Likes:
Abjad: A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z
 
Kumpulan Peribahasa Bijak
Kumpulan peribahasa bijak yang indah untuk hidup yang lebih baik. Baca dan dapatkan inspirasinya di bawah ini:
Ada batang mati, adalah cendawan tumbuh.
Di mana juga kita tinggal, akan ada rezeki kita.
Ada beras, taruh dalam padi.
Rahasia hendaklah disimpan baik-baik.
Ada hari, ada nasi.
Asal masih hidup, tentu akan beroleh rezeki.
Ada hujan ada panas, ada hari boleh balas.
Perbuatan jahat itu sewaktu-waktu akan mendapat balasan juga.
Ada nyawa ada rezeki.
Asal masih hidup, tentu akan beroleh rezeki.
Ada padi semua kerja jadi, ada beras semua kerja deras.
Orang yang mampu (= kaya, berilmu) segala maksudnya mudah tercapai.
Ada padi, segala menjadi.
Orang yang mampu (= kaya, berilmu) segala maksudnya mudah tercapai.
Ada paha ada kaki, ada nyawa ada rezeki.
Ssetiap orang mempunyai rezeki dan jodohnya sendiri.
Ada pasang surutnya.
Untung dan malang tidak tetap.
Ada persembahan ada kurnia.
Berbuat baik dibalas baik.
Ada rotan , ada duri.
Dalam kesenangan tentu ada kesusahannya.
Ada seperti tampaknya apung-apung.
Barang yang dihajati telah ada tetapi belum tentu dapat diambil atau dipakai.
Ada uang abang disayang, tak ada uang abang payah.
Seorang yang mampu mencukupi kebutuhan keluarganya akan dipuji banyak orang, tetapi jika ia tidak mampu akan banyak mendapat caci maki.
Ada ubi ada batas, ada masa boleh balas.
Perbuatan jahat itu sewaktu-waktu akan mendapat balasan juga.
Ada ubi ada talas, ada budi ada balas.
Berbuat baik dibalas baik, berbuat jahat dibalas jahat.
Adakah dari telagabyang jernih itu mengalir air yang keruh.
Didalam jiwa orang yang baik tidak pernah ada niat yang jahat.
Adakah kayu di rimba sama tinggi
Semua yang ada di dunia ini diciptakan Tuhan dengan segala perbedaannya dengan tujuan untuk saling melengkapi.
Adat ayam ke lesung, adat itik ke pelimbahan
Semua orang mempunyai tempat dan rezekinya sendiri-sendiri.
Adat bersendi syarak, syarak bersendi kitabullah.
Setiap perilaku haruslah mengacu pada aturan dan kaidah agama.
Adat diisi jannji dilabuh
Peraturan harus dilaksanakan, kesepakatan harus dijalankan.
Adat diisi, lembaga dituang.
Melakukan sesuatu menurut adat kebiasaan.
Adat dipakai baru, pusaka dipakai usang.
Ilmu akan berguna selama-lamanya sedangkan harta duniawi hanya akan musnah dimakan waktu.
Adat gunung tempatan kabut.
Semua permasalahan harus dicari di mana sumbernya permasalahan tersebut berasal.
Adat hidup sandar-menyandar
Setiap orang punya kewajiban untuk saling topang menopang di setiap permasalahan yang dialaminya.
Adat hidup tolong menolong, syariat palu-memalu.
Semua orang saling membutuhkan satu sama lain.
Adat lurah timbunan sarap.
Orang yang berpangkat biasanya dipenuhi dengan banyak pikiran dan masalah.
Adat muda menanggung rindu, adat tua menahan ragam.
Sebagai orang muda harus belajar menahan emosi dan orang tua harus memberikan bagi yang muda.
Adat muda menggangu rasa, adat tua menggangu ragam.
Ada saatnya seseorang akan mengerti arti kehidupan setelah Dia melewati berbagai macam peristiwa hidup.
Adat penghulu, berpandang luas beralam lapang.
Karakter seorang pimpinan adalah berwawasan luas dan mampu memberikan solusi di setiap permasalahan.
Adat periuk berkerak, adat lesung berdedak . .
Tiap-tiap usaha memerlukan ketabahan dan kerajinan.
Adat rimba raya, siapa berani ditaati.
Orang yang menyelesaikan masalah hanya menggunakan kekuatannya, bukan akalnya.
Agak lebih daripada agih. .
Banyak bicara, sedikit kerja.
Agak-agak bertutur malam hari. .
Mesti selalu beringat-ingat ketika memperkatakan sesuatu.
Agama tanpa ilmu, lumpuh.
Sesuatu yang saling berkaitan dan tidak dapat berjalan sendiri.
Agih-agih kungkang . (kukang = kera kecil).
Terlampau murah hati atau suka memberi, hingga menderita kesusahan sendiri.
Agung susut, pongah masih. (agung = besar, pongah = angkuh).
Kebesaran sudah hilang, tetapi keangkuhannya masih ada juga.
Air beriak tanda tak dalam, air berguncang tanda tak penuh.
Apa yang kita ucapkan dan lakukan bisa mencerminnkan seberapa pandai dan dewasa kita.
Air beriak tanda tak dalam. .
Banyak bercakap tanda tiada berilmu.
Air besar sampan tak hanyut. .
Maksud tidak tercapai.
Air dalam karang menonggok, setanggi campur kemenyan , gula tertumpah pada kanji.(menonggok = melonggok, menimbun).
Usaha yang berhasil baik.
Air dalam, berenang (= berkumbah); air dangkal, bercebok. (kumbah = mencuci dalam air).
Sesuaikanlah perbelanjaan menurut keadaan penghasilan kita.
Air di daun keladi (= talas). .
Memberi nasihat dan ajaran yang sia-sia.
Air digenggam tiada tiris. .
Sangat berhati-hati mengeluarkan uang.
Air gedang menghanyutkan. (gedang = besar)
Orang yang pendiam itu biasanya berilmu dan dapat melakukan pekerjaan yang besar-besar.
Air susu dibalas dengan air tuba . .
Kebaikan dibalas dengan kejahatan.
Air tawar secawan dituangkan ke dalam laut, takkan dapat menghilangkan masinnya..
Pertolongan yang sedikit tidak dapat meringankan beban kesengsaraan yang besar.
Air tenang menghanyutkan. .
Orang yang pendiam itu biasanya berilmu dan dapat melakukan pekerjaan yang besar-besar.
Air tuba dibalas dengan air susu . .
Kejahatan dibalas dengan kebaikan.
Air yang jernih, sayak yang landai. (sayak = tempurung kelapa .)
Segala sesuatu berlaku dengan adil dan benar.
Air yang tenang, jangan disangka tiada berbuaya . .
Orang yang diam jangan disangka pengecut.
Akal akar berpulas tak patah. .
Orang yang pandai, takkan mudah kalah dalam perdebatan.
Akal labah-labah ; di gua buruk suka merakut. (merakut = memasang jaring).
Orang jahat yang suka menipu orang.
Akal singkat, pendapat kurang.
Orang yang masih sedikit sekali pengalamannya.
Akal tak sekali datang, runding (= fikiran) tak sekali tiba. .
Segala sesuatu tidak selesai sekali gus melainkan beransur-ansur.
Aku alah engkaulah menang. .
Tidak malu mengaku kalah.
Aku alah, engkau tak menang. .
Orang bodoh yang tak mahu mengakui kekalahannya.
Alah bisa, oleh (= karena, tegal) biasa. .
Apabila telah biasa melakukannya, maka tiada terasa lagi kesukarannya; pengalaman praktis lebih baik daripada teori.
Alah di rumpun betung .
Kekalahan yang belum memuaskan hati kepada pihak yang kalah.
Alah membeli, menang memakai. .
Barang yang baik memang mahal, tetapi dapat lama dipakai.
Alah menang tak tahu, bersorak boleh. .
Tidak berpihak ke mana-mana dalam sesuatu perlawanan.
Alah pinta dibuat sempena. .
Biar bagaimanapun diharapkan, kalau bukan hak tidaklah diperoleh.
Alah sabung, menang sorak. .
Biarpun kalah, tetapi masih tetap tinggi juga cakapnya.
Alang berjawab, tepuk berbalas. (alang = pemberian, hadiah).
Baik dibalas dengan baik, jahat dibalas dengan jahat.
Alang-alang berdakwat , biarlah hitam. (alang-alang = tanggung-tanggung).
Berbuat sesuatu jangan kepalang tanggung.
Alim biasa menghukum syarak . .
Hanya orang yang alim saja yang boleh membuat hukum syarak .
Alpa negeri alah, sia-sia hutang tumbuh. .
Alpa dan lalai mengakibatkan bencana.
Alu patah lesung hilang.
Masalah pertama baru selesai sudah mendapat masalah yang baru lagi.
Alu pencungkil duri. .
Tak mungkin dilakukan; pekerjaan yang sia-sia.
Ambil pati, buangkan ampas. .
Yang baik dipakai, yang tak baik dibuang.
Ampang sampai ke seberang, dinding sampai ke langit.
Melakukan hal yang baik sebaiknya dengan maksimal agar tercapai dengan sukses tujuan tersebut.
Anak anjing takkan menjadi anak musang jebat. .
Orang yang tidak berilmu tidaklah mungkin mendapat kedudukan baik.
Anak harimau jangan diajak bertampar, ingat-ingat kukunya. .
Jangan mencari musuh dengan orang yang lebih kuat dan lebih persediaan alat senjatanya.
Anak harimau jangan dibela pelihara. .
Jangan berbuat baik dengan orang yang suka berbuat jahat.
Anak harimau takkan menjadi anak kambing]. .
Orang yang berani takkan penakut.
Anak kambing takkan menjadi anak harimau. .
Orang yang pengecut tetap pengecut.
Angan-angan menerauang langit.
Selalu mencita-citakan segala sesuatu yang tinggi.
Angguk enggan, geleng ia; Angguk enggan, geleng mahu, unjuk tridak berikan.
Lain di mulut, lain di hati.
Angguk-angguk balam.
Mengatakan bisa tetapi belum tahu apa yang harus ia kerjakan.
Anjing galak, babi berani.
Bertemu lawan yang sepadan; berani sama berani, keras sama keras.
Anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu.
Tidak ada kata menyerah demi mencapai suatu tujuan yang mulia.
Apa digaduhkan: pengayuh sama di tangan, perahu sama di air.
Tidak takut menghadapi lawan apabila sama-sama mempunyai kebolehan.
Apa kepada kukur, nyiur juga yang binasa.
Memang mudah menyuruh berbuat begini begitu, tetapi yang sukar ialah yang mengerjakannya.
Apa payahnya menawakkan (= menaupkan) bibir atas bawah.
Mudah menyebut, tetapi susah mengerjakannya.
Apa payahnya menggoyangkan lidah saja.
Banyak janji tetapi tidak ditepati.
Apa peduli kata kukuran, kerambi juga akan habis.
Lebih mudah berkata daripada melakukannya sendiri.
Apakah gunanya kemenyan disimpan sebesar tungku , kalau tidak dibakar.
Kepandaian hendaklah diajarkan kepada orang lain, karena kalau disimpan ia akan hilang begitu saja.
Api kecil baik dipadam.
Basmilah kejahatan itu semasa ia kecil lagi.
Asal ada kecil pun pada.
Kalau tak ada banyak, sedikit pun cukup juga.
Asal besi pengapak kayu, asal emas menjadi penduk.
Derajat seseorang dapat ditentukan pada sifat perangainya. penduk = salut sarung keris.
Asal ditugal, adalah benih. (tugal = melubagi tanah kebun dengan kayu akan tempat menanam benih).
Sesuatu usaha tentu ada hasilnya.
Asal kuda dari kuda, asal keledai dari keledai.
Semua sifat anak berasal dari kedua oragtuanya, baik ataupun buruk sifat tersebut.
Asam di darat ikan di laut, bertemu dalam belanga juga.
Perempuan dan lelaki, kalau sudah jodoh, bertemu juga akhirnya.
Asam digunung, garam di laut, dalam belanga bertemu jua.
Orang yang merantau sejauh apapun akan kembali juga ke tempat asalnya.
Asing lubuk asing ikannya.
Tempat satu dengan yang lain berbeda hukumnya.
Asing lubuk asing ikanya, asing pandang asing belakangnya.
Perataturan di masing-masing daerah berbeda tetapi tetap satu tujuan demi keamanan daerah tersebut.
Asing maksud, asing sampai.
Orang yang berlabuh di tempat yang bukan tujuannya.
Asing udang, lain nikmat.
Ada banyak cara untuk menyelesaikan suatu masalah yang setiap orang berbeda cara penyelesaiannya.
Asyik memangku tangan, mati dalam angan-angan.
Tak akan tercapai maksudnya, kalau tak mahu berusaha.
Atap ijuk berabung upuh (timah).
Perbedaan dua hal yang sangat mencolok.
Atap ijuk kerabung upih.
Sesuatu yang baik apabila dicampur dengan sesuatu yang buruk akan tercemar kebaikan tersebut.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 NEXT


 

Copyright 2014 Peribahasa - All Rights Reserved