Likes:
Abjad: A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z
 
Kumpulan Peribahasa Kehidupan
Kumpulan peribahasa kehidupan yang indah untuk hidup yang lebih baik. Baca dan dapatkan inspirasinya di bawah ini:
Tergali pada bajana emas.
Tertarik pada keuntungan besar.
Tergeser karena miang, terlanggar karena rebas.
Orang yang berkuasa tidak mau disalahkan oleh orang kecil.
Tergolek pada yang indah.
Mendapatkan musibah dari perkara kecil.
Terhengit-hengit bagaikan rumput di tengah jalan, mati segan hidup tak hendak.
Tentang orang yang hidup susah.
Terkalang di mata, terasa di hati.
Tidak mampumelahirkan kata-kata yang dapat dikenang dalam hati.
Terkatung-katung bagai biduk patah kemudi.
Orang yang sedang membutuhkan pertolongan namun tidak ada seorang pun yang mampu menolongnya.
Terkena luluk kandang kering.
Mendapatkan bencana pada peristiwa yang tidak ada sangkut pautnya dengan dirinya.
Terkena pada ikan bersorak, terkena pada batang masam.
Orang yang merasa bahagia karena bertemu ddengan seorang teman yang telah memberikan pekerjaan pada diriinya.
Terkilat ikan dalam air, tahu jantan atau betina.
Orang yang bijaksana sehingga mengetahui tanda-tanda baik dan buruknya.
Terkilat-kilat bagai katak disemburi.
Karena merasa heran dan tertegun sehingga tak bsa berbuat apa-apa.
Terlalu panggan jadi hangus.
Terlalu menyanjungi diri jatuh juga akhirnya.
Terlalu tinggi jatuh, terlalu panjang patah.
Seseorang yang meninggikan dirinya sesekali akan jatuh juga.
Terlayang-layang bagai bulu berisi tanah.
Orang yang sangat tidak berdaya.
Terlindung oleh sanggul.
Istri yang lebih berkuasa dibandingkan dengan suaminya.
Terloncat-loncat bagai ulat pinang.
Sangat gelisah.
Termakan cirit berendang.
Kepala keluarga yang takut pada istrinya.
Termakan hati pukang.
Perihal seseorang yang sangat pemalu sehingga tidak mau bertemu muka dengan orang lain.
Terpanggang bagai kodok dalam lubang.
Perihal seorang miskin yang mendapatkan kesusahan.
Terpanjat di hutan dadap.
Terperangkap dalam bahaya besar.
Terpaut bertali, teerlambang berlantak.
Adat istiadat yanng sudah mendarah daging dalam masyarakat.
Terpecak peluh di muka.
Malu sekali.
Terpelannting memilihi, tersesak malampungkan.
Orang tua harus menjaga keselamatan anak, istri dan harta.
Terpijak bayang-bayang.
Waktu siang hari kira-kira pukul 12.00
Tersendeng-sendeng bagai sepat di bawah mengkuang.
Orang kecil ingin mendekati orang besar, tetapi malu.
Tersesak bagai undang kepada yang runcing, tak dapat bertenggang lagi.
Orang yang tidak berdaya lagi.
Tersesak padang ke tebing.
Orang yang telah kehabisan akal dalam menghadapi suatu perkara.
Tersesat padang ke rimba.
Ikhtiar habis, tak ada upaya lagi.
Tersinggung lebih bagai kena.
Orang yang cepat marah.
Tersingit-singit bagai katung di bawah raba.
Orang kecil yang merasa segan dan selalu merendahkan diri bila berhadapan dengan orang yang mulia.
Tersuruh kepada orang yang akan pergi terimbau pada orang yang aka datang.
Seseorang yang memerintahkan orang lain untuk melakukan sesuatu yang sangat diharapkannya.
Tertangguk pada ikan dikeruntungkan, terangguk pada ular dikeruntungkan juga.
Keputusan yang telah pasti harus diterima.
Tertangkap di air kalang.
Berhadapan dengan orang yang terhormat.
Tertangkap kain.
Seseorang yang berbuat zina dan tertangkap basah.
Tertangkap sama termakan tanah, terlentang sama terminum air.
Bersama dalam suka ataupun duka.
Tertumbuk biduk dikelokkan, tertumbuk hati dikelokkan.
Orang yang sedang berusaha mencari pekerjaan dengan melakukan berbagai macam cara untuk mendapatkan hasil yang memuaskan.
Tertumpang di biduk tiris.
Menyerahkan dirinya pada orang yang miskin.
Tiada air sungai mengalir ke hulu.
Anak tidak akan membalas pengorbanan orangtuanya.
Tiada beban batu digalas.
Mencari kesukaran.
Tiada berpucuk di atas enau.
Seorang yang mengira dirinya adalah yang paling hebat.
Tiada berudang di balik batu.
Orang yang sangat sombong.
Tiada biduk karam sebelah.
Apabila salah seorang anggota kelurga menderita, maka seluruh anggota keluarga akan merasakan penderitaan tersebut.
Tiada dibawa orang sehilir semuara.
Orang yang sudah tidak berguna lagi dalam masyarakat.
Tiada dibawa orang sehilir semudik.
Seseorang yang disishkan dalam pergaulan.
Tiada disangka akan karam, ombak yang kecil diabaikan.
Orang yang meremehkan masalah yang kecil.
Tiada lepas dari bibir.
Suatu pekerjaan yang masih dalam perencanaan dan belum dikerjakan sama sekali.
Tiada mengetahui hulu hilirnya.
Tidak mengetahui ujung pangkalnya.
Tiada ragam kunyit, resan serai.
Dua orang yang memiliki kesamaan.
Tiada rotan akar pun jadi.
Barang yang kurang pantas bisa saja dignakan jika barang yang bagus tidak tersedia.
Tiada teerbawa sekam segatang.
Sudah tidak mempunyai kekuatan lagi; sudah rapuh.
Tiada terbungkam tahi mata dengan empu jari.
Aib sanak saudara kita tentu kita pikul sendiri juga.
Tiada terempang peluru oleh ilalang.
Kehendak orang yang berkuasa tidak tertahan oleh orang yang lemah.
Tiang pandak hendak menyamai tiang panjang.
Ingin meniru gaya orang kaya, akhirnya menderita
Tidak ada orang yang menggaruk keluar badan.
Orang yang berpihak pada keluarganya jika ada perselisihan.
Tidak alang kepalang tanggung.
Tidak tanggung-tanggung.
Tidak berasak tuunas dari tunggal.
Kedudukan yang turun temurun dalam keluarga.
Tidak berdaging lagi.
Seseorang yang sudah tidak memiliki harta.
Tidak beringsut dari bibir.
Sesuatu yang selalu disebut-sebut karena terus-menerus diingat.
Tidak berisi lagi, tinggal koyakan.
Sudah tidak berdaya yang hanya menunggu kehancuran.
Tidak bernasi di balik kerak.
Orang yang suka memamerkan harta kekayaan orangtuanya.
Tidak bisa dipegang ekornya.
Orang yang tidak dapat dipercaya.
Tidak dapart menaruh muka.
Tidak berani bertemu muka dengan orang lain.
Tidak dibawa orang makan sejambar.
Orang yang dikucilkan karena keadaan atau perbuatannya.
Tidak dihambat akar dihambat dahan.
Melakukan pekerjaan yang tidak mengandung rintangan sama sekali sehinga berjalan lancar hingga selesai.
Tidak hujan lagi becek, ini kan pula hujan.
Tidak melakukan sesuatu saja sudah diperbincangkan orang apalagi bila benar-benar melakukan.
Tidak laku diikat.
Sesuatu yang tidak ada nilai atau harganya sama sekali.
Tidak tahu alif.
Orang yang tidak bisa membaca da menulis.
Tidak tahu dikeluani orang.
Tidak sadar jika diperalat orang lain.
Tidak terindang dedak basah.
Suatu permasalahan yang teramat sukar dicari jalan pemecahannya.
Tidak terindang dedak berbiak lagi.
Seseorang yang tidak memiliki kemampuan dan tidak berdaya lagi.
Tidak terkayuhkan lagi biduk hilir.
Tidak mempunyai daya upaya lagi.
Tidak termakan peluru.
Orang yang sakti sehingga kebal senjata api.
Tidak usak kerbau oleh penyembelihnya.
Bila memiliki kelebihan harta hendaknya salalu berderma.
Tidakk tampak batang hidungnya.
Tidak muncul; tidak kelihatan.
Tidur bertilam pasir.
Tidur di mana saja karena tidak memiliki tempat tinggal.
Tidur diatas miang.
Tidak tenang selalu gelisah.
Tidur tak nyenyak, makan tak kenyang.
Sangat gelisah, banyak pikiran.
Tikar emas bantal suasa sama dengan berbantalkan lengan.
Rumah yang mewah tetapi bukan milik sendiri, lebih jelek tetapi milik sendiri.
Tikus jatuh ke dalam gudang beras.
Orang yang sudah mendapatkan keuntungan tidak memberikan kabar.
Timbangan berat sebelah.
Keputusan yang tidak adil.
Tinggal di tabung diuntungkan, tinggal di aweh dikiraikan.
Segala sesuatu yang telah diberikan seluruhnya.
Tinggal jangat pembalut tulang.
Sangat kurus.
Tinggal keolpak salak.
Seseoranng yang menghabiskan kekayaannya, sehingga jayuh miskin.
Tinggal kulit pembalut tulang.
Orang yang memiliki fostur tubuh sangat kurus sekali.
Tinggal nadi.
Seseorang yang sakit parah dan hampir mendekati ajalnya.
Tinggal sehelai pinggang.
Tentang sesorang yang keadaannya sangat menderita dan melarat.
Tinggal tulang dengan kulit.
Badan yang kurus kering.
Tinggi dianjung, besar dipupuk.
Seseorang yang menganggap dirinya sangat mulia.
Tinggi kayu ara dilompati, rendah bilang-bilang disyukuri.
Cara panggilan dalam sekaum disebabkan oleh perkawinan.
Titah dijunjung, perintah dijalankan.
Menuruti perintah pemimpin.
Titian biasa lapuk, janji bisa mungkir.
Janji tidak selamanya ditepati.
Tohok lembing ke semak.
Perbuatan yang sia-sia.
Tohok tunggang ke baruh.
Mudah mencelakakan orang yang di bawah perintahnya.
Tolak tangga berayun kaki, peluk tubuh mengajar diri.
Menyia-nyiakan kehidupan yang menyenangkan.
Tong kosong nyaring bunyinya.
Orang yang banyak bicara tetapi malas bekerja.
Tongkat membawa rebah.
Mendapat kesusahan karena kawan sendiri.
Tua-tua keladi, semakin tua semakin jadi.
Orangtua tak tahu diri dan berlagak seperti anak muda.
Tuah anjing celaka kuda.
Mengembirakan bagi orang lain belem tentu membahagiakan kita.
Tuah melambung tinggi, celaka menimpa badan.
Selalu mendapatkan kemalangan.
Tuak terbeli, tunjang hilang.
Mendapatkan celaka atau kekecewaan.
Tuak terbeli, tunjang hilang.
Merasa celaka dan kecewa.


 

Copyright 2014 Peribahasa - All Rights Reserved