Likes:
Abjad: A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z
 
Kumpulan Peribahasa Bijak
Kumpulan peribahasa bijak yang indah untuk hidup yang lebih baik. Baca dan dapatkan inspirasinya di bawah ini:
Ternak gembala, parak berpagar.
Hendaknya menjaga dan memelihara harta dengan baik agar selamat.
Terpijak benang arang, hitam tapak.
Berbuat jahat, jahatlah balasnya.
Terpijak di tanah kapur putih tapak, terpijak di tanah hitam arang hitam tapak.
Perbuatan yang baik baik pula akibatnya, perbuatan yang jahat jahat pula akibatnya.
Tersaukkan ikan suka, tersakkan batang masam.
Jika mendapatkan keuntungan akan bersenang-senang, jika mendapatkan kerugian sedihnya bukan kepalang.
Tertanam di biji hampa.
Jika salah langkah dalam usaha takkan dapat mencapai tujuan.
Tertarung kaki boleh diinai, tertarung hati susah diobati.
Hati terluka yang sukar diobati.
Tertimbuk-biduk dikelolakkan, tertumbuk kata dipikiri.
Bila mendapatkan kesulitan sebaiknya mencari jalan keluar hingga terlepas dari kesulitan tersebut.
Tertimbun dikais, terbenam di selam.
Sesuatu yang tersembunyi, diteliti dengan seksama.
Tertumbuk biduk dibelokkan, tertumbuk kala dipikiri.
Pantang menyerah, tidak perlu berputus asa.
Tiada akan licin katak puru walaupun berhujan sekalipun.
Orang yang buruk rupa meskiun berpakaian mahal tetap tidak ada perubahan.
Tiada angin bertiup masakan daun kan bergoyang.
Yang berguna tetap tinggal, yang tidak berguna dibuang.
Tiada buruk yang tak elok.
Jangan menyebarkan rahasia teman sendiri karena kebaikan suatu saat akan menjadi keburukan.
Tiada ilmu suluh padam.
Tanpa ilmu jalan gelap dan orang mudah sesat atau terperosok.
Tiada kayu janjang dikeping.
Suatu hal yang tak dapat ditangguhkan.
Tiada kekal bunga di karrang.
Tidak ada kemewahan dan kemuliaan yang abadi.
Tiada kubang yang tiada berkodok.
Tiada negeri yang tiada keburukannya.
Tiada patah yang tak timpang.
Segala sesuatu menimbulkan bekas meskipun hanya sedikit.
Tiada umpat yang membunuh, tiada sanjung yang mengenyang.
Jangan marah bila dicaci, jangan senang bila dipuji.
Tiap gila tiap berkongkong, tiap mandi tiap bergosok.
Bila bekerja, pasti akan mendapatkan imbalannya.
Tiap-tiap celaka pasti ada gunanya.
Setiap musibah pasti ada hikmahnya.
Tiba di mata dipejamkan, tiba di perut dikempiskan.
Orang yang berat sebelah, tidak adil.
Tiba di perut dikempiskan, tiba di mata dipincingkan, tiba di dada dibusungkan.
Perbuatan yang tidak adil, pilih kasih.
Tidak ada kusut yang sehelai, tak ada keruh yang tak jernih.
Jika terjadi masalah dapat diselesaikan dengan seadil-adilnya.
Tidak ada kusut yang tak selesai.
Tidak ada persoalan yang tak dapat diselesaikan.
Tidak ada lalat langau.
Tak ada orang sama sekali di suatu tempat.
Tidak ada pendekar yang tak bulus, tak ada juara yang tak kalah.
Orang yang pandai pun pasti akan berbuat kesalahan.
Tidak ada ribut masakan daun ta bergoyang.
Setiap perkara pasti ada yang menyebabkannya.
Tidak mudah membuat kanji, kurang haru cirit-kambingan.
Berhati-hati dalam mengurus sesuatu karena bila tidak cermat urusan tersebut menjadi berantakan.
Tidak tanahnya akan menjadi padi.
Bukan karena fisiknya sesorang itu dianggap baik.
Tidaklah gajah dapat ke tangan manusia.
Tak ada sesuatu pun yang mustahil atau langka, jika manusia mau dan berani usaha.
Tidaklah gajah yang besar da diam di hhutan itu ke tangan manusia.
Janganlah membesar-besarkan kekayaan orang lain, karena suatu saat kekayaan itu akan lenyap juga.
Tidur orang alim lebih baik daripada puasa orang jahat.
Nasihat orang yang bijaksana lebih baik dari pada pemberian harta dari orang yang berperangai buruk.
Tinggi banir tempat berlindung.
Orang yang berkedudukan tinggi merupakan tempat mengayom.
Tinggi di laga, rendah geleparnya.
Orang yang terlalu soombong, tetapi tidak ada buktinya.
Tinggi dianjang besar dilambuk.
Kebesaran sesorang karena dimuliakan anak buahnya.
Tinggi gelapur, rendah laga.
Banyak cakapnya tetapi tidak ada isinya.
Tinggi kayu ara dilangkahi, rendah bilang-bilang diseluduki.
Melakukan sesuatu hendaknya sesuai aturan dan kebiasaan yang berlaku meskipun hal itu tampak aneh.
Tinggi tampak jauh, yang dekat julung bersua.
Pemimpin yang bertanggung jawab.
Tinggi terbawa oleh ruasnya.
Seorang pemalas yang masih bodoh meskipun sudah besar.
Tohok raja tidak dapat diledakakan.
Sukar menolak perintah orang yang berkuasa.
Tong penuh trak berguncang, tong setengah berguncang.
Orang yang pandai berdiam diri sedangkan orang bodoh banyak bicara.
Tongkat hati hubungan nyawa.
Seorang ibu yang mengasihi anaknya.
Tua-tua kelapa, makin tua banyak santannya.
Oranng pandai semakin tua semakin banyak pengalaman dan pengetahuan.
Tuah ayam boleh dillihat, tuah manusia siapa tahu.
Tak ada seorang pun yang dapat menentukan nasib manusia.
Tuah sebesar bukit, celaka sebesar gunung.
Memiliki kepandaian, tetapi tidak bekerja sehingga susah juga kehidupannya.
Tukang tiak membuang kayu.
Orang yang bijaksana dapat menghargai semua orang.
Tumbuh pada alur sudah diturut, tumbuh pada jalan sudah ditempuh.
Mengerjakan suatu pekerjaan hendaknya menurut apa yang telah ditentukan.
Tunggul kayu ditaruh pelicin elok juga, jangankan manusia.
Barang yang sederhana dan tidak berharga lagi bila disentuh oleh tangan-tangan kreatif akan menjadi sangat berguna.
Tuntutlah ilmu dari ayunan sampai ke liang lahat.
Jangan pernah berhenti menuntut ilmu sampai akhhir hayat nanti.
Tuntutlah ilmu walau ke negeri Cina.
Cari dan tuntutlah ilmu kemanapun jauhnya.
Turut hatinyang geram, hilang takut tiimbul keberanian.
Orang yang penakut akan menjadi sangat berani jika ia sedang terpojokan atau sedang marah.
Turut rasa binasa, turut harti mati.
Berpikir dan bertindaklah bijaksana, jangan hanya menuruti hawa nafsu.
Uang mudah dicari, sahabat sulit didapat.
Harta dan kekayaan itu bisa dicari lagi, tetapi jika sahabat sejati yang pergi ia tidak akan pernah kembali lagi.
Ubur-ubur airnya hitam
Orang yang jahat nyata pada kelakuan dan perkataannya.
Ukur baju di badan sendiri.
Kejahatan diri sendiri janganlah diukur dengan kejahatan orang lain.
Ukur berbaur, bertopang bercerai.
Bersatu dalam segala hal akan mempermudah tercapainya tujuan.
Ular bercampur dengan belut, tak akan hilang bisanya.
Orang yang jahat, jika bergaul dengan orang yang baik-baik tiada akan berubah tabiatnya.
Ular biar mati, tanah jangan lekuk, buluh jangan pukah.
Menyelesaikan sesuatu perkara (menghukum, memperdamaikan) hendaklah dengan adil, sehingga kedua-dua belah pihak merasa puas hati.
Umpama anjing makan muntahnya.
Orang yang tamak dan gelojoh tidak memilih (keji atau terlarang) apa yang akan diperbuatnya.
Umpama ayam menetaskan telur itik, anaknya itu ke air juga.
Perangai atau kelakuan baka tiada siapa yang dapat mengubahnya.
Umpama batik lasum, makin dibasuh makin berbau.
Orang yang baik, jika diajar dengan baik maka akan semakin lebih baik.
Umpama bilah atau lidi yang terselat pada dinding, dapat juga diambil akan pencungkil gigi atau pencungkil telinga.
Seseorang itu betapa pun bodoh atau bebalnya, pada suatu waktu ada juga gunanya.
Umpat dan puji tiada bercerai.
Kita harus waspada ketika menerima umpatan maupun pujian.
Umpat tak membunuh, puji tak menyerang.
Baik puji maupun celaan tak perlu didengarkan.
Usul menunjukkan asal.
Sifat kelakuan seseorang itu menunjukkan asal keturunannya.
Usul-usul; asal-asal; asal jangan ditinggalkan.
Mengerjakan sesuatu hendaklah dengan hati-hati.
Utang (hutang) emas dapat (boleh) dibayar, utang (hutang) budi dibawa mati.
Budi baik orang haruslah diingat selama-lamanya, karena budi bahasa tak dapat dibayar dengan uang.
Utang darah dibayar dengan darah, utang nyawa dibayar dengan nyawa.
Kebajikan akan dibalas dengan kebajikan, sedangkan kejahatan akan di balas pula oleh kejahatan.
Utang jiwa di bayar dengan jiwa.
Semua perbuatan pasti akan mendapat balasan yang setimpal sesuai perbuatannya tersebut.
Walau ikan diam di dalam tujuh lautan sekalipun, termasuk ke dalam pukat juga.
Sepandai-pandai orang, ada kalanya salah juga.
Walau seribu anjing menyalak, gunung takkan runtuh.
Orang yang mempunyai prinsip teguh takkan tergoyahkan, walaupun banyak godaan yang menghampirinya.
Walau sungai mengalir ke laut, laut tiada akan bertambah.
Pemberian orang miskin kepada orang kaya tak kan dapat memberi perubahan bagi mereka.
Walaupun ada umpan, belum tentu ada ikan.
Sesuatu pekerjaan itu walaupun telah ada persediaan yang cukup tetapi belum tentu akan berhasil dengan baik.
Walaupun disepuh emas lanncung, kilat tembaga tampak.
Sangat sulit mengubah karakter seseorang yang mempunyai sifat buruk.
Walaupun setandan bagi kepala, namun untung berkelainan.
Rezeki setiap orang berbeda-beda.
Ya sepanjang hari, janji sepanjang jalan.
Mudah berjanji, tetapi sukar menepatinya.
Yag bulat datang berguling, yang picak datang melayang.
Jika nasib baik bermacam-macam keuntungan datang sendiri.
Yang benar bawa lalu, yang salah bawa surut.
Petiklah pesan berharga di dalam setiap peristiwa hidup dan buanglah hal-hal yang kurang baik.
Yang bingung makanan yang cerdik, yang tidur makanan yang jaga.
Orang yang bodoh itu menjadi mangsa penipuan orang yang cerdik.
Yang bisu pengejut ayam.
Orang yang berperangai buruk bukan tak berguna, pada kesempatan lain dibutuhkan juga.
Yang bungkuk (bongkok) juga dimakan sarung.
Yang bersalah juga yang akan menanggung dosanya (menerima hukumannya).
Yang dimakan rasa, yang dilihat rupa, yang didengar bunyi.
Tiap-tiap suatu pekerjaan itu hendaklah dengan sempurna baik pada rupa, pendengaran dan perasaan.
Yang disangka tidak menjadi, yang diam boleh ke dia.
Orang lain yang berikhtiar, orang lain pula yang memungut hasilnya.
Yang disuruh tenggelam, yang menyuruh pun tenggelam.
Orang malas disuruh mengawasi orang yang lebih malas, akhirnya sia-sia belaka.
Yang dulu mendapat, yang kemudian ketinggalan.
Orang yang rajinlah yang selalu beruntung daripada orang yang malas.
Yang elok budi yang indah bahasa.
Keramahan dan budi baik dapat membuat orang merasa segan.
Yang hampa biar terbang, yang bernas biar tinggal.
Yang tak berguna biarlah hilang, dan yang baik-baik biarlah tinggal.
Yang hidup sesarkan mati.
Tiap-tiap suatu itu ada batasnya dan ada pula penggantinya.
Yang lumpuh pengejut ayam.
Orang hodoh suatu saat akan dimaafkan oleh masyarakat.
Yang mencencang memampas.
Yang berbuat salah harus menerima hukuman.
Yang merah saga, yang kurik kundi; yang indah bahasa, yang baik budi.
Biarpun rupa elok dan kacak, tetapi kalau budi bahasa buruk, maka akan hina juga pada pandangan masyarakat.
Yang pberpuru salalu hendak menggarruk.
Orang yang melakukan kesalahan pasti suatu saat akan terbongkar juga kesalahan tersebut.
Yang tajam tumpul, yang bisa tawar.
Dengan perkataan yang lemah lembut dapat diselesaikan segala sengketa.
Yang terkalang-kalang di mata, yang terasa-rasa di hati.
Keinginan hendaknya dapat diwujudkan, agar tercapai semua harapan dan hidup bahagia.
Yang tua dimuliakan, yang kecil dikasihi.
Orang yang pandai menempatkan diri di segala tempat dan situasi.
Yanng terpelanting akan dipilih, yang terserat tidak di kampungkan lagi.
Hendaknya hidup itu dijalani dengan sederhana dan tidak dengan berfoya-foya.
Zaman beralih, musim bertukar.
Segala sesuatu (peraturan, hukuman dan sebagainya) hendaklah disesuaikan dengan keadaan zaman.
PREV 1 2 3 4 5 6 7 8 9


 

Copyright 2013 Peribahasa - All Rights Reserved