Likes:
Abjad: A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z
 
Kumpulan Peribahasa Kehidupan
Kumpulan peribahasa kehidupan yang indah untuk hidup yang lebih baik. Baca dan dapatkan inspirasinya di bawah ini:
Sayang anak, tangan-tangani, syang bini tinggal-tinggalkan.
Anak dan istri yang selalu dituruti kemauannya akan menjadi sombong.
Sayang buah kepayang dimakan mabuk dibuang sayang.
Sesuatu keadaan yang dalam serba salah.
Sayang garamsecacah, busuk kerbau seekor.
Mengalami kerugian besar karena takut melakukan sesuatu.
Sayap patah bertongkat paruh.
Pantang berputus asa.
Sebab berkelahi jangan perigi akhirnya mati dahaga.
Sia-sia saja melawan orang yang berkuasa.
Sebab karena cendrawasih, merak emas dilepaskan.
Mengharapkan suatu keberuntungan besar yang belum tentu terjadi, harta yang sudah didapatkan disia-siakan.
Sebab kasih akan bunga setangkai, dibuang bunga seceper.
Karena sangat sayang kepada seseorang, disia-siakanlah kawan yang bayak.
Sebab pulut santan binasa, sebab mulut badan binasa.
Kecelakaan yang timbul akibat terlepas cakap.
Sebab tiada tahu menari dikatakan tanah lembab.
Mengatakan alatnya rusak padahal tidak mampu mengerjakannya.
Sebagai ayam diasak malam.
Perihal seseorang yang tak berdaya.
Sebagai cendawan dibasuh.
Seseorang yang memilki penyakit keras.
Sebagai duri landak.
Jari yang kecil dan runcing.
Sebagai kunyit dengan dapur.
Mudah dan lekas bersatu.
Sebagai si bisa mimpi terasa ada terkatakan tidak.
Seseoran yang tidak dapat menyampaikan maksud dan isi hatinya kepada orang lain.
Sebesar-besar bumi dilempar tak kena.
Perkara yang tampak mudah, namun dulit dipecahkan.
Sebusuk-busuk daging dikincah dimakan juga, seharum-harum tulang dibuang.
Jika keluarga yang berbuat salah akan dimarahi, tetapi setelah itu diampuni. Jika orang lain tidak dimaafkan.
Sebusuk-busuk telunjuk, telunjuk juga mencolek tahi mata.
Sejahat-jahatnya kaum keluarga, kalau sesorang dihina seluruh keluarga akan menutut balas.
Sedangkan bah kapur tak hanyut, ini pula kemarau panjang.
Selagi masih ada mata pencaharian tidaklah kaya, apalagi tidak memilikki mata pencaharian.
Sedangkan pucuk lagi tak merah, konon pula selerranya.
Dalam keadaan berkecukupan saja kikir apalagi bila dalam keadaan miskin.
Sedikit hujan, banyak yang basah.
Peristiwa yang menjadikan suatu perkara kecil yang dapat membuat beberapa beberapan pihak saling saling dendam dan membenci.
Sedikit kerja banyak beruntung.
Perihal orang yang sangat malas.
Seekor kerbau berkubang, sekandung kena luluknya.
Seorang berbuat salah, semua tebawa-bawa.
Seembus naik, seembus turun.
Orang yang hampir meninggal dunia.
Segan menurut rundingan orang lain.
Merasa segan mendengarkan nasihat orang lain.
Sehabis kelahi teringat silat.
Setelah persoalan atau pekerjaan selesai dilaksanakan, baru teringat cara baik untuk menyelesaikannya.
Sehabis rabuk, sehabis putaran.
Begitu pekerjaan selesai, penghasilannya pun habis.
Sehari sehelai benang, lama-lama jadi sehelai kain.
Hal perbuatan orang yang sabar dan tidak putus asa, dari sedikit-sedikit lama-lama berhasil juga.
Sehelai sepinang.
Semua harta kekayaan musnah karena tertimpa musibah.
Seiring bertukar jalan, beria bertukar sebut.
Kedua belah pihak memiliki maksud yang sepaham, tetapi berbeda cara melakukannya.
Seiring bertukar jalan, sekadang tidak sebau.
Pendapat berbeda, tetapi tujuan dan maksud sama.
Sekam menjadi hampa berat.
Tidak akan dirugikan.
Sekejap bagai pelita akan padam.
Seorang gadis yang mempunyai wajah cantik jelita.
Sekerat ular sekerat belut.
Orang yang bermuka dua.
Sekudung llimbat sekudung lintah.
Karena sesuatu, pendirian seseorang menjadi goyah.
Sekutuk beras basah.
Tidak ada gunanya.
Selam hujan akan panas.
Selama melarat kelak akan beroleh kesenangan juga.
Selama air hilir, selama gagak hitam.
Tetap selama-lamanya.
Selama capung cebok.
Suatu masalah yang diputuskan dengan mudah tanpa pertimbangan matang.
Selama enggan mengeram.
Sangat lama.
Selama gagak hitam, selama air hilir.
Suatu keadaan yang abadi, selama-lamanya.
Selama hayat dikandung badan.
Selama masih hidup.
Selangkah berpantang surut, setapak berpantang mundur.
Berani menghadapi hal apa pun.
Selapik seketiduran, sebantal sekalang hulu.
Gambaran suami istri yang harmonis, sehingga suka dan duka dirasakan bersama.
Selera bagai taji, tulang bagai kanji.
Malas bekerja, tetapi banyak makan.
Selera bagai taji, tulang bagai sayap.
Orang yan berpendiriran kuat.
Selera tajam bagai tali, tulang lemah bagai kanji.
Banyak makan, tetapi tidak mau bekerja.
Selimat kain tiga hasta, ditarik ke atas bawah terbuka, ditarik ke bawah atas pula terbuka.
Sesuatu yang tidak mencukupi untuk keperluan. Sulit untuk mengaturkanya.
Selompat hidup selompat mati.
Orang yang mendekati ajalnya.
Seluas dada tuma.
Terlalu sempit.
Seludang menolak mayang.
Telah kelihatan isi hatinya.
Seludang menolakkan mayangan.
Memperlihatkan atau kelihatan kecantikannya.
Seluduk sama bangkok, melompat sama patah.
Seia sekata.
Semalam di bawah nyiur pinang orang, kala di turut.
Harus menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru.
Semalam di bawah nyiur pinang orang, kata di turut.
Seseorang yang hampir bisa menyesuaikan dirinya dengan lingkungan baru.
Semangat harimau.
Sanggup melakukan pekerjaan dengan risiko besar.
Semangat kambing.
Hanya mau melakukan sesuatu jika ada yang mengawasinya.
Sembahyang mencari akal, rusuk mencari kira-kira.
Pura-pura baik, padahal jahat.
Sembelih ayam dengan pisau, sembelih orang denngan kapak.
Memperlakukan sesuatu sesuai dengan keadaannya.
Sembunyi tuma kepala tersorok, ekor kelihatan.
Berusaha menyembunyikan kejahatan yang telah diketahui orang lain.
Sementara suruk ekor habis.
Selalu ditimpa kemalangan.
Semir tak habis kajang pula.
Mencari utang baru padahal utang lama belum terbayar.
Semut gatal gonggong gunung, bagaimana dunia takkan sunyi.
Melakukan sesuatu yang aneh dan tidak wajar.
Semut terpijak tidak mati, alu bertarung patah tiga.
Kehidupan seorang wanita yang berpendirian teguh.
Sengsara membawa nikmat.
Orang yang semula hidupnya menderita, kemudian dapat hidup bahagia karena tidak cepat menyerah dalam berusaha.
Senjata makan tuan.
Sesuatu yang dipergunakan untuk alasannya tetapi mengena dirinya sendiri.
Seorang budi-budian, seorang tabung seruas.
Dua orang yang berbeda sifatnnya.
Seorang dicecak, semuanya merasa pedih.
Jika seseorang disakiti, maka sanak keluarganya juga merasa sakit hati.
Seorang ke hilir seorang ke mudik.
Selalu bertentangan.
Seorang makan nangka, semua kena getahnya.
Seorang yang melakukan kesalahan, yang lain terkena imbasnya.
Sepantun elang dengan ayam, lambat laun disambar jua.
Laki-laki dan perempuan hendaknya tidak bergaul secara bebas. Jangan biarkan gadis bergaul dengan bujang, kurang baik akibatnya.
Seperi embacong buruk kulit.
Orang yang berwajah jelek tetapi hatinya baik.
Seperti mencari kutu dalam ijuk.
Mengerjakan pekerjaan yang sangat susah.
Seperti abu diatas tunggul
Kedudukan yang tidak kuat
Seperti air dalam talam.
Keadaan yang aman dan sentosa.
Seperti air dalam terenang.
Orang yang sikapnya tenang dalam menghadapi permasalahan.
Seperti anai-anai makan kayu.
Mengerjakan sesuatu perkara dengan begitu tekun sekali.
Seperti anak ayam kehilangan induknya.
Terpecah belah sehingga mengalami kesusahan hidup.
Seperti anak panah lepas dari busurnya.
Melaju sangat kencang.
Seperti anjing bertemu pasir.
Orang yang telah menjumpai barang kesukaanya.
Seperti api makan lalang kering, tidak dapat dipadamkan.
Karena kesalahan orang lain, diri sendiri menjadi korban.
Seperti api dengan asap.
Pertalian yang tidak dapat diputuskan.
Seperti api di dalam sekam.
Perasaan dendam yang tersembunyi.
Seperti aur ditarik sungsang.
Pekerjaan yang sulit diselesaikan.
Seperti ayam beranak itik.
Gambaran orangtua yang kolot dan memiliki anak modern berpengetahuan luas.
Seperti badak makan anaknya.
Orangtua yang tega membuat anaknya celaka.
Seperti bangsi buluh perindu.
Suara yang merdu dan lemah lembut.
Seperti baranak besar, hidung dikeluani.
Seseorang yang selalu memamerkan barang yang diperolehnya.
Seperti batang mengkudu, dahulu buah dari bunga.
Perihal orang yang mau lekas marah sebelum diketahui benar kesalahan orang yang hendak dimarahinya itu.
Seperti Belanda miinta tanah, diberi sehasta minta sedepa.
Perihal orang yang sangat tamak.
Seperti benang putih.
Orang yang menurut tanpa membantah.
Seperti beras lembab, dijual tak laku, ditanak tak mual.
Sesuatu yang tak berharga.
Seperti bergalah dii tengah arus.
Melakukan pekerjaan yang sangat sulit, seseorang yang selalu dirundung kegelisahan
Seperti bergendang ke Sirukam, perut kenyang emas dapat.
Memperoleh keuntungan yang tidak terduga.
Seperti berjejak di atas bara.
Gelisah karena ditimpa kesusahan.
Seperti biji saga rambat di atas talam.
Tidak berpendirian tetap; selalu berubah.
Seperti buah bemban masask.
Air mata jatuh bercucuran.
Seperti buku gaharu.
Apabila perlu diperlihatakan semua keunggulannya.
Seperti bunyi gong pecah.
Suara seseorangg yang tidak enak didengar.
Seperti burung gagak pulang ke benua.
Seseorang yang pulang dari perantauan, tetapi keadaannya masih sama seperti sebelum merantau.
Seperti cacing kepanasan.
Tidak tenang, selalu gelisah.


 

Copyright 2014 Peribahasa - All Rights Reserved