Likes:
Abjad: A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z
 
Kumpulan Peribahasa Kehidupan
Kumpulan peribahasa kehidupan yang indah untuk hidup yang lebih baik. Baca dan dapatkan inspirasinya di bawah ini:
Naik ke rumah bercuci kaki saja.
kawin dengan tidak kena belanja apa-apa.
Naik tak bertangga, turun tak berpintu.
Melakukan sesuatu perbuatan yang salah.
Naik tangga dari bawah.
Menurut derajat (darjat) dan kedudukan masing-masing; menurut aturan yang lazim.
Nak ditelan termengkelan, nak diludah tak keluar.
Dalam keadaan yang serba salah.
Nak menangguk ikan, tertangguk ke batang.
Hendak laba, langsung jadi rugi.
Nampak gabak di hulu.
Ada tanda-tanda yang menunjukkan akan terjadi sesuatu hal.
Nampak kulitnya tahulah isinya.
Pada rupa muka atau gerak gerinya tahulah kita akan sifatnya.
Nan berat tidak terpikul, nan ringan tidak terjinjing.
Sudah terlalu tua tidak terturutkan lagi ke hilir ke mudik.
Nan berseluk urat, nan berjumbai akar, nan berlambai pucuk. (seluk = lilit, belit; lambai = berayun-ayun turun naik.)
Kaum keluarga itu sekalipun sudah berjauhan tetapi perhubungan masih tetap ada.
Nan dekat panggilan tiba, nan jauh kulangsing lepas. (kulangsing = sirih pemanggil.)
Adat panggil memanggil; yang dekat dipanggil dengan mulut, yang jauh-jauh dikirimi surat.
Nan dimaksud sampai, nan diamal pecah.
Sudah tercapai apa-apa yang dicita-citakan. (amal = idaman, cita-cita.)
Nan lurah (= rendah) juga diturut air.
Orang yang kaya juga yang bertambah-tambah kekayaannya.
Nasi basi penolak nafsu.
Putus kasih oleh sebab telah lama atau karena perselisihan; orang tua yang melarat hidupnya.
Nasi basi penolak nafsu.
Putus kasih oleh sebab telah lama atau karena perselisihan; orang tua yang melarat hidupnya.
Nasi sama ditanak, kerak dimakan seorang.
Kerja sama-sama dilakukan, keuntungan diambil seorang diri.
Nasi sedap gulai mentah, gulai sedap nasi mentah.
Pekerjaan yang tidak sempurna.
Nasi sudah menjadi bubur.
Sudah terlanjur, tak dapat diubah lagi.
Nasi tak dingin, pinggan tak retak.
Cermat melakukan sesuatu pekerjaan.
Nasi tersaji di lutut.
Keuntungan yang diperoleh dengan mudah.
Nasi tersenduk tidak termakan.
Tidak dapat merasainya, meskipun sudah diperoleh; belum menjadi rezeki.
Nasib penyapu, banyak jasa turun darjat.
Terlalu banyak membuat kebajikan sehingga merusakkan diri sendiri.
Neraca berbatu intan.
Hukuman yang seadil-adilnya.
Neraca palingan Allah, mata palingan setan.
Pendirian orang mudah berubah atau selalu berubah-ubah.
Neraca palingan bungkal, hati palingan Tuhan.
Pendirian orang mudah berubah atau selalu berubah-ubah.
Neraca yang palingan, bungkal yang piawai.
Hakim yang sangat adil. (piawai = pandai, cakap.)
Niat di hati hendak memeluk gunung, sudah terpeluk biawak celaka (= sial).
Berhajat kepada sesuatu yang baik, tiba-tiba yang buruk pula diperoleh.
Niat hati hendak memancing ikan, tak mau membuang umpan.
mau mendapat keuntungan tetapi tidak mau berugi.
Niat hati hendak memancing temenung, sudah terpancing ikan setoka.
Lain yang dihajati, lain yang diperoleh.
Niat hati nak getah bayan, sudah tergetah burung serindit.
Lain yang dihajati, lain yang diperoleh.
Niat hati nak peluk gunung, apakan daya tangan tak sampai.
Ingin akan sesuatu yang besar tetapi tidak berdaya mencapainya, karena kekurangan alat.
Nibung bangsai bertaruk muda. (bangsai = rapuh dan buruk.)
Orang tua yang berlagak muda.
Nikah maharaja bumi (= Boma).
Nikah tanpa belanja.
Nyamuk lepas pijat-pijat kena pirik.
Mendapat celaka karena kesalahan orang lain. (pirik = memipis, menumbuk lumat-lumat.)
Nyamuk mati, gatal tak lepas.
Menaruh dendam kepada orang yang berbuat jahat, meskipun yang jahat itu sudah dihukum.
Nyawa bergantung di hujung kuku (= rambut).
Dalam keadaan yang sangat berbahaya.
Nyiur setandan tetapi berlain-lain jadinya.
Walaupun anak-anak itu daripada seibu sebapa tetapi tabiatnya jauh berbeda.
Pacat ingin menjadi ular.
Orang yang miskin atau hina berlagak menjadi orang kaya.
Pahit di luar manis di dalam.
Perkataan yang kasar dan keras tetapi maksudnya baik dan menguntungkan.
Patah tumbuh hilang berganti
Pemimpin yang berundur sudah ada penggantinya.
Pelanduk dua serupa.
Dua orang yang seakan-akan rupanya.
Pelanduk lupakan jerat tetapi jerat tidak pernah lupakan pelanduk.
Terlupa akan bahaya sedangkan bahaya itu sentiasa mengancam.
Pinang pulang ketampuk.
Sudah secocok atau bersesuaian.
Pipih boleh dilayang, bulat boleh diguling.
Perkara yang sudah mendapat kata sepakat.
Pipit meminang anak enggang.
Orang yang miskin ingin beristerikan orang kaya.
Pipit pekak makan berhujan.
Orang yang sangat rajin dan tekun melakukan sesuatu perkerjaan.
Pipit sama pipit enggang sama enggang.
Pengelasan orang mengikut pangkat dan derajat.
Ranap pertulang, ijuk penebal.
Mencari penghasilan tambahan.
Rasa air ke air, rasa minyak ke minyak.
Mencari kaumnya atau bangsanya sendiri.
Rasa di bibir tepi cawan.
Berbuat atau berlaku seolah-olah sesuatu telah terjadi.
Rasa pedih cuping telinga.
Marah karena mendengar hal yang menyinggung perasaan.
Redup atau panas kerak.
Pekerjaan yang tidak disertai modal besar.
Rendah gunung, tinggi harapan.
Orang bijak yang mempunyai cita-cita yang tinggi. Menaruh harapan yang sangat besar.
Rendam sesajak air, berpaut sejengkal tali.
Keadaan serba kekurangan.
Retak menanti belah.
Perkara kecil yang akan menjadi besar tinggal menanti petaka yang lebih besar lagi.
Retak tanda akan pecah.
Perkara sepele yang menjadi besar.
Rezeki harimau.
Makanan yang banyak dan berjenis-jenis.
Rezeki mata.
Sesuatu perkara yang sedap dipandang.
Roda yang berpaling, kuda sudah bergerindin.
Hidupnya terlihat senang, tapi sebenarnya susah.
Rumah buruk disapu cat.
Orang tua yang suka bersolek.
Rumah gadang ketirisan.
Istri yang tidak bisa membahagiakan suaminya.
Rumah gendang bersendi perak.
Orang bangsawan dan kaya pula.
Rumah sudah tukul berbunyi.
Memberikan kesaksian setelah perkara diputuskan.
Rumah terbakar tikus habis ke luar.
Dang habis, tetapi yang diinginkan belum ada.
Runcing tanduk bengkak kening.
Orang yang kejahatannya sudah diketahui oleh banyak orang.
Runcing telunjuk memalit sambal.
Orang yang sangat miskin.
Rupa bagai pulut, ditanak berderai.
Orang miskin berpenampilan seperti orang kaya.
Rupa sebagai yang-yang kesuma.
Wanita yang sangat cantik.
Rupa seperti cindaku.
Sangat buruk da menakutkan.
Rusak anak karena menantu.
Perbuatan anak kandung yang mengikuti kebiasaan buruk sang menantu.
Rusak badan karena penyakit, rusak bangsa karena laku.
Orang yang sering mengalami penderitaan.
Sahaja basahan jadi air mandi.
Orang yang berusaha menutupi kesalahannya, padahal semua orang sudah mengetahuinya.
Sakit hati berulam jantung.
Perasaan seseorang yang sangat sedih.
Sakit kepala panjang rambut, patah selera banyak makan.
Orang yang sedang berpura-pura di depan orang lain.
Salah wesel.
Orang yang salah mengerti dalam membicarakan orang lain.
Salai tidak berapi.
Perempuan hamil yang ditinggalkan suaminya.
Sama naik bagai gelombang, sama turrun bakk kapencong.
Dua hal atau kejadian yang sama keadaannya.
Sama turun dengan malim.
Bercerai dengan suaminya setelah menikahi hanya satu bulan.
Sambang jala terletak, laut kering ikan terhempas,
Usaha yang telah membawa hasil.
Sambang jala terletak, laut kering terhempas.
Suatu usaha yang sudah berhasil.
Sambang penuh jala terletak, laurt kering ikan terhempas.
Melakukan suatu pekerjaan yang hasinya sangat memuaskan.
Sambil berdendang biduk hilir.
Melakukan dua pekerjaan sekaligus.
Sambil berdendang nasi masak.
Mengerjakan suatu pekerjaan, sesuai pula pekerjaan yang lain.
Samir tak habis, kajang pula.
Belum membayar utang lama sudah hendak berutang lagi.
Sampai titik darah yang penghabisan.
Sampai meninggal.
Sampan ada pengayuh tidak.
Keinginan yang tidak sesuai dengan keadaan dirinya.
Sampan upih berdayung bilah.
Mengerjakan sesuatu dengan peralatan yang tidak memadai.
Samun sakal berdarah tangan.
Kejahatan yang harus dihentikan.
Santan masak pasu, ampasnya tumpah ke tanah.
Orangtua yang membeda-bedakan anaknya.
Saputangan menali ayam.
Keadaan orang yang hidupnya sangat miskin.
Sarak itu adik mati.
Seseorang yang sedang merindukan sesuatu hingga jatuh sakit.
Sarang tabuhan jangan dijolok.
Jangan cari bahaya.
Sarang unam dimasuki ketam jadi umang-umang.
Menyamar untuk mempedayai orang lain.
Sarap sehelai dituilkan, batu sebungkah digulingkan.
Sangat teliti dalam pemeriksaan
Satu juga gendang berbunyi.
Tidak berubah, selalu sama saja.
Satuu pintu bila tertutup, sepuluh pintu lagi kan terbuka.
Perkara yang telah tersebar luas.
Sauk air mandikan diri.
Orang yang hidup di atas usaha sendiri.
Sawah berpematang, ladang berbintralak.
Orang miskin yang berpenampilan seperti orang kaya.
Sayang aak badak tampung, cucu konon badak raya.
Orang yang mengaku keturunan bangsawan.
Sayang akan baju, badan binasa.
Karena sayang terhadap keluarganya, ia celaka.
Sayang akan garam secacah, dibusukkan kerbau seekor.
Karena tak mau mengeluarkan biaya sedikit, menjadi rugi besar.


 

Copyright 2013 Peribahasa - All Rights Reserved