Likes:
Abjad: A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z
 
Kumpulan Peribahasa Bijak
Kumpulan peribahasa bijak yang indah untuk hidup yang lebih baik. Baca dan dapatkan inspirasinya di bawah ini:
Salah bunuh memmberi balas, salah cencang memberi pampas.
Suatu hukuman yang diberikan harus sesuai dengan perbuatannya.
Salah cencang memberi pampas, salah bunuh memberi bangun.
Salah mengerti orrang lain yang berakibat fatal. Hukuman seharusnnya diberikan seasuai dengan perbuatannya.
Salah cetok melantingkan.
Melakukan pekerjaan hendaknya sewajarnya, bila tidak akan susah.
Salah cotok berkerudung paruh, salah telan belah perut.
Berat dan ringannya suatu hukuman disesuaikan dengan perbuatannya.
Salah cotok melantingkan.
Jika telah melakukan kesalahan maka harus memperbaiki diri.
Salah gelok hulu malang, pandai berrtenggang hulu baik.
Akan celaka diri sendiri jika kurang berhati-hati dalam menjalankan kewajiban.
Salah makan memuntahkan, salah tarik mengembalikan, salah langkah surut kembali.
Apabila sudah mengetahui kesalahan yang telah diperbuat, hendaknya segera diperbaiki.
Salangkan bah kapar yak hanyut, ini kemarau panjang.
Pada saat memiliki penghasilan saja tidak dapat memenuhi kebutuhannya, apalagi bila tidak berpenghasilan sama sekali.
Sama rasa sama rata.
Segala suka dan duka ditanggung bersama.
Sambil berdiang nasi masak, sambil beredendang biduk hilir.
Orang yang bijaksana itu dalam sekali waktu dapat menyelesaikan dua, tiga perkerjaan.
Sambil diang nasi masak.
Sekali menggarap suatu tugas, dua tiga maksud sekaligus tercapai.
Sambil menyelam minum air, sambil menyeruduk galas lalu.
Sekali bekerja, dapat menyelesaikan beberapa pekerjaan.
Sambil menyelam minum air.
Mengerjakan dua tiga pekerjaan sekaligus dalam satu waktu.
Sampah jangan ditendang sepak.
Jangan menganggap rendah orang yang miskin.
Samun berdarah dingin.
Sebuah masalah harus diputuskan setelah ada bukti.
Satu bertelur, ayam sekandang ikut ribut.
Satu orang yang mendapat kesusahan atau keberuntungan, semua orang membicarakannya.
Satu biduk nahkoda dua.
Bila dalam satu perusahaan terdapat dua pemimpin, pasti tidak beres.
Satu jentik sepuluh rebah.
Keuntungan yang telah diperoleh, jangan disia-siakan.
Sawah luas tahan tua, rumah gedang tahan tonggak.
Dalam hal meminjam uang harus ada jaminannya.
Sayang di anak dilecut, sayang negeri ditinggalkan.
Memberikan kasih sayang kepada seorang anak bukan berarti memanjakannya.
Sebab budi boleh kedapatan.
Nama baik tercemar akibat perbuatan jelek.
Sebab mutiara sebiji, lautan dalam diselam orang.
Orang yang berilmu itu biar di mana pun ia tinggal tetap dicari orang.
Sebab nila setitik rusak susu sebelanga.
karena kejahatan yang sedikit semua kebaikan menjadi rusak.
Sebab pijat-pijat tuma mati.
Mendapatkan kesusahan karena bersahabat dengan orang yang jahat.
Sebaik-baik tinggal di rantau, baikmjuga di negeri sendiri.
Samakmur-makmurnya tinggal dinegeri orang, lebih baik tinggal di negeri sendiri.
Sebelum ajal berpantang maut.
Tidak akan mati sebelum tiba ajalnya.
Sebelum ajalnya pantang mati.
Tidak mau berhenti sebelum berhasil.
Seberapa panjang sarungnya begitulah panjang matanya.
Perangai yang baik atau jahat menunjukkan sedikit atau banyak ilmu seseorang.
Seberapa tajam parang, masih tajam mulut manusia.
Suatu perkataan akan lebih menyakitkan dari pada terkena senjata tajam.
Seberat-berat beban, laba jangan ditinggalkan.
Betapun beratnya suatu pekerjaan, janganlah ditinggalkan karena akan memberikan keuntungan yang besar.
Seberat-berat kayu, terapung juga di air.
Sebesar-besarnnya suatu permaslahan pasti ada jalan keluarnya.
Sebuah lesung, seekor ayam gedangnya.
Setiap rapat pasti mempunyai seorang pemimpin, sebagai pelindung dari bencana kerabat lain.
Sebut aku pasti datang, sebut dia penantian.
Hendaknya menggunakan barang yang sudah ada.
Secicip bagai ayam, sedncing bagai besi.
Suka dan duka dialami bersama, senasib sepenanggungan.
Sedangkan cacing diinjak bergerak apalagi manusia.
Selemah-lemahnya orang bila terus dihina akan melawan.
Sedangkan gajah yang besar dan berkaki empat lagi terkadang tersrondong dan jatuh tersungkur ke bumi.
Orang yang ada kalanya kehilangan kebesarannya, karena itu jangan mengagung-agungkan kebesaran yang dimiliki.
Sedangkan tupai lagi gawal.
Orang yang sangat ahli sekalipun dapat berbuat kesalahan.
Sedap dahulu pahit kemudian.
Bersenang-senang dahulu, akhirnya mendapatkan kesusahan.
Sedap manis jangan ditelan, pahit jangan segera dimuntahkan.
Berpikir sebelum melakukan sesuatu agar tidak mendapat kesusahan.
Sedatar saja lurah dengan bukit.
Tidak membeda-bedakan antara kaya dan miskin.
Sedekat-dekat tepi kain, dekat juga dengan bebat.
Sedekat-dekatnya orang lain, masih lebih dekat keluarga sendiri.
Sedencing bagai besi, seciap bagai ayam.
Mengerjakan sesuatu bersama-sama.
Sedepa jalan ke muka, selangkah jalan kedepan.
Berusaha sesuai dengan kemampuan demi mencapai harapan.
Sedepa tanduk yang datang, sejengkal tanduk yang menanti, payah juga yang datang
Lebih sukar mengadu nasib di negeri orang dari di negeri sendiri
Sedia payung sebelum hujan
Berjaga-jagalah sebelum terjadi sesuatu yang membahayakan
Sedikit bicara banyak bekerja
Tidak perlu banyak bicara, buktikan dalam perbuatan
Seekor cacing menelan naga.
Orang lemah dapt mengalahkan orang besar.
Seekor kerbau berlumpur semuanya berlabur.
Seekor berbuat jahat, seluruh keluarganya beroleh nama yang buruk.
Seekor kerbau membawa lumpur, semua habis terpalit.
Seseorang berbuat jahat, semua orang terkena akibatnya.
Segala yang baik ada cacatnya.
Didunia ini tidak ada satupun yang sempurna, pasti ada kekurangannya.
Segan bergalah hanyut serantau.
Orang yang berani bertanya, akan menyusahkan kelompoknya.
Segan berkayuh perahu hanyut.
Hidup harus ikhtiar, malas bekerja akan berbasib buruk.
Segan berkayuh, hanyut serantau.
Seorang pemalas hanya akan menjadi beban keluarga.
Segan bertanya sasat dijalan, segan bergalah hanyut serantau.
Jika tidak tahu harus ditanyakan agar tidak celaka.
Segantang tak akan jadi secupak.
Nasib seseorang tidakk akan dapat diubah oleh manusia.
Segar dipakai, layu dibuang.
Sesuatu yang dihargai hanya pada waktu baik saja.
Seikat bagai sirih, serumpun bagai serai.
Suka dan duka ditanggung bersama.
Seikat diulas, panjang dikerat.
Jika membagi sesuatu hendaknya yang sama.
Sejahat-jahatnya harimau tak akan memakan anaknya sendiri.
Tidak ada orangtua yang tega mencelakakan anaknya sendiri.
Sekali lancing ke ujian, seumur hidup orang tak percaya.
Sekali berbuat jahat, seummur hidup orang tak akan percaya.
Sekali lancing ke ujian, seumur hidup orang takkan percaya.
Sekali berbuat jahat, takkan dipercayai lagi.
Sekali membuka pura, dua tiga utang terbayar.
Sekali bekerja, beberapa pekerjaan terselesaikan.
Sekali merengkuh dayung, dua, tiga pulau terlampaui.
Menyelesaikan dua, tiga pekerjaan dalam waktu sekali.
Sekebat bagai sirih.
Kesepakatan dalam musyawarah.
Sekejam-kejamnya harimau ia takkan makan anaknya.
Sekejam-kejamnnya orangtua tidak akan mencelakakan anaknya sendiri.
Sekeras-kerasnnya batu bila tertimpa hujan akan retak juga.
Betapun kerasnya pendirian seseorang bila terus-menerus dipengaruhi akan berubah juga.
Selama hayat dikandung badan, budii baik diingat pula.
Selama hidup, kebaikan budi seseorang tetap dikrenang dan dihargai.
Selembab-lembab puntung di dapur, ditiup menyala juga.
Pekerjaan bila dilakukan dengan sungguh-sungguh akan berhasil juga.
Selepas bedil berbunyi, mencebur ikan dalam laut, berkokok ayam dalam hutan.
Kata sepatah dapat menggemparkan orang di mana-mana.
Selisih berujung kerja berjunjung.
Setiap pekerjaan besar selalu ada yang bertanggung jawab.
Semahal-mahal gading, kalau patah tak berguna.
Orang yang dianggap mulia, jika sekali saja berbuat suatu kesalahan tidak akan dipandang lagi.
Semak-semak disaingi, rimbun-rimbun ditutuh.
Memellihara segala sesuatu dengan sebaik-baiknya.
Semanis-manis gula, ada pasir di dalamnya.
Kata-kata yang manis kadang-kadang mengundang racun.
Semanis-manisnya gula ada pasir di dalamnya, sepahit-pahitnya mambu kelatnya menjadi obat.
Kata-kata yang manis kadang-kadang bisa menipu, sedangkan kata-kata yang keras dan pahit bermanfaat karena berisi nasihat.
Sembahyang diberi waktu, janji diberi berketika.
Segala sesuatu pasti akan ada batasnya.
Sendok berdngar-dengar, nasi habis budi dapat.
Tidak berhati-hati dalam mengerjakan sesuatu seingga mendapat malu karena terbuka rahasianya kepada orang lain.
Sepala-pala mandi biarlah basah.
Bila bekerja janganlah setengah-setengah.
Sepandai-pandai bungkus, yang busuk berbau juga.
Perbuatan buruk yan selalu dirahasiakan akan ketahuan juga.
Sepandai-pandai mencecang, landasan juga yang akan habis.
Sebaik-baik orang menumpang, akan merugikan juga kepada orang yang ditumpangi.
Sepandai-pandai tupai melompat akhirnya jatuh ke tanah jua.
Seseorang yang hebat dalam sesuatu perkara tetap ada kelemahannya.
Sepandai-pandai tupai melompat sekali akan gagal juga.
Betapa pun pandainya seseorang, terkadang berbuat kekeliruan juga.
Sepedih-pedihnya mata memandang, pedih juga kulit merasai.
Betapapun pedihnya orag yang melihat suatu penderritaan, masih lebih pedih orang yang mengalami penderitaan tersebut.
Sepenggalah matahari.
Saatnya untuk bertindak, sudah menginjak dewasa.
Seperti alu penumbuk emping.
Gambaran orang yang sombong, ke mana-mana berlagak congkak, tak menyadari kekurangan yang dimilikinya.
Seperti ayam, kais pagi makan pagi, kais petang makan petang.
Orang yang miskin bila tidak bekerja keras tidak akan dapat makan.
Seperti bunyi gong tengkurap.
Perkataan yang tidak jelas, sulit sekali dimengerti oleh orang lain.
Seperti dedahlu api hinggap dipohon kayu, hinggap di batangnya mati, hinggap di ranting, rantingnya patah.
Orang jahat yang bersatu dengan orang baik akan merusak orang yang baik.
Seperti durian menunjukkan pangsanya.
Kelakuan atau percakapan seseorang itu menunjukan baik atau jahat asalnya.
Seperti gunting makan di ujung.
Pelan-pelan tetapi tepat sasaran.
Seperti ilmu padi, makin tua makin merunduk.
Orang yang pandai, semakin berilmu semakin merendahkan diri.
Seperti kebau berendam, sekandang kena luluknya.
Seorang yang bersalah, semuanya yang kena hukuman.
Seperti kelekati masuk api, tiada tahu akan mati.
Perihal orang yang terlalu berambisi untuk mencapai tujuan, sehingga bukannya tercapai tujuan tersebut.
Seperti kepiting tidak tahu bungkuknya, sebagai udang tak tahu bungkuknya.
Orang yang tidak tahu akan cacatnya, tidak sadar akan kebohohannya dan kekurangannya.
Seperti kera dengan monyet.
Setali tiga uang jadi sama saja.
Seperti kerbau dicocok hidungnya.
Orang yang bodoh akan selalu menurut atau mengikuti sesuatu yang dikatakan orang lain.
Seperti kerbau menanduk anak dengan kapar tanduk tidak dengan ujung.
Memberikan hukuman kepada anak bukan untuk menyakiti, tetapi untuk memberikan pelajaran kepadanya.
Seperti kerbau menanduk anak dengan papar bukan dengan tanduk.
Memberikan hukuman anak untuk memberikan pelajaran bukan untuk menyiksanya.
Seperti keris makan tuan.
Hancur karena tipu muslihatnya sendiri.
Seperti lonjak alu penumbuk padi.
Kesombongan seseorang yang terlihat dari tingkah lakunnya.
Seperti manau, seribu kali empat haram tak patah.
Orang yang teguh pendiriannya, orang yang kuat keimanannya.
PREV 1 2 3 4 5 6 7 8 9 NEXT


 

Copyright 2013 Peribahasa - All Rights Reserved