Likes:
Abjad: A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z
 
Kumpulan Peribahasa Kehidupan
Kumpulan peribahasa kehidupan yang indah untuk hidup yang lebih baik. Baca dan dapatkan inspirasinya di bawah ini:
Ada air, adalah ikan.
Ada negeri tentulah ada rakyatnya.
Ada angin, ada pokoknya (= pohonnya).
Segala sesuatu mestilah ada asal mulanya.
Ada asap ada api
Beberapa hal di dunia ini amat sulit atau bahkan mustahil disembunyikan
Ada bangkai, adalah hering.
Ada perempuan jahat, adalah lelaki jahat yang mengunjunginya.
Ada batang, cendawan tumbuh.
Tiap-tiap negeri ada undang-undang dan adat resamnya masing-masing.
Ada biduk, serempu pula.
Tidak puas dengan apa yang sudah dimiliki.
Ada bukit, ada paya.
Ada baik, ada jahat; ada miskin, ada kaya.
Ada bunga, ada lebah
Orang yang kaya akan digerogoti oleh teman-temannya.
Ada gula, ada semut.
Di tempat orang mudah mendapat rezeki, banyaklah orang berkumpul.
Ada jarum hendaklah ada benangnya.
Tiap-tiap suatu itu ada pasangannya.
Ada kerak, ada nasi.
Tiap-tiap suatu kejadian itu tentu ada bekasnya.
Ada laut, ada perampok.
Tiap-tiap suatu itu ada pasangannya.
Ada nasi di balik kerak.
Masih ada sesuatu yang belum diselesaikan atau belum diperhatikan.
Ada padang, ada belalang
Ada negeri tentulah ada rakyatnya.
Ada padi masak, adalah pipit.
Di tempat orang mudah mendapat rezeki, banyaklah orang berkumpul.
Ada rupa, ada harga.
Harga barang menurut rupanya (= keadaannya).
Ada sama dimakan, tak ada sama ditahan.
Baik derita dan bahagia dirasakan bersama-sama.
Ada sampan hendak berenang.
Sengaja bersusah payah.
Ada sirih hendak makan sepah.
Ada yang baik, hendakkan yang buruk.
Ada tangga hendak memanjat tiang.
Berbuat sesuatu dengan tidak menurut aturan.
Ada uang abang disayang, tak ada uang abang ditendang.
Melakukan sesuatu yang baik jika ada maunya saja.
Ada udang di balik batu
Ada maksud yang teersembunyi.
Adakah buaya menolak bangkai
Tiada orang yang akan melewatkan rezeki yang sudah di depan mata.
Adakah pernah telaga yang keruh mengalir airnya yang jernih.
Sifat dari seseorang yang jahat akan tetap menurun ke dalam darah anaknya.
Adat juara kalah menang, adatnya saudagar laba rugi.
Setiap daerah mempunyai ciri khasnya masing-masing.
Adat lama pusaka usang.
Adat istiadat (kebiasaan) tak pernah berrubah.
Adat pulau limburan pasang. .
Adat hidup ialah bantu-membantu, yang kaya membantu yang miskin dan yang berilmu membantu yang bodoh, yang berkuasa melindungi yang lemah.
Adat sepanjang jalan, cupak sepanjang betung .
Segala perbuatan ada adat dan peraturannya masing-masing. betung = Sejenis buluh besar.
Adat teluk timbunan kapal (= kapar). (kapar = kayuan yang hanyutt di sungai dan sebagainya).
Orang yang berpangkat atau berpengaruh biasanya menjadi tempat tumpuan orang mengadukan halnya.
Adat teluk timbunan kapal, adat muara puputan ikan.
Sesuatu harus tepat meletakannya baik itu masalah sosial maupun individu, dan harus tahu kemana tempat harus bertanya.
Adat tua menahan ragam. .
Orang tua-tua terpaksalah menahan (menderita) bermacam-macam godaan yang tak menyenangkan hati karena perbuatan anak cucunya yang tiada berjalan di atas kebenaran.
Adat yang kawi, syarak yang lazim. (kawi = kuat, sakti)
Adat kebiasaan merupakan undang-undang yang berlaku dalam pergaulan dan hukum-hukum agama merupakan undang-undang negeri yang berjalan seiring.
Adat yang menurun, syarak yang mendaki. .
Adat dapat menuju kerendahan dan tidak sanggup menghadapi pergolakan masa, tetapi syarak menuju ketinggian dan dapat mengatasi segala gerakan yang menentangnya.
Air dalam terenang. (terenang = tempat air daripada tanah liat.)
Hidup yang tenang dan tenteram.
Air di tulang bumbungan, turunnya ke cucur atap. .
Sesuatu itu, meskipun sedikit, akan menurut asalnya juga.
Air didih menganak sungai . .
Hiburan yang sangat mewah.
Air diminum sembiluan. .
Sangat sedih, sehingga tidak enak makan dan minum. sembiluan = rasa pedih seperti dihiris dengan sembilu.
Air jernih, ikannya jinak. .
Negeri yang aman dan teratur, rakyatnya berbudi bahasa.
Air keruh, limbat keluar. .
Negeri yang huru-hara, orang jahat mencari keuntungan.
Air lalu kubangan tohor. (tohor = dangkal, kering.) .
Penghasilan tidak cukup; habis bulan habis gaji.
Air laut hijau siapa celup? .
Kemegahan dan kemewahan tidak payah diheboh-hebohkan.
Air mata jatuh ke dalam. .
Berdukacita dengan diam-diam.
Air mudik sungai , semua teluk diranai. (ranai = jalani (boleh jadi rranahi)).
Orang pemboros berbelanja tanpa perhitungan. .
Air orang disauk, ranting orang dipatah, adat orang diturut. .
Hendaklah patuh kepada undang-undang negeri yang kita diami.
Air pun ada pasang surutnya, takkan pasang selalu dan surut senantiasa. .
Nasib manusia tidak dapat ditentukan.
Air setitik dilautkan, tanah seketul digunungkan. .
Membesar-besarkan perkara yang kecil.
Air surut kapar hilir bersama, air pasang ia tersangkut. .
Di dalam usaha yang tidak menguntungkan, diajak bersama-sama, dan apabila usaha itu berhasil, ditinggalkan.
Air yang keruh-keruh kerak, alamat buaya di hulunya.
Daripada perkataan dapat dimaklumi niat di dalam hati.
Akal sebagai makan nasi lecek. .
Pikiran seperti anak-anak.
Akan dijadikan tabuh, singkat; akan dijadikan gendang , berlebih. .
Ilmu pengetahuan yang serba tanggung.
Akan memikul tiada berbahu, akan menjunjung kepala luncung. .
Tiada berdaya mengerjakan sesuatu pekerjaan, karena tiada berilmu atau tidak beruang.
Akan mengaji, surat 'lah hilang; akan bertanya, guru 'lah mati. .
Dalam keadaan yang serba salah.
Akan pembasuh kaki (= tangan). .
Hadiah kepada orang yang berjasa.
Akar terjumbai tempat siamang berpegang (= bergantung), dahan mengajur tempat tupai menegun.
Daripada keterangan, orang dapat mengetahui salah atau benarnya perbuatan seseorang.
Akik disangka batu. (Akik = sejenis batu berwarna).
Sesuatu yang menghina.
Aku nampak olah (= olak), kelibatmu sudah kutahu.
Karena tingkah laku, maksudnya ketahuan.
Alah limau oleh benalu.
Orang yang lama dikalahkan oleh orang yang baru.
Alah mahu, bertimbang enggan; cungkil merih akan pembayar. .
Tidak menepati janji dan menentang balik orang yang diberinya janji itu. (merih = pembuluh nafas.)
Alah main menang sorak.
Orang yang berada dalam keadaan berimbang.
Alang-alang menyeluk pekasam, biar sampai ke pangkal lengan. .
Kalau sudah terlanjur jahat, biarlah diperoleh hasil daripadanya.
Alangkan baik (= elok) berbini tua, perut kenyang pengajaran (= pemanja) datang. .
Orang beristeri tua biasanya beroleh kesenangan karena disayangi oleh isterinya.
Alim bagai katak di tepi air. .
Orangnya alim (banyak ilmu) tetapi dia sendiri tidak mendapat faedah daripada ilmunya itu.
Alur bertempuh, jalan berturut. .
Dilakukan menurut adat yang biasa.
Amak berlela, amak berupa. .
Banyak tabiat, banyak olehnya. (amak = terlalu banyak.)
Ambil pisau, belahlah dada.
Ingin menunjukan kebenaran yang ada pada dirinya sendiri.
Amra disangka kedondong . (amra = sejenis mangga).
Sesuatu yang baik disangka buruk, hanya karena melihat rupanya sama dengan yang buruk.
Anak ayam kebasahan bulu. .
Gelisah resah; menjijikkan.
Anak badak dihambat-hambat. .
Sengaja mencari bahaya (kesukaran dan sebagainya).
Anak baik, menantu molek. .
Sangat berbahagia.
Anak di riba diletakkan, kera di hutan disusu i. .
Urusan sendiri ditinggalkan karena mementingkan urusan orang lain.
Anak halal zadah.
Orang yang tidak memiliki status apapun.
Anak haram zadah.
Seorang yang terlahir karena perbuatan yang tidak sah.
Anak harimau diajar makan daging. .
Orang yang zalim diberi perangsang untuk membuat aniaya.
Anak harimau menjadi anak kambing.
Orang yang lupa darimana ia berasal dan mulai sombong karena harta duniawi.
Anak ikan dimakan ikan, tahu makan tahu simpan. .
Jikalau tahu membuat sesuatu kerja, hendaklah tahu menyimpan Rahasianya.
Anak kandung ditimang-timang, anak tiri ditengking-tengking. .
Kaum keluarga sendiri dilebihkan daripada orang asing, atau rakyat sendiri lebih diutamakan daripada orang dagang.
Anak kera hendak diajar memanjat. .
Hendak mengajar orang yang sudah ahli.
Anak kucing menjadi harimau. .
Orang miskin menjadi kaya, atau rakyat biasa menjabat pangkat tinggi dalam pemerintahan.
Anak kuda bulu kasap. .
Anak muda yang riang gembira.
Anak kunci jahat, peti derhaka. .
Suami yang jahat, lambat-laun akan ditentang oleh isterinya.
Anak mati berkalang bapak, bapak mati berkalang anak.
Orang yang saling topang menopang dalam segala hal.
Anak monyet di hutan disusu i, anak sendiri di rumah kekeringan. .
Urusan sendiri ditinggalkan karena mementingkan urusan orang lain.
Anak orang anak orang juga, bolehkah jadi anak sendiri?
Lebih memiliki kepunyaan sendiri dari pada menginginkan milik orang lain.
Anak orang, anak orang juga. .
Kalau bukan hak kita tidaklah ada gunanya.
Anak panah yang lepas dari busurnya, tak dapat di kendalikan.
Orang yang jauh dari negeri tempat asalnya pasti bertindak semaunya sendiri tanpa mau mendengarkan kontrol dari keluarganya.
Anak rancak menantu sating.
Meraih kebahagiaan.
Anak semata wayang.
Satu-satunya harta yang dimiliki.
Anak sendiri disayang, anak tiri dibengkeng. .
Kaum keluarga sendiri dilebihkan daripada orang asing, atau rakyat sendiri lebih diutamakan daripada orang dagang.
Anak sendiri disayang, anak tiri dihardik.
Perbuatan yang tidak patut di contoh atau tidak adil.
Anak seorang, menantu malim. (malim = ahli agama).
Sangat berbahagia.
Anak seorang, penaka tidak. (penaka = boleh di pandang sebagai; semisal; seumpama).
Mempunyai barang hanya sebuah saja.
Anak sungai lagi berubah, inikan pula hati orang. .
Pendirian yang tidak tetap.
Angan lalu, faham tertumbuk. .
Sesuatu hal yang banyak halangannya; kemahuan ada tetapi tidak berdaya.
Angan-angan mengikat tubuh.
Besusah hati karena memikirkan perkara yang bukan-bukan.
Anggup-anggip bagai rumput di tengah jalan. (anggup-anggip = terkulai-kulai).
Hidup yang serba susah.
Angin berputar, ombak bersabung.
Perkara yang amat sulit.
Angin bersiru, kami tahu.
Sudah tahu akan niat seseorang. (bersiru = beralih tujuan.)
Angin bersiru, ombak bersabung.
Perkara yang amat sulit.
Angin tak dapat ditangkap, asap tak dapat digenggam.
Berita-berita yang buruk tak dapat disembunyikan, kelak akan tersiar juga.
Angkat batang keluar cacing gelang-gelang.
Berpenat-penat mengerjakan pekerjaan orang yang tinggal terbengkalai, tetapi suatu faedah pun tidak diperoleh daripadanya.


 

Copyright 2013 Peribahasa - All Rights Reserved