Likes:
Abjad: A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z
 
Kumpulan Peribahasa Kehidupan
Kumpulan peribahasa kehidupan yang indah untuk hidup yang lebih baik. Baca dan dapatkan inspirasinya di bawah ini:
Tabir sudah tergantung, tikar sudah terbentang.
Pesta yang sudah siap untuk dimulai.
Tabuhan meminang anak laba-laba.
Mendapatkan hasil yang tidak sesuai dengan perjuanganya,
Tabuhan meminang anak labah-labah.
Pengorbanan yang tidak sama di antara kedua belah pihak.
Tabung seruas.
Orang yang mampu berkomunikasi dengan type orang yang bagaimanapun.
Tahan jerat di tempat genting.
Suatu perkara yang sangat besar.
Tahan jerat sorong kepala.
Ingin mencelakakan orang lain, malah dirinya sendiri yang celaka.
Tahu diereng dengan gendeng.
Bermain judi dengan mata dadu genap atau ganjil.
Tahu makan tahu simpan.
Dapat menyimpan rahasia dengan baik.
Tajam lidah dari pada pedang.
Ucapan seseorang dapat menyakitkan hati..
Tak ada beras yang akan ditanak.
Tidak ada kelebihan yang pantas dikemukakan.
Tak berasak lenggang dari ketiak.
Tak pernah jauh.
Tak berasak lenggang di ketiak.
Tidak ada perubahan sama sekali dulu.
Tak berkain sehelai benang.
Serba kekurangan (miskin sekali).
Tak berpucuk di atas enau.
Orang yang menganggap dirinya lebih dari orang lain.
Tak berudang di balik batu, tak berorang di balik aku.
Sangat sombong.
Tak bolah tanduk telinga dipulas.
Bila tidak bisa mengalahkan seseorang yang jadi pelampiasan biasanya adalah keluarga lawannya.
Tak boleh bertemu roma.
Selalu berselisih.
Tak jauh lenggang dari ketiak.
Tidak jauh persoalan dari pokoknya.
Tak kuning oleh kunyit, tak putih oleh kapur.
Seseorang yang dudah kaya sejak awalnya bukan berasal dari negeri yang dikunjunginya.
Tak lain dandang di air, di gurun ditanjakkan.
Berusaha untuk menyampaikan maksudnya.
Tak lapuk oleh hujan, tak lekang oleh panas.
Tetap pada pendirian semula; suatu keadaan yang tak ernah berubah.
Tak lekang di bibr.
Seseorang yang selalu disannjung dan dipuji orang lain.
Tak menghangat mendingin.
Tak menghiraukan, tak peduli.
Tak pernah masuk gelanggang bergoyang.
Orang kampung yang masuk rumah orang ternama.
Tak putus dirundang malang.
Tiada putus-putusnya, tiada berhenti mendapat celaka.
Tak tahu di bongkok tidur.
Tentang seseorang yang tdak menyadari akan kekurangan pada dirinya sendiri.
Tak tahu ujung pangkalnya.
Tidak tahu menahu.
Tak tentu hilir mudiknya.
Tidak tentu asal-usulnya.
Tak tentu hilirnya.
Tidak tentuu maksudnya; simpang-siur.
Tak tentu kepala ekornya.
Permasalahan yang tidak pernah diketahui penyebabnya.
Tak timbuh tak melata, tak sungguh orang dikata.
Bila tidak berbuat jahat, tak ada orang yang mengetahuinya.
Tak usah bimbang, gula dalam mulut, tinggal telan saja.
Janganlah ragu-ragu, sesuatu yang ditakdirkan menjadi milik kita tak akan berpindah tangan.
Takarran sudah hampir punuh.
Orang yang sudah sangat tua.
Takkan pasang selalu di mana surut senantiasa.
Keadaan yang tidak tetapbterutama jabatan dan kekayaan seseorang.
Takut akan bayang-bayang sendiri.
Takut akan kelemahan atau perbuatannya sendiri.
Takut akan kutu dibuang kain.
Karena takut akan bahaya yang kecil, dibuang keuntungan yang besar.
Takut akan Lumpur, lari keduri.
Ingin berbuat kebajikan, tetapi malah dianggap berbuat kesalahan.
Takut dihantu, terpeluk di bangkai.
Mendapatkan musibah baru setelah menghindari sesuatu yang sebenarnya tidak perlu ditakutkan.
Takut hantu, terpeluk bangkai.
Menghindari bahaya kecil, tetapi malah mendapatkan bahaya yang lebih besar.
Takut kepada ular terkejut kepada bengkarung.
Merasa takut pada orang yang berkuasa beserta keluarganya.
Takut titik lalu tumpah.
Takut kehilangan sedikit malah kehilangan banyak.
Takutkan tuma, dibuang kain.
Sayang akan sesuatu yang besar jadi mendapatkan rugi.
Tali busur tidak selamanya dapat direnggang.
Tak ada seorang pun yang mampu bekerja terus-menerus.
Tali di dalam bungkusan, digerek tikus apa gunanya.
Seorang anak perempuan atau gadis pingitan yang sedang melakukan sesuatu kesalahan secara diam-diam.
Tali terentang tidak putus, sangkutan tergantung tidak rekah.
Pertalian keluarga yang tidak putus karena hubungan pernikahan beda bangsa.
Tamak hilang malu, loba dapat kebiasaan.
Orang yang serakah dan telah menjadi kebiasaan.
Tampak benar lurah tak berbatu, ijuk tak bersagar.
Orang miskin yang selalu mendapatkan penghinaan dari orang lain.
Tampak jalan tempat lalu, lupa batu akan menarung.
Orang miskin yang celaka karena mendapat keuntungan dan dapat memanfaatkan keuntungan itu.
Tampak ranggas tak akan melenting.
Ketahuan tidak dapat melakukan apa-apa karena bodoh atau penakut.
Tampan sudah langgam terbawa.
Sempurna, tak ada cela.
Tampuknya masih bergetah.
Pendapatannya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Tanah tumpah darahku.
Kampung tempat kelahiran seseoranng.
Tanam cempedak tumbuh nangka.
Memperoleh lebih dari yang diharapkan; memperoleh kkeuntungan lebih banyak daripada yang diperhitungkan.
Tanduk di kepala takkan dapat digelengkan.
Tidak dapat menghindari kewajiban.
Tangan singkat hendak mengulur.
Ingin menolong tapi tak berdaya.
Tangan yang celaka, kerja jatuh.
Mendapatkan kerugian karena sanak keluarga berbuat buruk.
Tangguk rapat, keruntung bubus.
Suami-istri yang tidak sesuai sifatnya.
Tarik puntung padamlah bara.
Perihal seseorang yang berbuat sesuka hatinya karena tidak ada yang membahayakan.
Taruh beras dalam padi.
Menyimpan rahasia dengan baik.
Tebal kulit muka.
Tak berperasaan.
Tebu setuntung masuk geraham gajah.
Pemberian sedikit kepada orang kaya sudah barang tentu tak dirasa olehnya..
Teduhkan di bawah betung.
Mendapatkan pertolongan yang tidak mencukupi.
Tegak berpaling, duduk berkisar.
Berubah dari apa yang telah dikatakan atau dijanjikan.
Tegak meninjau jarak, duduk meraut ranjau.
Perihal orang yang rajin.
Tegak pada yang datar.
Orang yang teguh memegang kebenaran.
Tegak seperti alif.
Orang yang memiliki pendirian kuat sehingga tidak mudah terpengaruh pendapat orang lain.
Tegak tapak bayang-bayang.
Tepat tengah hari.
Telaga di bawah gunung.
Istri yang mendatangkan kebahagiaan kepada suaminya.
Telaga mencari timba.
Seorang gadis yang mencari jodoh.
Telah baris berpahat, telah jalan yang tertutur.
Pekerjaan yang dilakukan telah usai dengan adat yang berlaku.
Telah busuk makan peda.
Melakukan sesuatu yang sudah terlambat.
Telah dapat gading bertua, terbuang tanduk kerbau mati.
Karena mendapat sesuatuu yang baru, maka yang lama diabaikan.
Telah karam maka ditimba.
Memberikan pertolongan kepada seseorang yang sudah tidak lagi membutuhkan bantuan.
Telah mati yang bergading.
Orang yang berkuasa dan disegani telah wafat.
Telah mendapat gading bertuah, terbuang tanduk kerbau mati.
Karena mendapat sesuatuu yang baru, maka yang lama diabaikan.
Telah menjadi darah daging.
Sulit mengubah sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan.
Telah meraba-raba tepi kain.
Orang yang menderita sakit parah.
Telah panas hari, lupa kacang akan kulitnya.
Seseorang yang melupakan jati dirinya.
Telah penuh sebagai sukat.
Habis kesabaran.
Telentang sama diminum airnya, telungkup sama termakan tanah.
Selalu bersama-sama dalam menjalani kehidupan.
Telentang sama menadah embun, tertiarap sama memakan pasir.
Sehidup semati nasib sepenanggungan.
Telinga rrabit dipasang gelang, kaki untuk dipakaikan gelang, jari kudung dimasukan gelang.
Memuliakan orang yang tak patut dimuliakan.
Telunjuk mencolok mata.
Orang kepercayaan merusak sesuatu yang dipercayakan kepadanya.
Telur dua sebandung pecah satu pecah kedua.
Sehidup semati, seia sekata.
Tempayan tertiarap di air.
Orang yang tidak mau mendengarkan nasihat.
Teracak bagai lembing tergadai.
Tentang seseorang yang merasa tertegun karena melihat sesuatu yang belum pernah dijumpai sama sekali.
Teralang-alang bagaikan sampah di mata.
Cemoohan dan hinaan yang tak dapat dilupakan.
Terang kabut tenanglah hari.
Sudah tenang kembali setelah kesusahannya berlalu.
Terang kabut, teduhlah hujan.
Telah senang kembali sehabis menderita.
Terapung sama hanyut, terendam sama basah.
Sehidup semati, seia sekata, senasib sepenanggungan.
Terapung tak hanyut, tenggelam tak basah.
Perkara yang tidak pernah berakhir.
Teras terhujam gubal melayang, bertingting bertampi beras, gubal melayang teras tinggal.
Keturunan bangsawan yang tetap dihormati sekalipun miskin.
Terbakar kampung kelihatan asap, terbakar hati siapa tahu.
Kita tidak dapat mengetahui isi hati seseorang.
Terbang bertumpu, hinggap mencekam.
Hidup di negeri orang mencari kaum kerabat.
Terbangkit batanng terendam.
Terangkat kembali nama-nama yang terlupakan.
Terbulang ayam betina.
Seseorang yang dikira pemberani ternyata penakut.
Tercacak bagai lembing tergadai.
Sangat terkesima (tertegun).
Tercencang puar, tergerak andilau.
Seseorang yang tidak disukai mengakibatkan salah satu anggota keluarga merasa sakit hati.
Terconteng arang di muka.
Mendapat malu, menyebabkan aib.
Terendam sama basah, terampai sama kering.
Susah dan senang dialami bersama.


 

Copyright 2014 Peribahasa - All Rights Reserved