buntut
Gelisah; sedang kebingungan. |
Kawas anu teu dibedong
Sering keluar masuk tanpa menutup pintu. |
Kawas aul
Kebiasaan meludah di sembarang tempat. |
Kawas awi sumaer di pasir
Plin-plan dalam pikiran; tidak kuat memegang prinsip. |
Kawas badak Cihea
Ke kiri dan ke kanan dan langkahnya cepat seperti orang yang sombong. |
Kawas bangkong katuruban batok
Bodoh sekali; sama sekali tidak berilmu. |
Kawas bayah kuda
Sangat lusuh, misalnya kain. |
Kawas beubeulahan terong
Tidak ada bedanya; persis sekali. |
Kawas beusi atah beuleum
Memerah (tentang raut muka orang yang sangat marah). |
Kawas birit seeng
Hitam legam. |
Kawas bodor reog
Tingkah orang yang membuat tertawa. |
Kawas buek beunang mabuk
Menundukkan kepala dalam-dalam serta tidak berani berkata sepatah pun karena merasa bersalah. |
Kawas bujur aseupan
Tidak bisa diam ketika duduk. |
Kawas cai dina daun bolang
Tiada bekasnya. |
Kawas carangka
Dikatakan kepada orang yang senang makan dan rakus. |
Kawas careuh bulan
Memakai bedak terlalu tebal. |
Kawas ciduh jeung reuhak
Sama-sama buruknya. |
Kawas congcorang murus
Orang berbadan tinggi, tetapi sangat kurus. |
Kawas cucurut kaibunan
Tampak jelek serta patut dikasihani. |
Kawas dodol bulukan
Orang yang berkulit hitam dan memakai bedaknya tidak rata. |
Kawas dongeng Si Bosetek
Berubah-ubah peraturan, tetapi tetap tidak ada kemajuan. |
Kawas durukan huut
Bahaya yang tak tampak serta semakin lama semakin membesar. |
Kawas gaang katincak
Sepi seketika, tiba-tiba terdiam karena kaget atau tidak mau terdengar oleh orang yang baru datang. |
Kawas gateuw
Tidak bisa keluar rumah karena penyakit atau usia tua, tetapi badannya gemuk. |
Kawas gula jeung peueut
Tampak rukun dan penuh kasih. |
Kawas hayam keur endogan
Mondar-mandir tidak bisa diam. |
Kawas hayam lamba
Penakut, tidak punya keberanian. |
Kawas hayam penyambungan
Merasa tidak menentu, merasa canggung pada sebuah pertemuan, dsb. Karena tidak ada yang kenal. |
Kawas heulang pateuh jangjang
Hampir tidak berdaya karena tidak mempunyai orang yang bisa diandalkan. |
Kawas hileud peuteuy
Dikatakan kepada orang yang menghalang-halangi maksud orang lain. |
Kawas himi-himi
Selamanya selalu berduaan, tidak mau berpisah. |
Kawas jogjog mondok
Ribut sekali oleh orang yang berbicara berbarengan dengan keras. |
Kawas ka budak rodek hulu
Menghina, melecehkan, seperti kepada orang bodoh atau kepada anak-anak yang belum tahu apa-apa. |
Kawas kacang ninggang kajang
Berbicara dengan cepat, lacar, lantang. |
Kawas kedok bakal
Buruk rupa. |
Kawas kedok rautaneun
Buruk rupa. |
Kawas kuda leupas ti gedongan
Melampiaskan segala keinginan karena merasa sudah tidak ada lagi yang menghalanginya. |
Kawas langit jeung bumi
Sangat jelas perbedaannya. |
Kawas lauk asup kana bubu
Sulit sekali keluar dari salah satu lingkungan tertentu/ oraganisasi. |
Kawas leungeun (a)nu palid
Tangan tak mau diam, meraba-raba atau memegang-megang suatu kiri kanan. |
Kawas maung meunang
Bibirnya merah karena mengunyah sepah atau merah menyala karena memakai lipstik yang berlebihan. |
Kawas nenggeuy endog beubeureumna
Sangat memperhatikan dan sungguh-sungguh menjaga orang yang disayangi karena takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti sakit, celaka. |
Kawas nu dipupul bayu
Tiada daya dan upaya. |
Kawas nu keked
Tidak bisa membawa sesuatu. |
Kawas nu meunang lotre
Mendapatkan rezeki besar yang tidak disangka-sangka. |
Kawas nu mulangkeun panyiraman
Banyak maunya dan susah menyediakannya; keinginannya itu sebisa mungkin harus dipenuuhi walaupun akan sangat menyusahkan. |
Kawas pantun teu jeung kacapi
Hanya bisa memberi nasihat saja, tetapi tidak bisa memberi contoh. |
Kawas panyeupahan lalay
Sudah lusuh dan mudah sobek. |
Kawas perah bedog rautaneun
Buruk rupa. |
Kawas Rama jeung Sinta
Serasi, laki-lakinya tampan wanitanya cantik. |
Kawas siraru jadi
Banyak orang kian ke mari. |
Kawas supa jadi
Cepat beroleh keuntungan atau cepat berkembang. |
Kawas tatah
Harus selalu diperintah, tidak bisa atau sadar mengerjakannya sendiri. |
Kawas terong beulah dua
Parasnya mirip, baik itu kakek dan adik ataupun ayah dan anak. |
Kawas toed
Bawel, banyak bicara. |
Kawas tunggul kahuru
Hitam dan berwajah jelek. |
Kawas ucing garong
Dikatakan kepada orang jahat yang suka menjarah rumah orang lain, kadang-kadang juga tak segan-segan menganiaya si empunya rumah. |
Kawas ucing kumareumbi
Segala diraba, segala dipegang. |
Kawas ucing nyanding paisan
Masa tidak tergoda, situasi dan kondisinya mendukung untuk itu. |
Kawas wayang pangsisina
Buruk rupa. |
Kebo mulih pakandangan
Kembali dari perantauan ke tempat kelahirannya. |
Kejo asak angeun datang
Sekehendak dengan maksud kita, maka cepat saja waktu itu juga dilaksanakan. |
Kelek jalan
Mengenai tempat yang tidak gampang untuk ditempuh karena tempatnya yang jauh dari jalan raya. |
Kembang buruan
Dikatakan kepada anak-anak yang sedang lucu-lucunya serta senang bermain-main di halaman rumah. |
Kembang carita
Menjadi bahan perbincangan yang menarik perhatian dalam suatu pertemuan, rapat, diskusi. |
Kembang mata
Hal yang disayangi, baik manusia, hewan, maupun benda. |
Keuna ku aen
Mendapat musibah karena terlalu banyak yang memuji dan tidak pernah mengucapkan alhamdulilah. |
Keuna ku lara teu keuna ku pati
Bisa saja kalah atau cedera, tetapi tidak akan sampai mati. |
Keur (nuju) bentang surem
Sedang tidak beruntung. |
Keur awak saawakeun
Untuk diri sendiri. |
Keur bentang surem
Sedang sial. |
Keur meujeuhna bilatung dulang
Sedang masanya untuk diperhatikan dalam hal makanannya. |
Keur meujeuhna hejo lembok rambay carita
Sedang masa-masanya banyak harta dan rezeki. |
Keur tulang tonggong
Untuk persediaan nanti, persiapan jika terdesak dengan kebutuhan. |
Keuyeup apu
Dikatakan kepada orang yang selalu kalah dan tidak punya keinginan. |
Kiceupna sabedug sakali
Begitu pendiamnya. |
Kiruh ti girang, kiruh ka hilir
Jika yang di atasnya tidak baik dan benar, maka yang di bawahnya pun tentu akan ikut-ikutan menjadi tidak baik dan benar. |
|
|
|