Likes:
Abjad: A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z
 
Kumpulan Peribahasa Bijak
Kumpulan peribahasa bijak yang indah untuk hidup yang lebih baik. Baca dan dapatkan inspirasinya di bawah ini:
Kata dulu bertepati, kata kemudian berceraian (= bercari).
Janji hendaklah ditetapi.
Kata periuk belanga hitam.
Orang yang memburukkan orang lain, sedangkan ia sendiri pun buruk juga.
Kata seorang dibulati, kata bersama diperiakan.
Urusan yang mengenai diri orang perseorangan bolehlah diurus dengannya sendiri, tetapi urusan yang mengenai umum hendaklah dilakukan dengan muafakat.
Katak hendak jadi lembu.
Hendak meniru-niru kelakuan (perbuatan) orang besar.
Kayu buruk tiada bercendawan, lumut tumbuh.
Orang yang sudah tua sangat mudah dihinggapi penyakit.
Kayu mati berpunggur, manusia mati biar bernama.
Hidup manusia hendaklah meninggalkan jasa yang baik.
Kayu yang banyak akarnya, tak takutkan ribut.
Orang yang banyak kawan tidak takut akan susah.
Kayu yang berakar tunjang tak endahkan ribut. (tunjangan = Kr Yng di atas tanah).
Orang yang banyak kawan tidak takut akan susah.
Ke bukit sama didaki, ke laut sama direnangi; adat tiada bertukar, Rahasia tidak berubah.
Perhubungan yang sangat karib, tidak dapat diceraikan.
Ke gunung emas pasir baiduri, ke padang zamrud habis diedari; terbang bangau sepanjang hari, ke tasik juga akhirnya dicari.
Bagaimana sekalipun jauh dagang merantau, ke negeri yang besar-besar, melihat tempat yang indah-indah, kesudahannya pulang juga ia ke tanahairnya sendiri.
Ke laut meracik ikan, tersenyum siput; ke hutan memancing punai, tertawa badak. (racik = jerat).
Perbuatan yang dilakukan dengan tidak menurut aturan akan jadi tertawaan orang ramai.
Ke mana dialih, lesung berdedak juga.
Pekerjaan yang selalu mendatangkan kerugian atau kesusahan, biar di mana pun dikerjakan niscaya akan merugikan dan menyusahkan juga.
Ke mana tumpah kuah, kalau tidak ke nasi.
Sesuatu itu akan kembali ke asalnya meskipun sedikit.
Ke mudik tentu hulunya, ke hilir tentu muaranya.
Sesuatu pekerjaan (perjalanan) haruslah ada ketentuannya.
Ke sungai sambil mandi.
Sekali melakukan pekerjaan dua tiga maksud tercapai.
Kecambah kayu ara takkan jadi pulut-pulut.
Orang yang memang berani takkan jadi pengecut.
Kecek anak Melaka.
Cakap tinggi tetapi tidak berisi.
Kecek bagai bunyi merendang kacang.
Percakapan yang berleler, sehingga susah untuk difahami maksudnya.
Kecil anak besar onak.
Anak pada masa kecilnya menyukakan hati tetapi apabila sudah besar keraplah pula ia mendatangkan kesusahan kepada ibu bapanya.
Kecil api menjadi kawan, besar ia menjadi lawan.
Kejahatan yang sedikit jangan dibiarkan menjadi besar.
Kecil dikandung ibu, besar dikandung adat, mati dikandung tanah.
Orang hidup hendaklah pandai menyesuaikan diri dengan keadaan di sekelilingnya.
Kecil gunung dipandang, besar hutang disandang.
Hutang itu walau sedikit sekalipun berat juga bagi orang yang menanggungnya.
Kecil hutang diansur, habis hutang dibayar.
Tiap-tiap suatu pekerjaan yang besar dan berat jika diansur-ansur mengerjakannya niscaya akan berkurang, apa lagi kalau dapat disudahkan sekali gus.
Kecil jangan (= tak boleh) di sangka anak, besar jangan (= tak boleh) disangka bapa.
Pengetahuan dan kelebihan itu bukan tertentu kepada orang tua-tua saja, selalu juga terdapat pada orang muda-muda.
Kecil teranja-anja, besar terbawa-bawa, sudah tua terubah tidak.
Kebiasaan sejak kecil, menjadi tabiat yang sukar diubah.
Kecil umpan besar ikan.
Dengan usaha yang sedikit dapat menghasilkan pekerjaan yang besar.
Kecil-kecil anak sudah besar menjadi onak.
Anak pada masa kecilnya menyukakan hati tetapi apabila sudah besar keraplah pula ia mendatangkan kesusahan kepada ibu bapanya.
Kecil-kecil beliung, tumbang juga kempas yang besar.
Walaupun orang itu kecil tetapi dapat juga ia mengalahkan orang besar.
Kecil-kecil cabai rawit.
Meskipun kecil tetapi berani.
Kecil-kecil cili Melaka (= api).
Meskipun kecil tetapi berani.
Kecil-kecil lada api, besar-besar limau abung.
Meskipun kecil tetapi berani.
Kecil-kecil pun api.
Barang sesuatu yang dapat mendatangkan bahaya janganlah dibiarkan walaupun sedikit.
Kelam disigi, lekung ditinjau. (sigi = suluh, obor; lekung = lekuk).
Sesuatu perkara atau perkataan yang kurang terang hendaklah diselidiki dan diperiksa dengan saksama sebelum dibuat sesuatu keputusan.
Kelapa tebal sabut, terhempas ke batu tak pecah, dibuang ke laut tak tenggelam.
Orang yang ramai anak cucunya, dikasihi oleh kaum kerabatnya, suka tolong-menolong, maka selamatlah hidupnya.
Kelebihan ikan radai, kelebihan manusia akal. (radai = sirip).
Tiap-tiap sesuatu ada dengan kelebihannya masing-masing.
Keluh (kesah) tidur di kasur, berkeruh di lapik penjemuran.
Kemewahan ataupun kekayaan tidak selamanya membawa kebahagiaan; sebaliknya, hidup miskin ada kalanya memberi kesenangan. (berkeruh = mendengkur.)
Keluk paku asam (= kacang) belimbing; anak dipangku kemanakan dibimbing.
Anak dan kemanakan haruslah sama-sama dididik dan dipimpin.
Kemahiran itu sebaik-baik guru.
Sesuatu pekerjaan akan menjadi sempurna apabila dikerjakan oleh orang yang ahli.
Kemarau setahun rusak oleh hujan sepagi.
Kebaikan yang banyak hilang karena kesalahan yang sedikit.
Kemenyan sebesar lutut jika tiada dibakar manakan berbau.
Kepandaian hendaklah diajarkan kepada orang lain, karena kalau disimpan ia akan hilang begitu saja.
Kemudi di haluan, bergilir ke rusuk.
Orang yang menurut nasihat atau perintah anaknya (isterinya, orang sebawahannya dan sebagainya).
Kenal dadanya, tak kenal mukanya (= rupanya).
Orang alim atau orang pandai dikenal orang hanya dengan membaca buku-buku karangannya saja.
Kera menegurkan tahinya.
Barang siapa yang berbuat salah, ialah yang mula-mula memperkatakan kesalahan itu.
Keras ditakik, lunak disudu.
Perintah haruslah dilakukan dengan segala kebijaksanaan.
Kerbau dipegang tali hidungnya, manusia dipegang pada katanya.
Janji yang sudah diucapkan mestilah ditepati, karena harga manusia terletak pada janjinya itu.
Kerbau jangan dimaling orang, ayam jangan dimusangi. (dimusangi = dimakan musang)
Anak dan isteri hendaklah dijaga dengan baik-baik.
Kerbau kandang, emas berpura.
Harta-benda harus disimpan baik-baik di tempatnya masing-masing supaya selamat.
Kerbau menanduk, kerbau pergi.
Siapa yang bersalah mesti dihukum setimpal dengan kesalahannya.
Kerbau pembulang tali. (membulang = mengikat tali ke kepala).
Orang yang berbolak-balik pikirannya atau yang tiada tetap hatinya.
Kerbau sekandang dapat digembalakan, manusia seorang tiada terjaga.
Kerbau sekawan boleh dikandang, manusia seorang tiada terkawal.
Keris pedang (= lembing) tiada tajam, lebih tajam mulut manusia.
Kata-kata lebih tajam daripada senjata.
Kerja baik berimbauan, datang buruk (= malang) berhamburan.
Kerja baik dirundingkan, waktu kemalangan dibantu beramai-ramai.
Kesat-kesat daun pimping, kalau kesat daun labu boleh dicelur.
Orang miskin serta tidak berilmu tiada berguna di antara orang banyak, tetapi kalau ada perangai yang baik, ada juga faedahnya.
Ketam (= kepiting) menyuruhkan anaknya berjalan betul.
Orang yang memberi nasihat, tetapi dia sendiri tidak melakukan sebagai yang dinasihatkannya itu.
Ketika ada jangan dimakan, telah habis (= tiada) maka dimakan.
Berhemat cermat dalam penghidupan.
Kicang-kecoh ciak. (kicang-kecoh = tipu daya; ciak = dakwa).
Sesuatu perkara yang akan diperiksa hendaklah ada buktinya.
Kilat beliung sudah di kaki, kilat pisau sudah ke tangan, kilat cermin sudah ke muka.
Orang yang bijaksana dengan mudah menangkap hujung kata atau kias seseorang.
Kita baru mencapai pengayuh, orang sudah tiba ke seberang.
Orang yang bijaksana selalu lebih dulu mencapai maksudnya.
Kotor dicuci, berabu dijentik.
Apa yang tiada baik dan yang buruk hendaklah dibuang atau dilupakan saja.
Kuah sama dihirup, sambal sama dicolek.
Bersama-sama dalam senang dan susah.
Kuali mengatakan belanga hitam.
Orang yang memburukkan orang lain, sedangkan ia sendiri pun buruk juga.
Kuat akar karena tunjang, kuat tunjang karena akar.
Kelebihan seseorang itu karena suka muafakat satu sama lain.
Kuat berdiri pohon karena akarnya, kuat akar karena tanah.
Kekuatan sebuah kerajaan karena orang besar-besarnya, kekuatan orang besar-besar karena rakyatnya yang bersatu padu.
Kuat gajah terdorong, kuat harimau terlompat-lompat.
Orang besar-besar yang membuat kesalahan karena kekuasaannya.
Kuat lilit karena simpulnya.
Kekuatan persatuan terletak pada anggota-anggotanya yang bersatu padu.
Kuat sepit karena kempa. (kempa = apitan.)
Orang kuat dalam sesuatu perkara, karena ada yang menolong atau menyokongnya di belakang.
Kucing lalu, tikus tiada berdecit lagi.
Apabila ada orang yang ditakuti, maka diamlah orang yang sedang berbuat bising.
Kucing melompat, orang terkejut daripada tidurnya, ayam berkokok hari pun siang.
Kesusahan atau kesukaan orang lain, yang berkesan sampai kepada kita.
Kuda itu kuda juga, keldai itu keldai juga.
Tiap-tiap suatu itu akan kembali kepada asalnya.
Kuda yang baik tak bercerai daripada pelananya.
Orang yang rajin senantiasa disuruh orang.
Kuda yang pantas tiada berkehendakkan cemeti.
Orang yang rajin dan pandai berbuat pekerjaan tak perlu diawasi.
Kudis menjadi tokak.
Perkara kecil menjadi besar.
Kukur apa kepada kukur, nyiur juga yang binasa.
Memang mudah menyuruh berbuat begini begitu, tetapi yang sukar ialah yang mengerjakannya.
Kulit hitam orang tengok, tulang putih siapa jenguk.
Orang yang pada lahirnya kelihatan jahat, tetapi niat di hatinya baik tidak seorang pun yang tahu.
Kuman di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tiada tampak.
Kesalahan orang lain, biar pun kecil, tampak; tetapi kesalahan sendiri tidak disedari.
Kurang budi teraba-raba, tidak ilmu suluh padam.
Orang yang kurang siasat di dalam sesuatu perkara, akhirnya akan mendapat kesusahan.
Kurang kerat, rengkuh yang lebih.
Usaha tiada seberapa hanya cakap saja yang lebih.
Kurang luas tapak tangan, nyiru saya tampungkan.
Ingin mendapat sebanyak-banyaknya; sangat berbesar hati.
Kurang sisik, tinggal lidi di buku; selidik, tinggal kaji di guru. (sisik = menyisik, membuang sisik; di guru = pada guru.)
Tak akan tercapai maksudnya kalau tak mau berusaha dan bersusah payah.
Kurang taksir hilang laba.
Kalau kurang hati-hati mungkin mendapat kerugian atau bahaya.
Kurang tambah menambah, senteng bilai-membilai.
Bertolong-tolongan dalam menyelesaikan sesuatu pekerjaan. (senteng = kurang cukup; bilai = sambung.)
Kurang-kurang bubur, lebih-lebih sudu (= sudu yang lebih).
Perkara kecil menjadi besar karena banyak dipercakapkan orang; pengetahuan sedikit tetapi terlalu besar cakapnya.
Kusut di hujung dengan pangkal, karena salah memulai.
Seluruh pekerjaan menjadi rusak, karena sejak mula lagi sudah salah.
Kusut di hujung, lari (= bawa) ke pangkal.
Pembicaraan yang sudah melentur kian ke mari, hendaklah segera kembali ke pokok masalah.
Kusut diselesaikan, keruh diperjernih.
Segala perselisihan hendaklah didamaikan.
Kutu mati di atas kepala, tuma mati di tepi kain.
Biar mati di tempat yang mulia karena membuat pekerjaan yang baik, daripada mati di tempat yang hina karena melakukan pekerjaan jahat.
Lagi teduh lagi berkajang.
Melakukan sesuatu dengan sebaik-baiknya.
Lagi tongkat lagi senjata.
Makin kaya, makin banyak sahabatnya.
Lah baris nan berpahat, 'lah jalan nan berturut.
Pekerjaan yang dilakukan menurut aturannya.
Lah karam maka bertimba.
Setelah mendapat celaka baru ingat.
Lah sesak alam tempat diam, tak berbumi tempat tegak.
Mendapat malu besar, sehingga tak ada tempat untuk menyembunyikan muka.
Laksana antah lemukut (= melukut), lapar sangat baru berguna.
Sesuatu yang tiada berharga dan kurang baik, tetapi kalau sudah kekurangan akan berguna juga.
Laksana batik lasam.
Sesuatu yang makin lama dipakai, makin baik. (lasam = keluaran Lasam, suatu tempat di Jawa.)
Laksana bunga dedap, sungguh merah berbau tidak.
Orang yang elok dan tampan tetapi berbudi bahasa.
Laksana golok kayu, ditetakkan tak makan, dijual tak laku.
Pengetahuan yang tidak sempurna, sehingga tidak mendatangkan faedah sedikit jua pun.
Lalu penjahit, lalu kelindan.
Apabila usaha yang pertama telah berhasil, maka usaha yang berikutnya pun akan tercapai juga.
Lambat laga asalkan menang.
Biar lambat asalkan maksud tercapai.
Lamun ada ubi, ubi; tiada ubi, gadung jadilah.
Jika terpaksa, barang yang kurang baik pun dapat digunakan juga.
Lancar kaji karena diulang, pasar jalan karena diturut. (pasar = licin, mati rumput).
Kepandaian atau kemahiran didapat karena selalu berlatih.
Langit berkelikir, bumi bertemberang; salah-salah fikir menjadi hamba orang.
Fikiran yang menurut hawa nafsu akhirnya membawa kepada kehinaan.
PREV 1 2 3 4 5 6 7 8 9 NEXT


 

Copyright 2013 Peribahasa - All Rights Reserved