Likes:
Abjad: A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z
 
Kumpulan Peribahasa Bijak
Kumpulan peribahasa bijak yang indah untuk hidup yang lebih baik. Baca dan dapatkan inspirasinya di bawah ini:
Seperti menarik rambut dalam tepung, rambut jangan putus, tepung jangan bergoyang.
Di dalam memutuskan sesuatu sangat sulit dan membuatuhkan kesabaran dan keuletan.
Seperti orang penghisap candu, dengan candu sampai mati.
Kebiasaan yang jelek sukar untuk ditinggalkan atau dihilangkan.
Seperti padi hampa, makin lama makin mencongak.
Orang yang bodoh, makin lama makin sombong dan makin besar omongannya.
Seperti pinggan putih retak sedikit kelihatan.
Berhati-hati dalam menjaga kehormatan diri karena bila mendapat cela sedikit saja akan terlihat.
Sepuluh batang bertindih, yang bawah juga yang luluh.
Sesuatu perkataan yang tidak sesuai dengan kenyataan yang membuat orang lain terkucilkan.
Serumpun bagai serasi, seliang bagai tebu.
Suka dan duka dihadapi bersama-sama.
Sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tiada gunanya.
Hendaklah berfikir semasak-masaknya sebelum membuat sesuatu keputusan.
Sesal dahulu yang bertuah, sesal kemudian yang celaka.
Dalam menjalankan sesuatu hendaknya dipikirkan akibatnya agar tidak mendapat celaka.
Sesat di ujung jalan, balik ke pangkanlnya.
Agar tidak mengulangi apa yang telah dikerjakan seharusnya direncanakan terlebih dahulu.
Sesat di ujung jalan, lebih baik ke pangkal jalan.
Jika tahu perbuatan yang kita lakuka salah, sebaiknya cepat kembali ke jalan yang benar.
Sesipai bagai lidi.
Sehidup semati, seia sekata, senasib sepenanggungan.
Setampar seemas, dua tampar seemas, baik ditampar benar.
Janganlah berbangga hati atas kelakuan jahat yang sudah dilakukan.
Setelah hujan akan panas jua.
Setiap penderitaan akan berakhir dengan kebahagiaan.
Sia-sia utang tumbuh.
Pekerjaan yang dilakukan tidak hati-hati akan mendatangkan bahaya.
Siapa bermakan lada, ialah berasa pedas.
Barang siapa merasa bersalah akan tersinggung.
Siapa cepat boleh dulu, siapa kemudian putih mata.
Yang dahulu datang dahulu ditolong, yang kemudian datang kemudian pula ditolong.
Siapa cerdik naik tinggi, siapa calak menang terhitung.
Orang yang pandai berbicara untuk menutupi kesalahannya, sehingga orang lain akan percaya bahwa ia benar.
Siapa gatal, dia yang menggaruk.
Orang yang berbuat harus bertanggung jawab. Bila mempunyai suatu keinginan harus mau berusaha.
Siapa lama tahan, menang.
Apabila bekerja dengan tekun dan rajin tidak tergesa-gesa lama-kelamaan kerja yang sulit sekalipun akan selesai juga dengan baik.
Siapa makan cabai dialah yang terasa pedas.
Barang siapa yang berbuat maka dia yang harus bertanggung jawab.
Siapa makan nangka, akan terkena getahnya.
Siapa yang berbuat kesalahan akan menanggung akibatnya.
Siapa melalah, siapa patah.
Orang yang berbuat harus berani bertanggung jawab.
Siapa menjala, siapa terjun.
Siapa yang menginginkan sesuatu harus berusaha.
Siapa patah siapa melejang.
Pekerjaan yang dikerjakan tergesa-gesa hasilnya akan merugikan.
Siapa yang gatal, dialah yang menggaruk.
Orang yang berkehendak dialah yang harus berbuat sendiri.
Siapa yang kena cubit, akan merasa pedih.
Orang yang bersalah akan terasa kalau mendapatkan sindiran.
Siapa yang makan nangka dia yang terkena getahnya.
Siapa yang bersalah orang itu yang harus dihukum.
Siapa yanng berketuk, dia yang bertelur.
Siapa yang berbuat jahat, akan menerima balasannya.
Siapakah yang mau menghujankan garamnya?
Tak ada satu orang pun yang mau menunjukkan aibnya sendiri.
Silap cakap kena radak, hilang jiwa percuma saja.
Berhati-hati dalam menangani suatu masalah agar tidak menemui kesulitan.
Silap mata, pecah kepala.
Karena sedikit kesalahan akan membawa akibat yang besar sekali.
Silih berganti bagai ombak di tepi pantai.
Hidup bagai roda pedati, kadang di bawah kadang di atas, kadang senang kadang susah.
Sinar ikan dalam air, sudah tahu jantan betinanya.
Orang yang bijaksana sudah tahu baik buruknya sesuatu.
Sudah lulus maka hendak melantai.
Penyesalan merupakan hal yang tidak berguna.
Sudah tahu peria pahit.
Menyesali perbuatannya, padahal ia sudah tahu bahwa yang diperbuat itu kurang baik.
Sudah terantuk baru tengadah.
Pekerjaan yang salah dilakukannya. Setelah celaka baru menyadarinya.
Sukar kaji pada orang alim, sukar uang pada orang kaya.
Orang pandai biasanya baru mau memutuskan persoalan apabila sudah dipertimbangkan dalam-dalam, orang kaya baru mau mengeluarkan uang kalau ada untungnya.
Suku tak boleh diajak, malu tak boleh diagih.
Susah dan senang ditanggung bersama.
Syariat palu memalu, hakikat balas membalas.
Jangan melebih-lebihkan sesuatu, hendaknya semua itu dikatakan sesuai apa yang sebenarnya telah terjadi.
Tahan baji oleh kelidai.
Lawanlah kejahatan dengan kebaikan.
Tahan-tahan larat.
Mempertahankan penderitaan hidup dengan sekuat tenaga.
Tajam pisau karena diasah.
Orang rajin belajar akan cepat menjadi pandai.
Tak ada busuk yang tak berbau.
Kejahatan dan keburukan akan ketahuan juga.
Tak ada dekar yang tak bulus.
Tidak ada orang yang tidak pernah berbuat salah.
Tak ada gading yang tak retak.
Setiap orang mempunyai kekurangan.
Tak ada gunung tinggi yang ta runtuh, tak ada lurah yang dalam yang tak dapat dituruni.
Bila disertai dengan kemauan keras, segala usaha akan dapat berhasil.
Tak ada guru pada orang pekak, tak ada kilat pada orang buta.
Orang bodoh tak tahu arti perkataan kias dan sidiran.
Tak ada guruh bagi orang pekak, tak ada kilat bagi si buta.
Menyindir orang yang bodoh tidak ada gunanya, karena dia tidak mengerti maksudnya.
Tak ada kubangan yang tak berkatak,
Setiap daerah pasti memiliki suatu kelemahan.
Tak ada macan yang makan anaknya.
Tidak ada orang tua yang mencelakakan anak kandungnya.
Tak ada padi bernas setangkai.
Di dunia ini, tidak ada sesuatu pun yang sempurna.
Tak ada pendekar yang tak bulus, tak ada juara yang tak kalah.
Bagaimanapun pandai seseorang ada kalanya membuat kesalahan.
Tak ada rotan akar pun jadi.
Jika tak ada yang baik, yang kurang baik pun berguna pula.
Tak ada tanaman menolak hujan.
Setiap orang akan memanfaatkan kesempatan yang baik dan menguntungkan bagi dirinya.
Tak ada terlawan jika buaya menyelam air.
Janganlah mencoba menyaingi orang besar/kaya; orang kecil/miskin jangan bermimpi melawannya.
Tak air talang dipancung.
Berusaha dengan segala cara untuk mencapai maksud.
Tak akan lari gunung dikejar, hilang kabut tampaklah dia.
Janga tergesa-gesa mengerjakan sesuatu yang telah pasti.
Tak akan serik luka dimakan tajak, esok lusa kebendang juga.
Apabila mendapatkan suatu keuntungan hendak harus dipertahankan.
Tak benang batu digilas.
Apabila belum ada sesuatu yang tidak dapat dipakai, pakailah sesuatu atau barang yang dapat dipakai terlebih dahulu.
Tak beras antak dikisik.
Segala upaya dilakukan untuk mencapai tujuan.
Tak emas bungkal diasah.
Segala daya upaya dilakukan asal cita-citanya tercpai.
Tak jemu-jemu seperti ombak memecah.
Berdaya upaya sekuat tenaga untuk mewujudkan kemauan keras.
Tak kaya oleh emas pembawa, tak gadis oleh kain bersalang.
Dalam mencapai kejayaan jangan sepenuhnya bergantung kepada orang lain, hendaknya berikhtiar sendiri.
Tak kayu jejang dikeping, tak emas bungkal diasah.
Dalam keadaan terpaksa, benda yang tidak dapat digunakan akan menjadi berguna.
Tak kenal maka tak sayang.
Tidak dapat mengetahui perangai seseorang dengan pasti bila belum mengenal dekat.
Tak keruh laut oleh ikan, tak runtuh gunung oleh kabut.
Suatu daerah walaupun beraneka ragam pahamnya, tetapi adat tidak akan dapat berubah.
Tak lari gunung dikejar.
Melaksanakan suatu pekerjaan tidak perlu dengan tergesa-gesa.
Tak lekang oleh panas, tak lapuk oleh hujan.
Peraturan-peraturan yang tidak dapat diubah-ubah.
Tak mau koyak kulit, koyak kain mau juga.
Bersedia mengorbankan harta benda asalkan selamat.
Tak mengenal pasang surut.
Tiada mudah berputus asa dalam berusaha.
Tak sama getah daun dengan getah batang.
Watak dan tabiat salah satu negara anggota yang berbeda dengan yang lainnya
Tak sungguh getah daun, yang sebenarnya getah batang juga.
Sejahat-jahatnya saudara kandung, masih lebih baik dari pada orang lain yang jahat.
Tak termakan oleh anjing kata-katanya.
Kata-kata yang kurang baik atau menyakitkan dan kasar.
Tak usah diajar anak buaya berenang, ia sudah pandai juga.
Jangan mengajarkan sesuatu kepada seseorang yang sudah memahaminya.
Tak usah diajar itik berenang.
Tidak ada gunanya menasihati orang yang lebih pandai.
Takkan ada katak beranak ular.
Seorang yang pengecut selamanya tak kan menjadi pemberani.
Takkan dua kali orangtua kehilangan tongkat.
Kegagalan tidak mungkin dilakukan sampai dua kali, karena sudah mendapatkan pelajaran dari kegagalan yang dulu.
Takkan pisang berbuah dua kali.
Sebodoh-bodohnya manusia takkan tertipu dua kali.
Takut dilanggar batang, jangan duduk di kepala pulau.
Jangan melakukan hal yang sulit bila tak mau menerima resiko.
Tali jangan diputus, kaitan jangan diserkah.
Memutuskan perkara dengan seadil-adilnya.
Tali jangan diputus, pengait tinggal di atas.
Dalam memutuskan perkara hendaknya adil, dan jangan berat sebelah.
Tambah air tambah sagu.
Jika tugas kita bertambah, maka penghasilan akan bertambah.
Tanah lembah kandungan air, kayu bengkok titian kera.
Tiap sebab yang ada mendatangkan sebab lain.
Tanam ilalang tak akan tumbuh padi.
Perbuatan jahat pasti mendapat balasan.
Tangan kanan jangan percaya akan tangan kiri.
Jangan terlalu percaya kepada sahabat karena suatu waktu dia dapat juga mencelakakan diri kita.
Tangan mencencang bahu memikul.
Siapa bersalah harus berani menerima hukumnya.
Tegang dinanti kendur, keras dinanti lunak.
Untuk menyelesaikan pertikaian hendaklah dinanti saat kedua belah pihak reda kemarahannya.
Telunjuk lurus, kelingking berkait.
Gambaran orang munafik, secara lahiriah tampak bersikap manis namun hatinya tidak dapat dipercaya.
Tempat makan jangan diberaki.
Jangan membuat kejengkelan kepada orang yang telah memberikan kebakan kepada kita.
Tepuk berbalas, alang berjawat.
Perbuatan jahat dibalas dengan kejahatan dan kebaikan dibalas dengan kebaikan.
Tepuk dada tanya selera.
Pertimbangkan sesuatu sebelum melakukan pekerjaan.
Tepuk perut tanya selera.
Hendak bertanya dahulu kepada yang sudah berpengalaman sebelum mengerjakan sesuatu.
Terbakar kampung kelihatan asap, terbakar hati siapa tahu.
Isi hati sesorang sulit ditebak.
Terdorong gajah karena besarnya.
Melakukan perbuatan kurang baik dengan mudah karena memiliki kekuasaan.
Terlalu panggang hangus.
Setiap manusia memiliki kekeurangan maka janganlah menunjunjung diri.
Terlampau cepat jadi lambat.
Pekerjaan yang dikerjakan dengan tergesa-gesa akhirnya jadi lambat.
Terlampau dikandang, mentah.
Sesuatu yang dilebih-lebihkan malah akan manjadi tidak bernilai.
Terlampau lurus kurus, terlampau cerdik terkedik.
Orang yang jujur sering dikelabuhi orang, begitu juga dengan orang yang cerdik, karena kecerdikannya maka ia sering diperdaya orang.
Terlangsung perahu boleh balik, terlangsung cakap tak dapat balik.
Sebelum mengucapkan suatu perkataan harus berhati-hati kalau sudah terlanjur tak dapat ditarik kembali.
Terlihat ikan dalam air, tahu jantan atau betinanya.
Orang yang bijaksana sehingga mengetahui tanda-tanda baik dan buruknya.
PREV 1 2 3 4 5 6 7 8 9 NEXT


 

Copyright 2014 Peribahasa - All Rights Reserved