Likes:
Abjad: A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z
 
Kumpulan Peribahasa Kehidupan
Kumpulan peribahasa kehidupan yang indah untuk hidup yang lebih baik. Baca dan dapatkan inspirasinya di bawah ini:
Jauh menyalak kuat, dekat mencawat ekor.
Bercakap besar di belakang-belakang saja.
Jauh panggang dari api.
Jawapan atau sindiran yang tidak tepat.
Jejaknya keruh.
Asal usulnya sejak mula sudah kurang baik.
Jelatang di hulu air.
Perkara yang selalu menyusahkan.
Jerat halus kelindan sutera.
Tipu muslihat yang sangat halus.
Jerat semata bunda kandung.
Anak seorang yang sangat disayangi dan dimanjakan.
Jerat serupa jerami.
Tipu daya yang tersembunyi di dalam kesukaan.
Jerat tiada lupa akan balam, tetapi balam lupa akan jerat. (balam = burung tekukur.)
Sudah lupa akan bahaya, tetapi sebenarnya bahaya masih tetap mengancam.
Jerih menentang boleh, rugi menentang laba.
Suka menolong karena ingin mendapat pertolongan pula; berani bersusah payah tentu akan mendapat keuntungan.
Jika baik ada cacatnya.
Tidak ada yang sempurna benar.
Jika berjumbai tempat bergantung.
Tanda yang dapat dijadikan punca penyelidikan.
Jika diturut hati yang geram, hilang takut timbul berani.
Sebacul-bacul orang apabila telah marah akan menjadi berani.
Jika hati tak suka, madu diminum serasa cuka.
Menunjukkan kebencian.
Jika kepalanya ular, takkan ekornya belut.
Yang jahat itu tetap jahat.
Jika memelihara ayam, musang jangan dijinakkan; setidak-tidaknya bertempiaran kelak.
Jika ada anak isteri terutama sekali anak gadis, janganlah dibiarkan orang lelaki yang jahat datang bertamu ke rumah.
Jirus bagai bulan akan habis.
Modal yang makin lama makin susut. (jirus = tirus.)
Jiwa bergantung di hujung rambut.
Senantiasa dalam kecemasan karena nasibnya yang tidak tentu.
Juadah sudah dijilat cicak.
Perempuan yang sudah melakukan kejahatan dalam diam-diam.
Jual sutera beli mastuli.
Dapat ganti yang lebih berharga lagi. (mastuli = kain tebal yang amat mahal harganya.)
Kaduk kena baja.
Orang yang tidak berguna, tetapi amat lama hidupnya.
Kaduk naik junjung.
Orang hina merasa dirinya mulia.
Kain basah kering di pinggang.
Sangat miskin.
Kain dalam lipatan.
Perempuan yang melakukan kejahatan di dalam diam-diam.
Kain dibakar tiada berbau.
Kemiskinan yang amat sangat.
Kain ditangkap maka duduk.
Kemiskinan yang amat sangat.
Kain jadi basahan.
Jatuh melarat.
Kain kasah di atas duri. (kasah (kasa) = kain putih yang halus).
Dalam sikratulmaut.
Kain lama dicampak buang, kain baru pula dicari.
Menceraikan isteri karena sudah jemu, kemudian beristeri lain pula; buang kawan lama cari kawan baru.
Kain panjang empat, ditarik ke atas ke bawah tak sampai.
Serba tak cukup (miskin).
Kain sehelai berganti-ganti.
Suami isteri yang miskin.
Kain sehelai peminggang habis. (peminggang = lambung perahu).
Mengalami kerugian atau kecurian.
Kain sehelai sepinggang habis.
Mengalami kerugian atau kecurian.
Kain tak bertepi.
Kemiskinan yang amat sangat.
Kain tersangkut kain tinggal.
Tergesa-gesa melarikan diri.
Kais pagi makan pagi, kais petang makan petang.
Orang miskin yang harus bekerja setiap masa.
Kaki naik, kepala turun.
Bekerja tak berhenti-henti siang dan malam, selalu sibuk.
Kaki pekuk lenggang ke perut. (pekuk = bengkok).
Orang yang buruk dan bodoh.
Kaki sudah terlangkahkan, tangan sudah terjembakan.
Telah terlanjur.
Kaki untut dipakaikan gelang.
Maksudnya hendak memperelok, tetapi semakin buruk jadinya.
Kalau bertunas diganggut kambing. (ganggut = ragut, renggut).
Nasib yang malang.
Kalau bukan rezeki, di mulut lari ke luar.
Rezeki (harta) yang belum dapat ditentukan.
Kalau bunga bukan (= tidak) sekuntum.
Lelaki ataupun perempuan bukan seorang di atas dunia ini.
Kalau di bawah melompat, kalau di atas menyusup.
Pandai menyesuaikan diri dengan keadaan setempat.
Kalau dipanggil dia menyahut, bila dilihat dia bersuara.
Jawab yang benar dan tepat.
Kalau dipujuk makin menyebal, kalau dimarah baru tertawa.
Kelakuan yang tidak ada tempatnya; sifat yang sangat bertentangan.
Kalau gajah hendaklah dipandang gadingnya, kalau harimau hendaklah dipandang belangnya.
Hendaklah diusul periksa dengan saksama tentang sesuatu perkara itu sebelum dibuat kesimpulan.
Kalau getah meleleh, kalau daun melayang.
Dalam keadaan sulit sanak saudara akan tetap berdekatan dengan kita, tetapi orang lain akan meninggalkan kita.
Kalau guru makan berdiri, maka muridnya makan berlari.
Murid yang mencontohi kelakuan gurunya terutama dalam hal yang tidak baik.
Kalau ibu kaya anak jadi puteri, kalau anak kaya ibu jadi budak.
Perbedaan antara kesayangan ibu dengan kesayangan anak.
Kalau kawin ke Batubara, kalau mati ke Melaka.
Perihal orang yang mencari yang enak dan senang saja.
Kalau kubuka tempayan budu, barulah tahu.
Kalau dibuka rahasianya, tentu mendapat malu.
Kalau kucing keluar tanduk barulah ayam boleh bersusu.
Perkara yang mustahil.
Kalau kucing tiada bermisai, takkan ditakuti tikus lagi.
Orang besar yang sudah dipecat dari jabatannya tiada disegani orang lagi.
Kalau kumbang bukan seekor, kalau bunga bukan sekaki.
Lelaki ataupun perempuan bukan seorang di atas dunia ini.
Kalau laba bercikun-cikun, buruk diberitahu orang.
Bila beroleh kesenangan, diam saja; tetapi bila menderita susah berkeluh kesah atau minta tolong pada orang lain. bercikun-cikun = bersembunyi-sembunyi.
Kalau langit hendak menimpa bumi, bolehkah ditahan dengan telunjuk.
Orang kecil tidak dapat mengelakkan diri daripada perintah orang besar-besar.
Kalau sama tinggi kayu di rimba, di mana angin akan lalu.
Kalau sekalian manusia sama tinggi pangkatnya, niscaya sukarlah hidup ini jadinya.
Kalau seperti kundur labu, boleh dibelah. (kundur = labu besar).
Untuk menyatakan kebenaran sesuatu perkara.
Kalau tak ada kulit bercerailah (= rerak) tulang.
Orang yang sangat kurus.
Kalau tak bermeriam, baiklah diam.
Orang yang miskin dan lemah tidak usahlah banyak berangan-angan.
Kalau tak sir berdegak, sir melayang.
Jika barang yang diinginkan tidak diperolehi maka hilanglah daya upaya.
Kalis bagai air di daun keladi. (kalis = tidak berbekas).
Memberi nasihat dan ajaran yang sia-sia.
Kambing menyusui anak harimau, besar dia dipatahkan tengkuknya.
Akibat yang akan diterima kalau menolong orang jahat dalam kesusahan.
Kapak menelan beliung.
Yang baik ditukar dengan yang buruk.
Kapak tak boleh membelah kayu, kalau bukan kayu pula yang menjadi hulunya.
Penganiayaan itu berlaku karena ada orang yang menjadi biang keladinya.
Kapal besar ditunda jongkong.
Orang yang berkuasa menurut perintah orang bawahan.
Kapal satu nakhoda dua.
Suatu pekerjaan yang dikepalai dua orang, alamatlah akan rusak pekerjaan itu.
Kapur di hujung telunjuk.
Tidak dapat menolong sanak saudara.
Karam berdua basah seorang.
Dua orang berbuat salah, seorang saja yang kena hukum.
Karam di darat ada juga tinggal tungku lekar, karam di laut habis sekali.
Kalau susah dalam negeri sendiri, dapat juga diminta bantuan pada sanak saudara, tetapi kalau susah di rantau orang hilanglah akal bicara.
Karam Kampar oleh Kuantan.
Mendapat kerugian karena perbuatan orang kepercayaannya atau orang yang dikasihinya.
Karam sambal oleh belacan.
Mendapat kerugian karena perbuatan orang kepercayaannya atau orang yang dikasihinya.
Karam tidak berair.
Mendapat bencana dengan tidak bersebab.
karena emas memas, karena padi menjadi. (memas = cermat, bagus).
Orang kaya dapat mencapai apa saja maksud hatinya.
karena lotong terlalu makan, tupai dijulai timpa perasaan.
Orang besar-besar yang bersuka-ria, orang kecil-kecil yang gembira berlebih-lebihan. (lotong (lutung) = kera hitam.)
karena mendengar bunyi.
Terpedaya karena mendengar berita baik saja.
karena sabut tebal, tempurungnya pun menjadi kebal.
Orang yang banyak kaum keluarga dan sahabat handainya selamatlah hidupnya.
Kasihkan pinang sebatang daripada buluh|aur]] serumpun.
Lebih sayang kepada orang lain daripada kaum keluarga sendiri.
Kasihkan raja di atas usungan.
Kasihan yang tidak pada tempatnya.
Kasturi mati karena baunya. (kasutri = tikus kecil yang harum baunya).
Mendapat kecelakaan karena kelebihannya.
Kata yang benar ditidakkan, rahmat Tuhan dilarikan. (rahmat = belas kasih).
Tidak mau mengakui kebenaran.
Katak di bawah tempurung.
Sangat picik pengetahuannya.
Katak ditimpa kemarau.
Berkeluh kesah dengan tidak keruan.
Katak menggigit telunjuk, melihatkan ular sudah menjadi belut.
Orang jahat yang sudah berubah jadi baik, namun orang masih curiga juga.
Katib (khatib) lalu katib (khatib) mati, bilal lalu bilal mati.
Tempat yang berbahaya.
Kawin (kawin) naik basuh kaki saja.
kawin dengan tidak kena belanja apa-apa; orang yang bercakap bohong tentu tidak dapt dipercayai.
Kayu besar di tengah padang, tempat bernaung kepanasan, tempat berlindung kehujanan, uratnya tempat bersila, batangnya tempat bersandar.
Pemimpin yang menjadi tempat rakyat mengadukan nasibnya.
Kayu bongkok kura-kurapun boleh memanjat.
Orang yang sudah bersalah itu ada-ada saja orang yang menambah-nambahkan kesalahannya.
Kayu dikatakan batu, langit hendak dicapai dengan tangan.
Orang yang tidak sempurna akal pikirannya.
Kayu yang besar jugalah yang bersakat. (sakat = bendalu, pasilan).
Orang yang kaya juga yang bertambah kekayaannya.
Kayu yang tumbang itu, kura-kura pun hendak memanjatnya.
Apabila orang besar-besar hilang kebesarannya maka orang kecil pun berani mencercanya.
Ke atas tidak berpucuk, ke bawah tidak berurat, di tengah-tengah digerek (= dilarik) kumbang.
Sumpah orang yang bersalah: biarlah dia serta kaumnya binasa semuanya.
Ke dalam sumpit tak muat, ke dalam ambung longgar. (ambung = keranjang).
Orang yang tidak dapat menyesuaikan diri dengan keadaan.
Ke gunung tak dapat angin.
Gagal untuk mendapat keuntungan.
Ke hilir kena kutuk sultan, ke mudik kena kutuk raja.
Orang yang serba salah karena melanggar perjanjian.
Ke hulu kena bubu, ke hilir kena tengkalak. (tengakalak = luka yang panjang).
Tak dapat terhindar daripada bahaya.
Ke langit tak sampai, ke bumi tak nyata (= tak terjejak).
Pekerjaan yang tanggung-tanggung atau terbengkalai.
Ke mana angin yang deras, ke situ condongnya.
Pendirian yang tidak tetap.
Ke mana condong, ke mana rebah.
Sudah dilakukan menurut adat yang biasa.
Ke mana kelok lilin, ke sana kelok loyang.
Selalu menurutkan kehendak orang yang berkuasa, tidak dapat mengambil keputusan sendiri.


 

Copyright 2013 Peribahasa - All Rights Reserved