Likes:
Abjad: A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z
 
Kumpulan Peribahasa Kehidupan
Kumpulan peribahasa kehidupan yang indah untuk hidup yang lebih baik. Baca dan dapatkan inspirasinya di bawah ini:
Lenggang patah sembilan.
Gaya langkah yang lemah-lembut.
Lepas bantal berganti tikar.
kawin dengan saudara atau keluarga isteri yang sudah meninggal.
Lepas kaki leher terjerat.
Orang jahat yang sudah tidak dapat menyembunyikan kejahatannya lagi.
Lepas putih hitam tak dapat.
Yang diharapkan tak dapat, sedang apa yang telah ada, hilang.
Lepas topan (taufan) paksa baik. (paksa = kesempatan waktu).
Habis kesusahan timbullah kesenangan.
Lesung mencari antan (= alu).
Perempuan mencari lelaki.
Lewat di manis, masam; lewat di harum, busuk.
Hilang yang baik, timbul yang jahat.
Licin bagai basuh perahu.
Menderita kerugian.
Licin bagai belut.
Tidak mudah ditipu atau ditangkap.
Licin karena minyak berminta, elok karena kain berselang.
Gagah atau angkuh karena harta orang lain. (selang = pinjam.)
Lidah bercabang.
Selalu berubah-ubah, tidak dapat dipercayai.
Lidah biawak.
Selalu berubah-ubah, tidak dapat dipercayai.
Lidah terganjal.
Tidak dapat membantah sesuatu permintaan orang karena telah berhutang budi dan sebagainya.
Lidah terkalang.
Tidak dapat membantah sesuatu permintaan orang karena telah berhutang budi dan sebagainya.
Lidah tidak bertulang, salah petik jiwa hilang. (petik = gerak lidah).
Orang yang mendapat kemalangan karena tiada tahu menjaga tutur katanya.
Lidah tidak bertulang.
Mudah berjanji tetapi mudah pula mengubah janjinya itu.
Lihat anak pandang menantu.
Menganggap orang lain sama saja dengan dirinya sendiri.
Limau masak sebelah, perahu karam sekerat.
Hukuman yang berat sebelah karena memandang orang, kedudukan dan sebagainya.
Linggi diserang, Riau yang alah.
Menyerah tanpa berjuang.
Longgar sendat, lapang bertukul.
Berpura-pura menerima kebenaran, padahal sedikit pun tidak dimasukkan ke dalam ingatannya.
Lonjak sebagai labu dibenam.
Sombong, angkuh.
Lubuk akal lautan (= tepian) ilmu (= budi).
Sangat luas dan banyak pengetahuan.
Lubuk dalam si kitang-kitang yang empunya.
Masing-masing orang itu dengan daerahnya sendiri-sendiri.
Luka di tangan dapat diubat (= tampak berdarah), luka di hati siapa tahu?
Kesedihan atau kesusahan hanya seorang sajalah yang dapat merasainya.
Luka tangan karena berebutkan tembikar pecah.
Mendapat bahaya karena berebutkan perempuan jahat.
Lupa mengingatkan, terlelap menjagakan.
Ingat mengingatkan antara orang yang bersahabat.
Lupak (men)jadi perigi (= telaga).
Orang miskin menjadi orang kaya.
Lurah tidak terturuni, bukit tidak terdaki.
Teramat tua dan daif.
Luruh upih pergam datang; suruh putih hitam datang.
Lain yang dihajatkan lain yang diperoleh.
Lurus bagai piarit. (piarit = serampangan, seruit).
Kelihatannya baik, tetapi di dalam hatinya jahat
Lurus sebagai sumpitan.
Lurus hati benar.
Lurus sumpitan hendak mengena.
Tipu muslihat untuk mencari keuntungan diri sendiri.
Lurus-lurus ekor anjing, walau bagaimanapun ada juga bengkoknya.
Orang yang sudah biasa berbuat jahat itu sekali-sekali akan berbalik juga hatinya hendak berbuat jahat.
Lurus-lurus sumpitan.
Tipu muslihat untuk mencari keuntungan diri sendiri.
Mabuk di enggang lalu.
Sangat tertarik hatinya kepada orang yang belum dikenal.
Mabuk karena beruk berayun.
Gilakan wanita cantik yang tak mungkin didapat; asyik melihat sesuatu yang tidak berguna.
Macam anak dara tak datang tunangnya.
Selalu membengkalaikan pekerjaan; membuat kerja tidak pernah siap; terlalu lambat.
Macam betung seruas.
Terlalu jujur; lurus hati.
Macam daun terap: bunyinya degah-deguh, degah-deguh jatuh ke bawah.
Orang bodoh yang banyak bualnya.
Macam kepiting jalan.
Orang yang berjalan miring.
Macam kera kelaparan.
Orang tua yang bibirnya selalu berkomat-kamit.
Macam kikir besi.
Orang kaya yang bakhil.
Macam memegang tali layang-layang.
Orang yang berkuasa dalam penghidupan orang perseorangan ataupun orang banyak.
Macam orang biduk.
Orang yang makan dan minum bersama-sama tetapi bayar sendiri-sendiri.
Macam terambil di nan kurang.
Berdukacita tanpa sesuatu sebab. (di nan = pada yang.)
Macam timun dengan durian: menggelek luka, kena gelek pun luka.
Perlawanan yang tidak seimbang (orang kecil melawan orang yang berkuasa).
Macam ular kekenyangan.
Orang yang buncit perutnya sehingga berjalannya pun sudah tidak betul lagi.
Mahal dibeli sukar dicari.
Sesuatu yang amat susah diperoleh.
Mahal imam murahlah kitab; mahal demam murah sakit.
Sungguhpun orang tidak suka akan penyakit tetapi jaranglah ada orang yang dapat mengelakkannya.
Mahal tak dapat dibeli, murah tak dapat diminta.
Sesuatu yang amat susah diperoleh.
Main akal (= budi).
Mengenakan tipu daya.
Main badar, main gerundang.
Hendak meniru-niru perbuatan orang besar-besar akhirnya diri sendiri juga yang binasa.
Makan bersabitkan.
Mendapat makan dan minum tanpa bekerja.
Makan di luar berak di dalam.
Mengkhianati tempat mendapat perlindungan.
Makan hati, berulam jantung.
Bersusah hati karena perbuatan orang lain yang menyedihkan hati.
Makan keringat orang.
Mengecap kesenangan dengan jalan memeras orang lain.
Makan masak mentah.
Orang yang tidak menghiraukan halal atau haram.
Makan nasi kawah.
Hidup memburuh; dalam peliharaan orang tua.
Makan nasi suap-suapan, tetapi menyambut puan kosong.
kawin menurut adat perkawinan biasa tetapi kemudian ternyata perempuan itu sudah bukan anak perawan lagi.
Makan upas berulam racun.
Senantiasa hidup dalam kesusahan. (upas = racun.)
Makanan enggang hendak dimakan oleh pipit.
Hendak menyama-nyamai kebiasaan orang yang mulia atau kaya.
Makin banyak orang, makin banyak niat.
Tiap-tiap orang mempunyai pendapat (kemauan) sendiri-sendiri; makin banyak orang makin banyak pula pendapat dan kemauannya.
Makin murah, makin menawar.
Makin diberi, makin banyak lagi yang diminta.
Maksud bagai maksud manau.
Maksud yang melebihi kesanggupan.
Maksud hati memeluk gunung, apa daya tangan tak sampai.
Ingin akan sesuatu yang besar tetapi tidak berdaya mencapainya, karena kekurangan alat.
Malam berselimut embun, siang bertudung awan.
Sangat melarat dan miskin, tiada mempunyai rumah tangga.
Malang celaka Raja Genggang, tuak terbeli tunjang hilang.
Nasib yang malang, waktu maksud yang kedua diperoleh, barang yang sudah di tangan pula hilang. (tuak = nira yang diberi beragi; tunjang = kaki.)
Malang Pak Kaduk, ayamnya menang kampung tergadai.
Orang yang benar-benar malang nasibnya, segala sesuatu yang dimilikinya habis belaka.
Malang tak berbau.
Kecelakaan yang terjadi dengan tiba-tiba.
Malang tiada datang tunggal.
Malang yang bertimpa-timpa.
Malu berani, mati takut.
Pengecut.
Malu, kalau (= jikalau) anak harimau menjadi anak kambing.
Tidak patut anak orang baik-baik menjadi bodoh; atau anak orang berani menjadi penakut.
Mana kerbau yang bencikan kubangnya?
Orang yang biasa berbuat jahat tak dapat melupakan tempat ia bersuka ria.
Mana sungai yang tiada berhulu?
Mana kaum atau puak yang tidak ada asal keturunannya?
Mandi dalam cupak.
Sesuatu keadaan yang menyebabkan serba salah.
Mandi di telaga di tepi jalan, bersunting bunga tahi ayam.
Orang lelaki yang suka kepada perempuan jahat.
Mandi tak basah.
Orang yang keras hati; terlalu rindu.
Manikam sudah menjadi sekam.
Tidak berguna lagi; tidak berharga lagi.
Manis bagai gula Jawa.
Persesuaian dalam segenap hal-ehwal.
Manis laksana gula Sarawak.
Persesuaian dalam segenap hal-ehwal.
Manis seperti (= laksana) gula derawa.
Dua orang suami isteri yang sama-sama elok rupa parasnya. (gula derawa = air gula.)
Manis udang, maka ketam direbus tak merah?
Menipu dengan mengubah-ubahkan perangai, kelakuan atau rupanya.
Mara hinggap mara terbang, mara bergesel sambil lalu, enggang lalu ranting patah.
Tidak bersalah tetapi ikut terlibat dalam sesuatu kesalahan.
Masak di luar mentah di dalam.
Kelihatannya baik tetapi di dalam atau keadaan yang sebenarnya jahat.
Masak durian, masak manggis.
Perbandingan antara lelaki yang tidak dapat menyembunyikan Rahasia hatinya dengan perempuan yang dapat menyembunyikan Rahasianya sehingga tiada diketahui orang.
Masak malam mentah pagi (= siang).
Perkara yang sudah selesai, tetapi tak lama kemudian berubah pula.
Masam bagai nikah tak suka.
Berdukacita. (masam = merengus, bersut.)
Masih berbau pupuk jerangau.
Belum ada pengalaman.
Masin lagilah garam sendiri.
Sanak-saudara atau kaum kerabat lebih dipentingkan daripada orang lain.
Masuk ambung tak masuk bilang.
Masuk ke dalam majlis yang besar-besar tetapi tidak termasuk bilangan (karena hina atau hodoh).
Masuk di dalam kawan gajah berdering.
Menyesuaikan diri dengan tempat dan keadaan. (berdering = bunyi genta.)
Masuk ke telinga kanan, keluar ke telinga kiri.
Nasihat atau pelajaran yang tidak dimasukkan ke dalam ingatan.
Masuk langau ke mulutnya.
Terhairan-hairan, sehingga mulutnya ternganga-nganga.
Masuk sarang harimau.
Termasuk ke dalam bahaya besar.
Masuk tak genap, keluar tak ganjil.
Orang yang tidak berharga dalam masyarakat.
Nafsu-nafsu, raja di mata sultan di hati.
Menuruti kehendak hati sendiri.
Naga ditelan ular lidi.
Anak orang bangsawan kawin dengan orang kebanyakan.
Naik basuh kaki saja.
Mengerjakan sesuatu pekerjaan dengan mudah.
Naik dari janjang, turun dari tangga. (janjang = jenjang.)
Membuat sesuatu pekerjaan menurut aturannya.
Naik di janjang, turun di tangga.
Membuat sesuatu pekerjaan menurut aturannya.


 

Copyright 2014 Peribahasa - All Rights Reserved